Fokus ke Akhirat, Jangan Sampai Abai Pada Dunia

Jadi hidup itu harus seimbang. Dunia dan Akhirat. Dua-duanya harus dijaga baik-baik

Sering kita temukan mereka yang tidak peduli kehidupan dunia demi hidup bahagia di akhirat. Ada yang terlalu fokus Memaksimalkan hidupnya sampai abai bahwa ada kehidupan setelah kematian.

Mungkin alam yang terbengkalai dan menjadi tidak seimbang adalah salah satu akibat tidak seimbangnya manusia menjaga dunia akhiratnya. Bisa jadi mereka terlalu fokus mempersiapan hidup di dunia masa depan sampai mengabaikan alam dan bisa jadi juga demi hidup bahagia di akhirat sampai lupa bawah hidup hari ini juga perlu bahagia.

Karena itu saya selalu berharap isi khotbah jum'at sesekali tentang menjaga keseimbangan alam, menjaga kelestarian lingkungan, laut darat udara. Toh itu juga mengajak pada kebaikan dan menjauhi larangan-Nya kan? Bukan hanya tentang indahnya surga dan perihnya neraka saja beserta toh semua berujung kesana. 

Kita akan mati dan tak ada lagi urusan dengan dunia tetapi abainya kita pada dunia dan mewariskan bencana pada anak keturunan kita bisa jadi membuat kehidupan akhirat kita tak bahagia, to?

Alas, 2/01/20. 10:30 pm


Share:

Kenalkan Teman saya sejak SMA, Iqbal.

Namanya Mahkamah Iqbal Perdana Putra. Wahgelaseh itu nama makan tempat banget. 

Kenal manusia ini sekitar 2003/2004 ketika akhirnya sekelas di kelas 2. Kelas dua paling bontot, kelas 2-6 di SMANDA Sumbawa. Awalnya kiraen siswa baru pindahan dari Jepang. wkwkw

Kesamaan intiligensia yang biasa - biasa aja bikin cepat akrab. Apalagi ternyata sama-sama suka baca komik sama si Sule Black Angel. Tapi alhamdulillah kita dulu rajin datang Diniah, dari sekian banyak siswa di kelas yang datang tiap minggu cuma kita berdua doang. Tapi alhamdulillah jadi lebih fokus nyimak murabbi nya. Selera humor yang sama-sama receh ternyata juga bikin kita bisa ngakak konyol bareng apalagi zaman kuliah hampir tiap hari ngakak di kost nya bareng ary dan fadil. Yaa kita saat itu para Maba yang masih belum bisa menyesuaikan diri dengan kampus masing-masing akhirnya main sama teman sekolah mulu. Rupanya pas mulai berduit kita sama-sama Apple addict, dia sih paling hobby pamerin koleksi game baru. Walau belakangan saya murtad dari Apple dan memilih Xiaomi karena ternyata Android itu simple. Alasan aslinya sih karena punya anak dua itu bikin hidup harus serba irit termasuk buat gadget.

Alhamdulillah setelah repot dengan urusa rumah tangga dan kerjaan masing-masing ada juga waktu buat hangout bareng meski gak kayak dulu yang jalannya ke mall lalu photobox wkwkwkw.. Karena sekarang udah punya "ekor" yang juga harus diajak seseruan liburan. Akhirnya bisa berkumpul lagi meski baru ngobrol sebentar harus ngacir liat anak-anak yang lagi main atau renang. Gapapa yang penting semua bisa berkumpul dan sehat.

Terimakasih om iqbal yang meski usil tapi baik banget. Meski rese tapi asik walau kadang polosnya bikin saya dan mamio kzl tapi ngakak juga.Alhamdulillah ini pertemanan sehat. Bukan toxic apalagi parasit. 

Iqbal juga teman diskusi yang baik. Kerennya dia bisa ngejokes dengan baik tapi juga isa serius banget kalau lagi bahas sesuatu yang serius. Kalau aku kadang abis ketawa-ketawa suka kebawa pas moment serius. Tak jarang kita saling beerbagi solusi untuk masalah yang kita hadapi masing-masing. Semoga terus seperti ini ya cuy!


Share:

Review Imperfect : Karier, cinta dan timbangan (2019)

Ubah Insecure jadi Syukur!
Sebelum membaca review ala ala ini, kalian harus tahu sebuah fakta bahwa pelaku body shaming nomor satu terbanyak adalah ibu-ibu pada anaknya sendiri. Entah itu dengan maksud baik atau gimana yang jelas itu akan membuat si anak Insecure dengan dirinya.
Jadi film ini bercerita tentang Rara (Jessica Mila) yang wajah dan bodynya lebih mirip bapaknya yang gendut dan lebar. Sementara adiknya lebih mirip ibunya yang tinggi, putih, cantik dan indo. Sejak kecil Rara menerima body shaming dari ibunya. Niat ibunya (Karina Suwandi) tentu baik tetapi ternyata hal itu berakibat tidak baik buat Rara. Kata-kata seperti :

"Kecilin dong pahanya"
"anak ini tidur udah kayak paus Terdampar"
"Jangan makan cokelat mulu dong, ingat body"

dan banyak banget kalimat - kalimat yang bermaksud baik tetapi menyakiti perasaan anaknya.
Ernest sang Sutradara benar-benar semakin terbukti piawai dalam meramu film komedi yang penuh pesan moral. Isu body shaming yang diangkat secara cerdas saya yakin akan sampai kepada penonton. Jokes-jokes nya pun dibuat dengan hati-hati sekali tetapi sumpah pecah banget kocaknya. Deretan kwartet komika kocak kayak Kiky Saputri, Zsazsa Utari, Aci Resti dan Neneng Endah memberikan performa jokes yang superrr bikin ngakak sampai mau nangis. Mereka benar-benar lucu.

Lalu konflik yang muncul relate banget sama hidup kita sehari-hari. Dimana di negeri ini sulit untuk menjadi normal sesuai standar masyarakat yang tidak berdasar. Semisal Untuk jadi hebat itu otak doang gak cukup tetapi penampilan juga harus oke. Untuk jadi pasangan berbahagia itu harus punya pasangan cantik dan tampan, untuk dapat endorse dan followers banyak harus cantik dan gagaj dulu. Kayak cantik harus putih, tinggi langsung dan sebagainya. Standard - standard masyarakat yang kejam.

Beberapa bagian yang menurut saya rasa terlalu terburu-buru. Kayak di transformasi Rara dari gendut jadi langsing cantik seharusnya bisa dibuat lebih dramatis juga lebih seru. Usaha Rara untuk menjadi Rara yabg baru agak terburu-buru walaupun memang di set masih logis.

Film ini kayak karakter. Buanyak banget pemainnya tapi semua membawa pesan masing-masing yang penting. Selain main karakter (Jessica Mila - Reza Rahardian) saya sangat suka akting Dewi Irawan yang sangat natural dan selalu memuaskan. Apalagi dipasangkan dengan seorang Reza Rahardian beuuhhh kelar!

Pokoknya kalian harus nonton dan menyerap banyak pelajaran baik dari film ini tentang body shaming atau mempermalukan tubuh orang lain. Ini penting. Satu lagi, Soundtrack film ini digarap oleh Fiersa Besari dan hasilnya. Top banget! Musik dan liriknya nyessss sampe ke hati. Ini salahsedikit liriknya : 

"Segala sesuatu yang pelik bisa diringankan dengan peluk.."

Mantab kan?!

Btw kalian pernah jadi orban body shaming kah? Share dong di kolom komentar.

Untuk film ini saya saya kasi 7,8 of 10





Ost. Imperpect by Fiersa Besari




Cast Film Imperfect :

Jessica Mila sebagai Rara
Reza Rahadian sebagai Dika
Yasmin Napper sebagai Lulu
Dion Wiyoko sebagai Kelvin
Karina Suwandi sebagai Debby
Kiki Narendra sebagai Hendro
Shareefa Daanish sebagai Fey
Dewi Irawan sebagai Ratih
Ernest Prakasa sebagai Teddy
Clara Bernadeth sebagai Marsha
Boy William sebagai George
Karina Nadila sebagai Irene
Devina Aureel sebagai Wiwid
Kiky Saputri sebagai Neti
Zsazsa Utari sebagai Maria
Aci Resti sebagai Prita
Neneng Wulandari sebagai Endah
Uus sebagai Ali
Diah Permatasari sebagai Nora
Wanda Hamidah sebagai Magda
Olga Lydia sebagai Monik
Asri Welas sebagai Siska
Tutie Kirana sebagai Melinda
Cathy Sharon sebagai Sheila

...
Share:

Marriage Story (2019), Film Terbaik Tahun ini. Almost Perfect!


Akhirnya saya bertemu juga dengan salah satu film terbaik tahun ini. Tidak berlebihan karena dari banyak sisi film ini layak mendapatkan pujian itu.

Bagi para penggemar film dari Noah Baumbach pasti tidak akan banyak pikir untuk menonton karena setiap karyanya selalu sarat makna selain juga almost perfect disemua sisinya. Marriage Story ini adalah salah satu marterpiece nya.



Marriage Story bercerita tentang rumah tangga Nicole dan Charlie yang terlihat bajagia namun menyimpan banyak luka. Yah saya pikir hampir semua rumah tangga seperti itu. Nicole seorang aktris yang memutuskan meninggalkan karier untuk melayani keluarganya secara full time dan Charlie seorang Sutradara, seorang seniman teater yang kariernya sedang Gemilang. Secara kasat mata rumah tangga Charlie and Nicole sangat bahagia. Tetapi hal-hal yang tak terlihat bahkan tak disadari sering kali menjadi bara magma yang perlahan tapi pasti akan mencuat dan meledak.

Cerita film ini sangat kuat, dialog-dialog nya penuh makna yang mencerahkan. Tak jarang membuat saya merenung lama akan kalimat-kalimatnya. Ya, kutipan-kutipan yang tidak generik.

Tik tok antara Scarlet Johanson (Nicole) & Adam Driver (Charlie) benar-benar mengagumkan. Akting keduanya memukau dan kalian harus waspasa karena secara spontan akan ikut menangis atau marah atau bahkan shock.

Pelajaran paling penting dalam film ini adalah betapa mengerikannya proses bercerai itu. Meski kedua pihak masih saling mencintai dan ingin kembali, namun jika kalian sudah menunjuk pengacara sebagai wakil maka yang akan kalian dengarkan tentang diri kalian dari masing-masing pihak hanyalah keburukan dan keburukan. Beberapa scene memberi gambaran yang jelas pada kita bagaimana kejutan demi kejutan muncul dari mulut pengacara dan pengadilan. Misal, pengacara Charlie bilang bahwa Nicole akan meminta semua harta mu, tetapi Charlie mengatakan bahwa Nicole baik dan tidak akan begitu lalu pengacara akan bilang itu akan menjadi kejutan dan akan banyak kejutan lainnya.

Film ini layak untuk ditonton mereka yang akan, telah, baru atau sudah lama menikah yang mungkin saja akan menghadapi situasi yang sama dengan Charlie dan Nicole. Karena sejatinya menikah bukanlah semata - mata awal kebahagiaan yang mulus tetapi menikah adalah memulai perjuangan baru bersama seseorang yang tadinya bukan sia-siapa. Menikah kadang membuat seseorang sulit menjadi dirinya sendiri karena harus selalu mementingkan urusan keluarga daripada dirinya. Hal ini akan semakin berat ketika pasangan tidak menyadari bahwa kamu sedang tidak baik-baik saja.

Ketika menikah persiapkan hati untuk babak belur di waktu yang sering tak terduga. Mental harus siap juga pastinya.

Intinya. Film ini sangat saya rekomendasikan untuk semua manusia dewasa yang akan dan sudah menikah. Banyak ilmu yang akan kita dapatkan bukan hanya dari dialog nya bahkan dari gesture aktor dan aktrisnya memiliki makna. Jangan heran kalau menonton film ini kalian mungkin akan senyum-senyum, shock, malu-malu sendiri dan lainnya.

Untuk film ini saya kasi rating 9,5/10
Share:

Frozen 2 (2019), Benarkah ada LGBT nya?

Frozen 2 Terbukti tidak mengandung isu LGBT sedikitpun seperti yang sempat berhembus beberapa waktu lalu ketika trailer nya tayang untuk pertama kali di Youtube. Mereka yang hobi sekali mencari kekurangan film "kafir" sempat begitu getol kampanyekan "Jangan nonton Frozen 2, Tokoh Elsa itu ternyata Lesbian"

Oh, Come on tidakkah itu membuat kita terlihat picik dan negative terus???
Itu Elsa pelukan sama Ibunya dan Anna sang Adik!

Ampoooon dah!

Nyatanya film ini dikemas begitu megah dan indah. Persaudaraan Elsa dan Anna yang semakin dekat, Pertemanan mereka dengan Olaff, Kristoff, Sven dan beberapa tokoh baru dari Hutan terlarang juga demikian bagus. Pun tentang kegelisahan seorang Queen Elsa pada keamanan rakyat Arandelle semakin terlihat di sekuel Frozen ini.
Bercerita tentang pencarian kebenaran masa lalu keluarga kerajaan Arandelle yang di lakukan Elsa, Anna dan teman-teman nya yang berawal dari senandung misterius yang seakan memanggil nya dan memintanya datang ke suatu tempat. Pencarian ini membawa kisah-kisah seru menegangkan dan heroik juga komedi yang berkualitas. Celetukan Olaff menjadi favorit saya sepanjang film ini, disini Olaff diberi porsi yang banyak dan benar-benar keren. Quotes nya pantas untuk selalu diingat. Demikian juga usaha romantis Kristoff yang ingin melamar Anna turut menambah kesegaran di sela-sela scene - scene menegangkan di hampir sepanjang film dan cukup membuat penonton kelelahan.
Meski animasinya super megah dan real Frozen dua menurut saya masih belum bisa sebagus Frozen pertama secara keseluruhan dan itu diakui sendiri oleh directornya Jennifer Lee dan Chriss Buck. Bagaimanapun Frozen pertama memiliki pencapaian yang besar dari segala aspek. Namun film Frozen 2 tetap layak bahkan sangat layak untuk ditonton bersama keluarga. Hanya saja ada sedikit scene dewasa yang harus diawasi untuk dilihat anak-anak. Masih sebatas wajar menurut saya.
Di bagian Soundtracks, ada 15 lagu yang mendukung film ini dan semuanya tidak se-easy-listening Let It Go nya Frozen pertama namun saya cukup menyukai beberapa lagu seperti Something Never Change, Into the Unknown dan When I'm Older-nya Olaf yang dinyanyikan Josh Gad sang pengisi suara.
Secara keseluruhan film ini layak mendapat rating 8.6
Semua boleh berpendapat


Share:

Ratu Ilmu Hitam (2019), Film Horror Indonesia Paling Horror Tahun Ini

Pokoknya kalau yang bikin film Kimo Stamboel atau Joko Anwar. Jaminan mutu deh!

Serius ini film bikin ngosngosan. Sampe gak bisa tenang duduknya. Geli-geli ngeri CGI Kelabang dan Ulat Bulunya. Tambah lagi make up horror nya yang nyata banget. Asli film horror paling Horror. Lebih horror dari Perempuan Tanah Jahanam. Tetapi dari segi cerita sangat sederhana, masih lebih kompleks Perempuan Tanah Jahanam tetapi eksekusi nya benar-benar patut dikasi standing uplause!
Jajaran pemainnya kelas tinggi semua. Ario Bayu, Hanna Al Rasyid, Tanta Ginting, Miller Khan, Imelda Therin, Salvita, Zara Jkt48, Ari Irham dan si Kecil jago akting Muzakki. Hanya saja peran yang dikasi ke Zara dan Ari Irham agak kurang penting sih, ada atau gak ada mereka kayaknya ga terlalu jadi masalah tapi memang Zara dan Ari masih punya massa yang waah lah ya apalagi film-film mereka sebelum ini masih hype. Muzakki aktingnya selalu mencuri perhatian, gak di Gundala gak di Ratu Ilmu Hitam bocah ini selalu tampil maksimal.


Jadi film Ratu Ilmu Hitam ini tentang apa?
Hanif (Ario Bayu) membawa Nadya (Hanns Al Rasyid) istrinya dan ketiga anak mereka ke panti asuhan tempat Hanif dulu dibesarkan. Pengasuh panti itu, Pak Bandi (Yayu Unru) , sudah sangat tua dan sakit keras, Hanif datang untuk menjenguk setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Dua sahabat Hanif saat tinggal di panti, Anton (Tanta Ginting) dan Jefri (Miller Khan), juga datang bersama istri-istri mereka.

Satu per satu dari mereka mengalami keganjilan yang mengerikan. Sebagian diteror oleh hal-hal yang paling mereka takuti. Korban mulai berjatuhan, satu per satu dari mereka. Hilang, bahkan mati. Seseorang menginginkan mereka semua mati, tampaknya dengan ilmu hitam yang sangat mematikan. Dia adalah Ratu Ilmu Hitam yang ingin menuntut balas atas kesalahan masa lalu. Film ini benar-benar gak santai, tangan tu sering refleks tutup mata dan telinga. Mencekamnya dapat.  Rasanya kayak kita masuk ke Wahana rumah hantu dan menyaksikan kengerian-kengerian di dalamnya. Gak bisa tenang. Adrenalin naik turun dah!

Kagum banget sama CGI nya. Kayak lipan keluar masuk mata idung kulit, makan ulat bulu, steples mulut dll. Ngeri. Jelas ini bukan film buat anak-anak dan mereka yang takut darah. Entah kenapa. Belakangan saya suka sekali film horror terutama film Joko Anwar. Gile dah!
Btw yang jadi Ratu Ilmu Hitamnya kejutan banget sih. Aku. Aku selalu suka banget sih sama akting mbak itu. Creepy banget dia disini. Meski kemunculannya gak lama tapi aktingnya yang keji dan seram itu nempel banget. Siapa dia? Cari tau sendiri di filmnya hehehe

Untuk film ini saya nilai 8,9/10. Boleh setuju boleh tidak.




Share:

Perempuan Tanah Jahanam (2019), Bukan Film Horror Generik


Sinopsis : 
Sebuah desa terpencil di dalam hutan tak lagi memiliki seorang anak kecilpun sejak 25 tahun yang lalu, karena setiap bayi yang lahir harus dibunuh karena mereka semua lahir tanpa kulit. 25 tahun warga desa mencari orang yang bisa mengakhiri kutukan itu.

Dua orang sahabat, Maya (Tara Basro) & Dini (Marissa) bekerja sebagai penjaga loket tol. Malam itu adalah malam terakhir mereka bekerja karena Maya sering didatangi seorang lelaki yang terus menatap nya, dan pada malam itu lelaki itu ingin membunuhnya. Beruntung ada polisi yang langsung menembak mati lelaki itu. Sejak itu mereka banting setir berjualan pakaian dipasar.

Susahnya hidup membuat Mayan dan Dini mulai mencari akal, termasuk mencari tahu keluarga Maya siapa dan dimana, berharap mereka bisa menjadi solusi masalah pelik keuangan mereka. Mereka mendatangi sebuah desa terpencil berbekal sepotong tulisan dibelakang foto kecil Maya. 

***

Ini adalah film kedelapan Joko Anwar dan hanya A Copy on My Mind yang saya tidak tonton sampai selesai karena ada gangguan saat itu. Seperti biasa film-film Joko Anwar tak jauh - jauh pemain nya dari Ario Bayu dan Tara Basro tapi di film ini Joko Anwar berhasil membuat seorang Christin Hakim mau bermain di film horror dan film Perempuan Tanah Jahanam ini adalah film Horror pertama ibu Christin  Hakim. Mengetahui ini saya makin yakin bahwa film ini pasti bagus, juga semakin tidak sabar untuk menonton. Saya pun membawa ekspektasi yang tinggi ke depan layar film ini

Abis Jemur apa, Bu Misni?
Hal yang paling saya kagum dari setiap film Joko Anwar adalah ceritanya yang kuat. Bukan cerita yang dirangkai semalam. Apalagi Naskah Film PTH ini sudah digarap sejak 10 tahun lalu. Cerita yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari di kampung-kampung. Joko Anwar memang jago membangun suasana kampung kecil terisolir yang sudah lama mencekam karena kutukan. Terasa sekali suasananya dalam setiap scene. Gak perlu ribet musik seram atau adegan jumpscare untuk membangun suasana horror. Apalagi adegan-adegan babak kedua dimana emosi penonton mulai dibuat naik dengan fakta-fakta dan pencerahaan yang muncul benar-benar bikin saya bergumam "Gilaaak!" 

Akting-akting pemainnya tak perlu diragukan lagi. Sehinga adegan-adegan yang muncul selalu punya makna dan membawa pesan tersendiri.  Asmara Abigail tampil mencuri perhatian sejak awal. Doi benar-benar natural memainkan peran sebagai Ratih perempuan desa yang tengah hamil besar. Kerennya pemain-pemain pendukung film ini seperti dukun beranak, warga yang menyekap Dini, dan beberaoa cast adalah warga sekitar lokasi syuting. Akting mereka hebat-hebat! 

Latar yang pas, pemain papan atas, cerita yang kuat adalah formula khas setiap film Joko Anwar. Hanya saja ada hal yang terasa kurang pas malah muncul dari Ario Bayu yang berperan sebagai Pak Saptadi sang kepala desa sekaligus dalang terkenal tetapi malah bahasa jawa nya yang paling kurang natural. Masih lebih jawa bahasa cast yang lain-lainnya daripada sang Dalang ini sendiri. Lagi pula Ario Bayu terlalu clean untuk menjadi seorang dalang dari desa terpelosok.

Udah Siap?
Kemudian di film ini ada adegan-adegan sadis dan darah seperti bayi lahir tanpa kulit, ketika adegan gorok-gorok leher, adegab shock ketika ibu Misni (Christin Hakim) menjempur sesuatu di halaman belakang rumahnya dan adegan berdarah-darah lainnya yang mungkin akan sangat menganggu teman-teman yang phobia darah. Jadi ingat jangan ajak anak-anak nonton film ini.

Lalu kenapa judulnya harus banget Perempuan Tanah Jahanam? Karea Apa yang terjadi dua puluh lima tahun lamanya itu adalah akibat dari sejarah hidup dari seorang perempuan. Siapakah dia? Cari tau sendiri ya di bioskop kesayangan kalian, masih tayang kok!

Untuk film ini saya kasi nilai 85%

Yakin udah siap nonton?

Natural banget emang, Tara!

Adegan biasa yang sesungguhnya bikin shock

Share:

Review Joker (2019), Empati itu Penting


Film garapan sutradara Todd Phillips yang diperankan oleh actor kawakan Joaquin Phoenix ini dikemas dengan sangat bagus dan epic. Sampai bisa banget membawa perasaan penonton untuk merasakan sendiri menjalani hidup menjadi seorang joker yang depresi, korban bullying, dan kekerasan selama alur film tersebut berlangsung.

Memang pada akhirnya banyak respon positif dan negatif yang menjadi perdebatan di tengah masyarakat karena Joker digambarkan sebagai pribadi yang bisa dibilang psycho dan mental yang tidak stabil. Nah di beberapa forum diskusi film, para ahli bilang dapat menstimulasi pemikiran penonton untuk mencontoh adegan-adegan yang cukup kelam dalam film tersebut. Apalagi jika yang menonton punya latar yang sama dengan Arthur Fleck : Korban Bullying, tak diterima lingkungan karena dianggap aneh (Joker punya penyakit spontan tertawa bahkan ketika marah), sejarah keluarga yang mengecewakan dan sebagainya.

Joker adalah gambaran dari orang yang berusaha hidup baik, berusaha menjadi orang yang baik namun tak cukup mampu menguasai diri karena banyaknya tekanan lingkungan bahkan keluarga. Ada scene yang menyentuh sekali ketika Joker bertemu sang ayah biologis yang ternyata akan menjadi walikota Gotham. Sang ayah tidak mengakuinya. Joker bilang dia cuma ingin mendapat pelukan sayang dari orang yang ia tahu adalah Ayahnya, apa susahnya katanya. Namun sang Ayah terlanjur sudah mengubur masa lalunya. Hal ini yang semakin membuat Arthur Fleck semakin kacau. Tak memiliki rasa percaya lagi pada orang-orang bahkan idolanya turut membuatnya malu. (Sorry spoiler dikit)

Film yang menyajikan acting tingkat dewa dan totalitas dari actor Joaquin Phoenix ini mengandung pesan moral yang kental dan berhasil tersampaikan dengan natural. Gampang menangkap pesannya tapi gampang juga terbawa perasaan buat penonton yang memiliki background sama dengan Joker. Maka nontonnya hati-hati ya.

Quote fenomenal Arthur Fleck (Joker) "Orang yang jahat adalah orang baik yang tersakiti" membuktikan pada kita bahwa masih banyak dari kita yang kurang mempunyai rasa empati dan simpati terhadap sesama. Masih banyak dari kita yang tidak memiliki ketidakpedulian terhadap isu gangguan mental dan menyakiti fisik orang lain terhadap mereka yang membutuhkan perhatian, even cuma toyoran kecil di kepala, tolong jangan lakukan pada mereka yang butuh perhatian.

Satu lagi dari karakter Joker ini kita menjadi tahu bahwa dibalik jokes, senyum, dan lelucon pelawak yang membuat kita bahagia belum tentu dia bahagia. Mereka tersenyum,tertawa , melakukan hal konyol untuk membuat kita tertawa bisa jadi sambil menangis bahkan terpuruk. Hargai lah. Mari belajar saling memahami dan menghargai sesama.

Empati itu sangat penting!

Untuk film ini saya berikan nilai 9/10 karena kesempurnaan hanya milik Allah 😊
Share:

Featured Post

Marriage Story (2019), Film Terbaik Tahun ini. Almost Perfect!

Akhirnya saya bertemu juga dengan salah satu film  terbaik  tahun ini. Tidak berlebihan karena dari banyak sisi film ini layak mendapatkan...

Blog Archive