Festival Pesona Bau Nyale 24-25 Februari 2019

Foto oleh Ricky Martin @sarrymartin


Genks, Ini adalah cacing Nyale. Masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat, khususnya suku Sasak, menurut tradisinya mempercayai bahwa cacing laut ini adalah jelmaan putri Mandalika yang mengorbankan diri dengan melompat ke laut ketika para pangeran memperebutkannya. Cacing Nyale yang tergolong dalam kelas Polychaeta ini memiliki kandungan protein yang jauh lebih tinggi dari telur ayam ras dan susu sapi.
.
Nyale memiliki kandungan protein sebanyak 43.84% sedangkan telur ayam ras dan susu sapi masing-masing hanya sebesar 12.2% dan 3.50%. Kadar fosfor dalam Nyale (1.17%) juga cukup tinggi bila dibandingkan dengan telur ayam ras (0.02%) dan susu sapi (0.10%). Nyale bahkan memiliki kandungan kalsium (1.06%) yang ternyata masih lebih tinggi dari kandungan kalsium susu sapi yang hanya 0.12%.
.
Setahun sekali suku Sasak merayakan kedatangan cacing Nyale ini dalam festival Bau Nyale di pantai Seger. Cacing ini ditangkap dan dijadikan bahan makanan seperti pepes Nyale yang dibungkus dengan daun pisang kemudian di bakar. Ada juga yang menjadikan Nyale sebagai penyedap makanan dan emping.

Tradisi Bau Nyale tahun ini akan diadakan pada tanggal 24-25 Februari 2019. FYI, Bau nyale ini adalah tradisi paling unik di Calendar of Event Kemenpar RI, pasalnya Puncak acara Bau Nyale diadakan setelah lewat dini hari hingga pagi tiba. Masyarakat berduyun-duyun turun ke laut untuk mencari dan menangkap cacing Nyale ini. Bayangin ribuan orang turun bersamaan ke laut jam segitu. Moment yang ditunggu-tunggu oleh para fotografer. 

Selanjutnya cacing nyale akan dimasak dengan beraneka cara kemudian disantap bersma-sama. Hmm.. Saya pernah lho makan Cacing Nyale, rasanya enak banget. Waktu itu saya makan yang di pepes. Udah gak kayak cacing bentuknya dan gurih. Kamu mau coba? datang aja ke Lombok tanggal 24-25 Februari nanti. 
.
Nah untuk tau Kisah Lengkap tentang Bau Nyale dan Putri Mandalika : https://bit.ly/2SjqW17
Share:

Milly & Mamet (2018) Ini Bukan Cinta & Rangga (Review)



Berawal dari dipertemukan kembali genk cinta dan Mamet dalam sebuah reuni, Milly yang sedang badmood oleh pacarnya terpesona oleh kepolosan dan kebaikan Mamet. Ketika sempat bingung karena ditinggal begitu saja oleh pacarnya karena harus balik duluan untuk urusan kantor, Mamet hadir sebagai kesatria dan menawarkan cokelat enak dan menawarkan untuk mengantar Milly pulang. Mamet berhasil dong ngajak Milly pulang bareng walau berujung nahas karena mobil bututnya tiba-tiba mogok di jalan. Mamet meminta maaf karena itu, penuh penyesalan, tapu di luar dugaan, Milly malah enjoy bisa berduaan dengan Mamet sambal nungguin montir datang bahkan ketika genk Cinta menawarkan diri untuk mengantar Milly, Milly malah memilih menunggu montir bersama Mamet. Dari sanalah cinta mereka tumbuh dan berjalan dengan mulus hingga akhirnya mereka menikah.

Kalau kalian pernah nonton AADC 2, kan ada tuh di adegan terakhir AADC 2 (2016), Rangga (Nicholas Saputra) dan Cinta (Dian Sastrowardoyo) terlihat memberikan selamat kepada Milly dan Mamet untuk kelahiran sang buah hati yang awalnya penonton kira adalah anaknya Rangga dan Cinta. Jadi kisah yang ingin diangkat dalam Film ini adalah tentang pahit manis keluarga muda Milly dan Mamet. Tentang sisi terdalam dari kedua karakter polos dari Milly dan Mamet.

Sejak bapaknya menderita diabetes, Mamet mulai menekuni dunia kuliner sehat dengan tujuan bisa membuat makanan enak tapi sehat untuk bapaknya. Mamet meski culun-culun gitu, dia punya hati yang tulus, punya misi dan kemauan yang kuat. Meski kadang tulalitnya sama kayak Milly Mamet dewasa adalah pria baik yang bertanggung jawab dan rela mengorbankan mimpinya untuk orang-orang tercinta. Sebelum mahir memasak, Mamet suka desain grafis dan harus ia tinggalkan demi mempelajari makanan sehat untuk sang bapak, setelah menikah dan jatuh cinta pada dunia kuliner sehat, Mamet kembali harsu berkorban meninggalkan dunia masak memasak untuk memimpin pabrik konvensi milik mertuanya alias bapaknya Milly (Roy Marten).

Milly sendiri meski masih tetap tulalit, ia tumbuh menjadi wanita dewasa yang saying keluarga dan patuh pada suami. Kariernya di bank ia tinggalkan untuk mengurus bayi lucunya Sakti. Kehidupan mereka terlihat baik-baik saja dan sempurna, Mamet berusaha menikmati profesinya meski tak sesuai passionnya.

Drama di mulai ketika Mamet tak menuruti perintah mertuanya tentang orderan kain. Mamet resign. Muncul Alexandra (Julie Estelle) teman  dari masa lalu mamet yang tiba-tiba datang membawa kembali mimpi mereka semasa kuliah. Milly yang mulai jenuh karena berkutat di rumah melulu. Drama yang dibalut komedi ini benar-benar entertaining. Penuh tawa dan juga makna.

Bukan Cuma Milly dan Mamet yang bisa mengocok perut karena tawa, kemunculan trio pegawai konveksi mertua Mamet juga tak kalah memgocok perut, ada Lela (Dinda Kanya Dewi), Somad (Bintang Emon) dan Iin (Aci Resti) menawarkan joke receh yang sukses membuat penonton terpingkal-pingkal. Buat saya ini adalah salah satu selling point utama dari Film Milly & Mamet. Saking recehnya, penonton tidak dituntut untuk berpikir keras untuk bisa mencerna adegan lucu yang tersaji. Ringan mengundang tawa tapi sungguh berat bisa mengakhiri tawa setelahnya.

Kejutan lainnya adalah Rika (Isyana Sarasvati) yang menjadi sekretaris James (Yoshi Sudarso) yang merupakan kekasih Alex skelaigus pemodal utama untuk mimpi Alex dan Mamet. Meski perannya sangat kecil dan singkat, Isyana Sarasvati benar-benar menarik perhatian dan mengundang gelak tawa. Aktingnya natural banget, saya sampai mikir ini kayaknya gak baca script deh tapi natural aja gitu. BIsa banget ternyata cewek secantik Isyana Sarasvati yang seorang penyanyi papan atas acting kocak dan bagus banget.

Jadi jelas, meskipun penuh kekocakan film ini dramanya juga bisa bikin mata sembab lho, siapin tissue kalau mau nonton karena selain drama yang bikin terharu humornya juga bikin ketawa sampai nangis. Ini membuktikan bahwa pemain-pemain film ini jelas brilliant semua. Bahkan pemain yang baru memulai debutnya seperti Isyana. Ernest berhasil membuat sebuah film keluarga yang segar, membuat kita berpikir “hmm.. gini ya, hmmm iya juga sih” lalu tertawa terbahak-bahak.

Film ini memberikan banyak pelajaran untuk kita yang sudah menikah maupun yang sedang merencanakan menikah. Lewat film ini kamu bisa kembali berpikir apa yang harus dipersiapankan apa yang harus dilakukan sebelum menikah dan setelah kamu menikah. Bukan hanya soal cinta tapi soal hidup bersama dan bekerjasama dengan pasangan dan keluarga pasangan hidup kita. Tentang tidak menjadi egois, tentang kerelaan menjalani hidup bersama dan tentang kuatnya feeling seorang istri pada keselamatan dan kebahagiaan suami. Jadi menurut saya, kisah cinta Milly dan Mamet ini meski penuh humor jauh lebih dewasa daripada kisah  Rangga dan Cinta yang penuh ratapan puisi-puisi romantis Rangga yang masih belum jelas akan berpijak dimana dan bagaimana. Milly dan Mamet sudah jelas, arah dan tujuannya. Membesarkan Sakti, menjaga keharmonisan hingga akhir waktu.

Peran-peran lain yang meski kecil tapi menarik perhatian adalah hadirnya Jojo (Eva Celia) yang berperan sebagai tetangga Milly, seorang wanita karier yang sering dibuat gelisah oleh pacarnya. Eva Celia memiliki kemampuan acting yang bagus dan natural sayangnya disini perannya terlalu kecil. Kemudian ada Mak Ijah (Melly Goeslow) Selebgram tukanhg makan yang kerjaannya mereview makanan-makanan enak. Gilak! liat the Melly makan beneran bikin ngiler. Perannya meski kecil tapi membawa tawa dan keharuan juga sih di ending dilm ini. Juga beberapa peran-peran kecil lainnya yang merupakan pelengkap penting film ini meski pemainnya saya tidak kenal hehehe.

Bagian yang saya tidak suka dari film ini adalah bagian scene nya Ernest sih. Saya pikir tidak perlu terlalu menunjukkan diri bahwa ia berasal dari etnis tertentu. Seperti ketika ia menyebut dirinya aku kan kong khu chu, terus Bahasa-bahasa china yang terkesan dipaksakan banget untuk ada dalam film ini. Terlihat sekali Ernest ingin diakui, tak perlulah menurutku karena memang sudah diakui kok. Toh karakter karakter yang lain kita gak tau dari etnis apa, agama apa, dsb. Hanya tokoh Ernest yang berusaha memperlihatkan identitasnya. Ya ini pendapat saya sih, jika kalian mikirnya lain ya itu juga terserah pendapat masing-masing.

Overall saya paling suka karya Ernest yang satu ini. Buat saya ini film komedi paling saya jagokan di tahun 2018 ini. Moment tayangnya juga tepat banget di musim liburan sekolah. Semoga bisa merajai box office Indonesia di tengah ramainya film-film horror saat ini.







Share:

Kafir (2018), Depresi Karena Bersekutu dengan Setan

Ketika film ini tayang di bioskop Lombok sedang waspada gempa yang datang bertubi-tubi. Jangankan masuk bioskop, masuk rumahpun saat itu adalah hal yang menakutkan. Meski dapat nonton streaming saya cukup puas bisa menonton film ini. Jujur sejak awal muncul dan liat trailer saya berpikir aaah paling gak lebih bagus dari Pengabdi Setan nih. Tapi beberapa teman di luar daerah sempat rekomendasiin. Akupun penasaran. Dan malam ini, meski agak enggan nonton horror sendirian di rumah toh akhirnya nonton juga dan kelar. 

Film ini adalah jenis film horror yang ketika abis nonton bukan hanya jadi parno tapi juga jadi membuat kita bergumam..kayak "Hmm jadi seperti itu ternyata.." Ngeri juga ya .." atau "Gilak bisa ya begitu!" dan buat saya film yang berhasil bikin saya bergumam seperti itu artinya film bagus. Semacam ada informasi baru, pesan moral dan pelajaran baru yang saya dapat ketika selesai menonton. Oke kita lanjutkan ya.


Jadi film ini bercerita tentang sebuah keluarga yang hidup damai dan harmonis tiba-tiba saja mengalami kejadian tak terduga. Di suatu makan malam di meja makan, sang bapak tiba-tiba kesakitan mengeluarkan beling dari mulutnya dan meninggal. Sejak saat itu, kedamaian keluarga itu mulai terusik. Sang ibu mulai mendapatkan teror-teror gaib yang ia simpan sendiri dan menjadi tekateki memusingkan buat dua anaknya. Lantas mereka mulai menyelidiki apa yang terjadi dengan keluarganya. Konfilk dan keseraman dalam film ini di mulai disini.

FYI, meskipun judulnya sama film ini bukan remake atau reboot dari film Sujiwo Tedjo dulu. Film ini memiliki cerita yang kuat, dengan alur yang penuh twist yang bikin kita menduga-duga. Aslii bikin greget dan atuuut.  Aku dan kalian pasti suka film Pengabdi Setan karya Joko Anwar, coba deh nonton film Kafir (2018) ini, aku  yakin pandangan kalian akan berubah. Horror yang ditawarkan sama sekali gak murahan. Gak yang ngagetin dengan musik-musik yang lebih seram dari hantunya. Film ini benar-benar bikin gak santai sama kejutan-kejutan halusnya yang bikin aku harus melihat layar dengan ekor mata doang. Twist-twist di film ini benarbenar juara!


Paling suka dengan tone dan sinematografi yang classic Stylist mirip-mirip tone gambar film-film hollywood. Cinematografi yang gak biasa dan bikin enak mata menonton menjadi nilai plus buat film ini. Karena menurut saya sebagus apapun cerita film kalau sinematografy nya biasa aja ya tetap gak menarik. Apalagi film ini di dukung oleh pemain yang aktingnya benar-benar ngeblend dengan karakter yang diperankannya. Putri Ayudia sebagai Sri yang total banget dan mengerikan. Lalu, ada Teddy Syach sebagai Herman yang menarik perhatian meski hanya tampil di awal film dan membuka cerita. Kemudian, ada Nadya Arina sebagai Dina dan Rangga Azof sebagai Rangga. Mereka bisa banget gitu  memerankan keluarga utuh yang bahagia sekaligus merana seketika karena terror-terror gaib yang menyerang. Aktor legendaris, Sujiwo Tejo yang dulu bermain di film dengan judul yang sama kembali memerankan dukun bernama Jarwo. Meski film ini bukan film lanjutan, sosok Sujiwo masih bisa bikin ngeri aja. Asli Ngeri banget. Ga suara, gak wujudnya semua ngeri tulen. Lalu, ada Nova Eliza sebagai Leila, Indah Permatasari sebagai Hanum, dan Laksmi Notokusumo sebagai nenek di rumah Jarwo. Mereka adalah kejutan-kejutan di film ini.


Sekali lagi film ini berhasil merebut perhatian, kemarin-kemarin saya boleh bilang film horror terbaik indonesia saat ini adalah Pengabdi Setan tapi setelah nonton Kafir yang ini, ini yang juara! Secara keseluruhan. Baik Cerita, Alur, Latar, Cinematografi, Tone, Soundtrack dan tentu saja pemainnya.

Untuk film ini saya kasi bintang 9 dari 10. Karena Kesempurnaan hanya milk Tuhan, :)

Kamu udah nonton belum, genks? Kalau belum coba deh nonton. Selain dapat sensasi takut-takut juga bakalan dapat pesan moral dan informasi baru tentang dunia per-santet-an.

Ini Dia Trailernya

Share:

Famtrip Genpi Lombok Sumbawa, Dari Dasar Laut Sekotong sampai Ke Atas Bukit Merese

Lombok itu masih perawan! setidaknya itu yang saya rasakan ketika kemarin mengikuti Famtrip Genpi Lombok Sumbawa bersama 35 orang yang masing-masing merupakan anggota Genpi Lombok Sumbawa, Genpi Jakarta, Genpi Lampung dan dari Kementrin Pariwisata Republik Indonesia ke destinasi-destinasi indah dan unik di Lombok Barat dan Lombok Tengah.

Snorkeling di Gili Rengit dan Gili Layar


Trip dua hari ini dimulai dengan island hopping dari Gili satu ke Gili lainnya. Gili pertama yang menjadi tujuan adalah Gili Gede di wilayah Sekotong, Lombok barat. Gili Gede dengan pasir putih yang indah dan garis pantai yang cukup lebar serta perairan yang dangkal sangat cocok untuk liburan keluarga. Di Gili Gede kami tidak lama karena disini kami selain menikmati pantainya, disini kami makan siang dan sholat zuhur. Karena tujuan berikutnya adalah snorkeling di dua gili. Gili Rengit dan Gili Layar. Saya baru pertama kali kesini. Selama ini spot snorkeling yang pernah saya coba cuma di Pantai Senggigi dan Gili Nanggu, saya pikir itu udah bagus banget ternyata di Gili Rengit dan Gili Layar jauuuuuuuh lebih bagus lagi. Benar-benar saya terpesona dan rasanya tak ingin keluar dari dalam air. Terumbu karang yang besar-besar dengan bentuk serta warna yang unik, ikan-ikan yang cantik nya masyaallah... Amat sangat indah. Sayangnya saya tidak bawa housing underwater untuk kamera saya tapi tanpa kamera saya benar-benar fokus menikmati pemandangan bawah laut yang sangat luar biasa. Kerennya lagi gili ini masih jarang dikunjungi. Sepi banget, serasa pulau pribadi. 

Sekarang saya semakin percaya kalau Lombok itu serpihan surga. Ini baru secuil yang saya lihat. Masih ada buaanyaaak sekali gili dan spot snorkeling yang bisa jadi jauh lebih indah dari yang pernah saya lihat. Yuk rencanakan liburan kalian ke Lombok. Lombok tak akan pernah membuat kalian kecewa dengan keindahannya yang tiada tara.

Sepulang dari Gili-gili ada hal yang sampai saat ini masih meggangganjal sih. Bikin pengen balik lagi kesana. Jadi di tempat kita naik boat menuju Gili-gili ada lokasi penjualan Gurita. Gilak. Akutu pecinta Gurita banget. Nulis ini aja aku sambil ngilerr haha. Gurita disana segar-segar, besar-besar dan astaga murah-murah. Satu kilogram cuma 50ribu doang dan satu kilogram itu bisa naik dua ekor. duh! Udah hampir deal untuk beli eh saya baru ingat di mobil ada teman-teman yang pasti akan terganggu dengan wanginya Gurita sepanjang perjalanan. Finally, saya naik mobil dengan perasaan yang aneh. Sedih-sedih ngiler gimana gitu. Muncul wacana. Saya akan kembali untukmu, Gurita!

Explore Budaya  di Desa Sukarara, Desa Penujak, dan Desa Adat Ende


Hari kedua, kami menuju wilayah selatan Lombok Tengah. Perjalanan yang sangat seru dengan orang-orang yang seru ini dimulai dengan mengunjungi desa penghasil gerabah, Desa Penujak namanya. Di desa ini, ibu-ibunya kompak banget, kerjasama bikin gerabah-gerabah cantik dan unik. Tangannya cekatan banget. Disini kami disambut dengan musik gending dan gamelan khas Sasak yang seru abis. Jugaada welcome drinknya euy, Kopi Hitam  Sasak yang sedaaap. Selama didesa ini saya dan yang lain jadi tahu bahwa penghasil gerabah di Lombok ternyata bukan cuma di desa Banyumulek Lombok Barat melainkan juga ada di desa Penujak Lombok tengah. 

Di central tenun desa Sukarara lebih seru lagi, disini kita bisa menjumpai aneka jenis dan motif kain tenun khas Sasak, mulai dari tenun Subahnale, Motif kangkung, Rangrang, dan sebagainya ada disini dengan harga yang bervariasi. Serunya disini kita bisa melihat langsung proses menenun, kita juga diberikan kesempatan mencoba untuk menenun langsung. Begitu tahu boleh mencoba pakaian adat sasak dengan gratis kami langsung mencoba memakai pakaian adat Sasak dan berfoto di bangunan rumah khas Lombok yang berbentuk Lumbung dengan bentuk atap yang khas sekali.  




Perjalanan berikutnya menuju Desa Ende. Selama perjalanan gilak seru banget, semuanya dangdutan dan benar-benar bikin perjalanan terasa berkesan. 

Selama ini wisatawan yang berkunjung ke Lombok pasti lebih mengenal desa Adat Sade daripada desa adat Ende atau yang lainnya. Dua desa ini sama-sama memiliki keunikan tersendir dan kali ini saya berkesempatan menelusuri desa Adat Ende yang unik ini. Desa Adat Ende tidak terlalu luas, sejak masuk gapura desa kita akan menjumpai bangunan-bangunan dengan bahan dasar bambu. bahkan mushallah juga terbuat dari bambu. warga desa sehari-hari memakai paaian khas sasak, yang ibu-ibu memakai Lambung dan bapak-bapak dengan sapu dan kain Sasaknya. Karena bangunan-bangunannya yang khas, desa ini jadi instagramable banget. Paling berasa sih jadi kayak kita liat lagi kehidupan masa lampau suku Sasak di Lombok. Kearifan lokal masih terjaga dan asli. 

Tak kalah seru lagi waktu semua pengunjung yang sudah berkumpul di sejenis balairung gitu disuguhi atraksi seni ketangkasan Perisean. Dua pria dewasa dengan Penjalin (sejenis tongkat pemukul) dan Tameng saling berhadapan dan fight! Uniknya Perisean ini bukan untuk gagah-gagahan semata. Ada tari-tarian nya gitu sebelum mulai saling serang, wasitnya kocak banget pas nari-nari. Perisean pada zaman dahulu adalah bentuk latihan dan juga untuk tarung antar lelaki dalam rangka memperebutkan sesuatu secara adat. Bukan sembarangan. Tapi di zaman sekarang Perisean menjadi hiburan untuk wisatawan yang memiliki makna tentang ketegasan, kekuatan lelaki dan sportifitas. 

FYI, di desa Ende ini juga ada gallery khusus hasil kerajinan tangan warga. Di pajang secara khusus dalam sebuah bangunan gallery yang bisa dikunjungi atau langsung dibeli oleh pengunjung. Semua benar-benar homemade, hasil karya ibu-ibu, mbak-mbak dan bapak-bapak Desa Adat Ende, kalau kalian nanti ke Ende, dibeli ya sebagai bentuk dukungan kepada mereka agar tetap semangat melestarikan budaya. 







Jalan-jalan di Kuta dan Sunset di Bukit Merese

Pantai Kuta sekarang udah keren banget genks! Sejak masuk dalam program 10 destinasi prioritas, Panyai Kuta berbenah dengan amat sangat menawan. Pantai yang memiliki pasir unik ini dibuat sedemikian megah dengan tribun yang menghadap ke laut, taman-taman, ruang untuk bermain, berjalan, berlari, camping, spot ramah anak, dan lainnya. Pantai Kuta dibuat benar-benar nyaman untuk dikunjungi smeua usia, bayi, anak-anak, remaja, dewasa maupun lansia. Keindahan pantainya tak pernah pudar malah semakin keren. Banyak spot untuk membuat konten instagram atau channel youtube kalian.

Terus, buat yang pernah ke Lombok pasti tidak asing dengan bukit Merese, walaupun mungkin belum kesana. Bukit Merese ini benar-benar primadona para wisatwan dan instagramer. Bukit nan luas dengan padang rumput yang menutupi seluruh punggung bukit terus viewnya lautan yang Masyaallah indahnya. Pas berdiri di atas bukit mereka kiri kanan depan belakang kita itu view nya memanjakan mata banget. Kamu pasti bakal berdecak kagum terus kalau kesini smaa kayak kami kemarin waktu melanjutkan perjalanan ke Bukit Merese setelah dari desa Ende. Meski udah berkali-kali kesini tapi tetap aja kagum dan seolah baru pertama kali datang. Setiap sudutnya adalah spot foto! So kalau kesini siapin memori yang banyak ya. 

Sunset di bukit merese itu amazing banget! Momen sunset yang sebenetar itu saya manfaatin banget buat ambil gambar sebanyak-banyaknya. Gitu juga dengan teman-teman yang lain. Semua sibuk memotret, dipotret, bikin video dan sebagainya. Alam Lombok memang luar biasa. Bukan hanya pantai-pantainya tetapi budaya, tradisi dan bukit nya surga banget!



Pokoknya kalau ke Lombok kamu bakal dapat banyaaaak banget kesan dan pengalaman yang seru. Di jamin!

Tonton Keseruan Famtrip genpi Lombok Sumbawa di bawah ini :





Share:

Perang Topat, Bukti Toleransi itu Asik, Genks!

Finally tahun ini berkesempatan lagi untuk datang ke event budaya tahunan di Pura Lingsar, Perang Topat. Setelah tahun-tahun kemarin terlewatkan mulu karena kelupaan hehe. Jadi ini adalah kali kedua aku ke acara ini. Pertama kalinya duluu banget sekitar tahun 2008 kalau gak salah waktu itu dapat tugas live report dari radio tempatku siaran. Dan waktu itu superr meriah dan heboh perangnya. Sampai-sampai aku harus berlindung dan cari tempat aman biar ga kena lempar Topat bulat-bulat kecil itu. Eh kena juga. Seru banget sih. Sayangnya saat itu belum punya kamera yang mumpuni buat mendokumentasikan.



Anyway,  Apa itu perang topat? Jadi menurut narasumbernya tadi, Perang Topat adalah acara puncak dari berbagai kegiatan keagamaan umat hindu dan islam di wilayah Lingsar, Lombok Barat. Umat Hindu baru selesai sembahyang Puja Wali dan Umat Muslim merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Nah karena kedua umat beragama ini hidup berdampingan sejak ratusan tahun lalu, Perang Topat menjadi tradisi bersama yang merupakan wujud toleransi diantara pemeluk agama Islam dan Hindu. Jadi Perang Topat ini bukan ritual agama hindu semata tapi juga bentuk kegembiraan dan rasa syukur umat Islam juga. Tenang gaes, Topat alias Ketupat yang jadi senjata perangnya ini bukan hanya untuk dimakan ya tetapi juga dibawa pulang oleh warga untuk beberapa manfaat sesuai dengan keyakinan masing-masing. Jadi topatnya gak akan sia-sia kok. 

Sebelum Perang Topat dimulai, ada Tradisi mengarak Kerbau mengelilingi taman Pura Lingsar. Kerbau ini di arak oleh tokoh masing-masing agama dengan memegang tali di sisi kiir dan kanan si kerbau.  Eh kok kerbau? Kenapa bukan Sapi? atau Babi hiiii hehe. Iya juga sih, mengingat di Lombok sulit banget nemu kerbau. Aku aja belum pernah liat langsung Kerbau di Lombok. Kemana-mana ketemunya Sapi mulu, ke Desa-desa teman ketemu Sapi, ke Pasar Sapi, ke Bakso adanya Sapi, Ke Alfamart eh penyedappun rasa Sapi. Lalu kenapa tiba-tiba untuk acara ini harus kerbau? Ternyata ada filosofi yang keren banget tentang toleransi disini guys. Kerbau merupakan simbol penghormatan dan saling mengharga antara umat islam dan Hindu karena Sapi adalah hewan suci bagi umat Hindu dan babi adalah hewan yang dilarang untuk dikonsumsi bahkan disentuh dalam ajaran Islam. So, Kerbau lah yang menjadi korban. Banyak pahalamu, Bo!

See? 
Menyikapi perbedaan itu harus dengan saling mengenal dulu dengan sebaik mungkin. Jika tak kenal baik bagimana caranya kita tahu apa yang boleh dan tidak boleh dalam agama lain. Setelah kenal kita bisa saling menjaga, slaong menghormati dan menghargai. Point utamanya untuk damai itu kita haraus menekan ego. Nekan ego gak bikin mati kok gaess. Toh batasan toleransi juga jelas dan tidak menyusahkan pihak manapun karena sudah saling mengenal dan saling menghormati. Toleransi itu gak sulit, genks!

Jadi kalau ada yang koar-koar memprovokasi dan menjelek-jelekan agama tertentu jangan mau ikutan ya genks! kita harus waras dan sadar bahwa kita ini memang berbeda dan jelas gak bisa sama tapi kita bisa bersama-sama. Karena bersama gak mesti sama kan?  Bayangin kalau anggota tubuh kita sama semua, misal kepala semua, atau tangan semua kan gak lucu. Malah serem. Begitu juga bermasyarakat kita harus mensyukuri perbedaa yang ada, karena berbeda kita bisa saling mengenal dan saling mendukung satu sama lain. Misalnya pada saat perayaan hari besar agama tertentu, umat agama lain membantu misal menjaga keamanan, lalu lintas dll, gitu juga nanti sebaliknya. Indah dan seru ya berbeda itu. Asaaal.. jangan egois! Jangan maunya diperhatiin, diprioritasin tapi gak menghargai orang lain. Itu sama aja menabuh genderang perang.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal
Tuh ada di Al Qur'an Surat Al Hujarat Ayat 13 tentang pentingnya berbeda-beda. Karena kita berbeda kita semakin banyak pengetahuan. Karena kita berbeda kita gak jadi LGBT. Karena kita berbeda kita jadi punya banyak tanggal merah. Karena kita berbeda kita punya banyak teman dengan latar belakang berbeda juga jadi ceritanya pasti seru. Ah yang gak suka perbedaan itu jangan-jangan... hehehe
Intinya genks, mari melihat Pesan Moral dan hikmah dari Perang Topat ini. Jangan mikir yang berat-benat nanti sulit bahagia yang penting rajin sholat, rutin mengaji, penuhi keawajiban rukun iman dan islam. Udah! Selebihnya perbanyak kebaikan, berpikir dan berprasangka baik, dan jangan lupa sesekali piknik yang jauh ya biar pikiran lebih terbuka dan hati menjadi lapang. Bumi Allah terlalu luas untuk kita hanya berdiam diri dan menerka-nerka kesalahan orang lain. 
Salam Pesona Indonesia!
Foto-foto Perang Topat 2018




Share:

5 Adegan Paling Mendebarkan di Film Suzanna : Bernafas Dalam Kubur (2018)


Film Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur yang digarap rumah produksi Soraya Intercine Films telah tayang di bioskop Indonesia sejak 15 Oktober 2018. Film ini cocoknya disebut apa ya? Adaptasi? Reborn? remake? kalua saya liat sih lebih tepat disebut reborn ya. Seperti Warkop Reborn gitu karena dalam satu film ada beberapa adegan yang diambil dari beberapa film Suzanna pada zaman dulu.  Film yang di direct oleh dua sutradara Anggy Umbara dan Rocky Soraya ini dibintangi oleh Luna Maya sebagai Suzzanna yang benar-benar total dalam perannya. Bukan hanya aktingnya yang benar-benar mirip tetapi Luna juga rela wajahnya dipermak mirip abis dengan Suzanna. Walaupun karena make up latex yang menempel di wajahnya membuat ekspresi nya agak sulit. Wajahnya terlihat terlalu kaku degan lobang hidung yang kecil sebelah bahkan terlalu kecil saya liat. Keuntungannya make up ini membuat Luna terlihat pucat serem kayak mayat hidup beneran.   

Nah, disini saya ingin bagi sedikit spoiler hehe, gak apa-apa lah kan udah lebih sejuta tuh yang nonton. hehehe. Film ini komplit sih karena menghadirkan banyak adegan. Drama, Romantisme, Tragedi, Komedi, Thriller dan Horror. Komplit deh. Meski saya agak tidak terlalu nyaman dengan sosok Satria suami Suzanna yang seperti gimana ya, ga pas aja gitu. Mungkin karena porsi scene Satria gak banyak jadi tanggung padahal akting sodara saya ini keren banget lho, sayangnya saya masih seperti melihat Zainuddin di diri Herjunot Ali di film ini. Over All saya ikutan sedih waktu Satria meluk jasad Suzanna yang telah terkubur sekian minggu (anehnya gak rusak jenazahnya hehehe)

Over All, film ini dapat nilai 4 of 5 Stars dari bangajie.com



Terus disini saya mau bagiin 5 adegan paling bikin tegang dari berbagai adegan lain di film ini. Simak terus.


1. Pembunuhan Suzzanna

Pembunuhan terhadap Suzzanna dilakukan oleh empat orang karyawan Satria (Herjunot Ali), suami Suzzanna. Mereka adalah Jonal (Verdi Solaiman), Umar (Teuku Rifnu), Dudun (Alex Abbad), dan Gino (Kiki Narendra). Keempatnya menyelinap dan merampok barang-barang berharga di rumah tersebut. Ketika Suzanna dan para pembantunya menonton layer tancap. Sialnya Suzzanna pulang duluan karena mual dan memergoki mereka, maka terancam lah nyawanya. Keempatnya mengejar Suzzanna yang mencoba membela diri hingga akhirnya perut Suzzanna tertembus benda tajam.

2. Dudun Terlilit Tali

Dudun (Alex Abbad) menjadi sasaran pertama Suzzanna yang tewas ditangannya. Dudun diteror Suzzanna. Ketika tidur, Dudun terbangun dan dipanggil-panggil oleh hantu Suzzanna. Dudun mengejar Suzzanna hingga ke sebuah pabrik manufaktur. Di situ, Dudun yang merasa ketakutan tanpa sengaja terlilit tali. Tali itu menjerat tubuh Dudun hingga kepalanya terputus. You Know guys, semua adegan mengerikan di film ini seperti beneran. Real banget! 

3. Penusukkan Gino tanpa ampun

Hantu tidak membunuh, tapi meneror dan membuat manusia berhalusinasi. Kejadian itu menimpa Gino (Kiki Narendra) yang tewas ditusuk-tusuk oleh Jonal (Verdi Solaiman) lantaran dikira sebagai Suzzanna. Ketika itu, Jonal yang merasa ketakutan akan teror Suzzanna mencoba mengejarnya. Suzzanna mengiring Jonal ke kamar Gino. Ketika pintu dibuka Gino, Jonal yang tengah berhalusinasi  mengira itu hantu Suzzanna, tanpa belas kasihan menusukkan pisau berulang kali ke perut Gino. Benar-benar menegangkan.


4. Mencari tahu kebenaran Sundel Bolong

Nah adegan ini selain menegangkan, bakal membuat tertawa terbahak-bahak. Mia (Asri Welas), Rojali (Opie Kumis), dan Tohir (Ence Bagus), yang merupakan pembantu rumah Suzzanna merasa curiga majikannya adalah sundel bolong. Mereka pun menyelinap ke kamar Suzzanna. Rojali membawa dua benda: kain kafan dan cermin untuk mengetahui yang sebenarnya. Adegan menegangnkan, namun dipadu rasa komedi membuat adegan ini bisa dibilang paling menarik. Hingga mereka mengetahui identitas asli majikannya. Saya menonton adegan ini sambal bergidik sekaligus ketawa geli liat acting kocak Opie Kumis, Asri Welas dan Ence Bagus. Mereka benar-benar membuat film ini semakin menarik.


5. Ayunan Bergerak

Dalam adegan terakhir film, kalian akan melihat ayunan yang berada di rumah Suzzanna bergerak sendiri. Rumah tersebut menjadi angker. Rupanya, itu adalah arwah penasaran Suzzanna dan Satria yang telah meninggal. Mereka tetap bersama hingga alam lain.

Apakah akan ada seri Suzanna selanjutnya? Kalau disuruh milih film lama Suzanna yang mana yang ingin kalian liat di next Suzanna movie? Tulis di kolom komentar dong!



Share:

Hanum & Rangga (2018), Faith and The City Review

Pertanyaan besar di film sebelumnya masih menjadi yang menonjol di film ini : Would World Be Better Without Islam?
Masih bercerita tentang Rangga (Rio Dewanto) dan Hanum (Acha Sptriasa), pasangan suami istri yang tengah ke New York dari Vienna untuk project Hanum. Project sukses dan mereka harus kembali ke Vienna, disinilah masalah mulai menghampiri.

Selamat membaca review ala ala ini, genks.

Tepat saat akan naik Taxi, tawaran untuk magang di TV besar di Amerika datang. Hanum bimbang. Ia harus menemani Rangga kembali ke Vienna ketika mimpinya sejak kecil kini di depan mata. Hanya harus menjawab ya atau tidak maka semua akan berubah.

Film Garapan Benny Setiawan ini memang seperti mengulang kisah yang sama dengan film sebelumnya. Setidaknya seperti itu pikiran saya setelah menonton Trailernya. Karena pertanyaan Apakah Dunia akan lebih baik tanpa Islam masih menjadi pertanyaan besar dalam film ini. Namun ternyata Sang Director berhasil memainkan cerita menjadi tidak mudah tertebak. Drama yang dibangun juga bagus meski agak memakan durasi untuk menuju ke scene drama itu.

Konflik-konflik yang dimuncul memberi pelajaran yang bagus tentang komunasi dalam rumah tangga, tentang keinginan-keinginan pribadi pasangan yang kadang tak sejalan dengan situasi dan kondsi bersama. Masing-masing pribadi memiliki mimpi masin-masing dan ini kadang  menghadirkan dilema yang berat. Di film ini kita akan melihat bagaimana Hanum dan Rangga menyelesaikan masalah ini.

Tokoh Azima dan anaknya Sarah kembali hadir. Bukan cuma Rangga yang berubah, Azima dan Sarah pun di film ini diperakan oleh orang yang berbeda, Jika di film-film sebelumnya Azima di perankan Rianty Cartwright di Film ini Titi Kamal dipercaya untuk memerankan Azima, Rangga diperankan oleh Rio Dewanto. Menurut saya tak ada masalah dengan Rio Dewanto karena dia berhasil membuat saya tak memikirkan Abimana sebagai Rangga terdahulu. Porsinya as banget. Yang jadi sedikit masalah akan Azima, terasa ada yang terlalu berbeda antara Rianty dan Titi Kamal jadi ketika scene Azima saya kesulitan untuk mencari relate film ini dan film sebelumnya.

Andy Cooper sang boss TV diperankan oleh Arifin Putra. Tak perlu diragukan lagi akting nya, karakter perannya dapat banget, menyebalkan dan sangat berhasil membuat penonton membenci karakter Andy Cooper yang kapitalis. Di dunianya hanya ada Rating, rating dan rating tinggi untuk acara tv nya. Tak peduli apapun. Bahkan perasaan orang yang ia jadikan narasumber; Azkiyah (Alexandra Gottardo) yang suaminya juga merupakan korban peristiwa 9/11. Karena kejadian itu banyak muslim Amerika mengecam Hanum , hal ini membuat Hanum semakin semangat mencari cara untuk menjawab pertanyan Would World be Better Without Islam?

Ada banyak konflik sebenarnya yang dihadirkan dalam film ini. Dari sini saya mendapat pelajaran dan informasi bahwa betapa banyak hal yang harus dikorbankan dan dilakukan seorang reporter demi rating tinggi. Keluarga, sahabat dan diri sendiri.

Rumah tangga Hanum Rangga goyah seketika. Azima terseret, Andy Cooper terseret. Lalu apa yang akan terjadi? Sebaiknya kalian nonton langsung deh.

Oke, berbicara tentang sinematografi, sebagai awam saya merasa tidak ada yang istimewa dari sinematografi film Harum Rangga ini, tak jauh beda dari yang sebelumnya. Tidak ada sudut-sudut istimewa selain memperlihatkan suasana New York yang sebenarnya sering kita lihat di video-video atau di film-film lain. 

Yang surprise di film ini adalah hadirnya Alex Abbad dengan perannya yang berbeda dengan peran-peran sebelumnya. Disini lebih kemayu meski dengan jenggot menuntai dan he did it! Keren banget emang Alex Abbad ini. Hadirnya Ayu Dewi menambah warna dari film ini, tidak melulu drama rangga dan hanum. Hanya saja penggamabaran bahwa banyak orang Indonesia di sekitar mereka di New York agak-agak membuat saya berpikir aah masa sih .. gitu.  

Over All ini tontonan yang bagus di tonton bersama pasangan halalmu agar lebih saling memahami dan saling support dalam menjalankan Passion masing-masing. Tidak rugilah kamu membeli tiket dan menghabiskan 90 menit waktumu di dalam bioskop. Pesan moral tentang tujuan berumah tangga, tentang membela agama, tentang memanaj perasaan ada di film ini.


Untuk film ini saya kasi rating  3/5. 

Gimana komentarmu tentang film ini? Comment di bawah ya. Mohon maaf atas review yang tidak beraturan ini. Menulisnya curi-curi waktu hehe. Thanks for coming.. 
Share:

Radit dan Saumi yang Istimewa


Tahun ini saya dapat amanah banyak siswa istimewa (ABK/inklusi). Tadinya saya takut gak bisa handle mereka, secara ada lebih dari tiga anak dengan keistimewaan yang berbeda-beda. Saya kadang mikir "sengaja nih kepala sekolah saya ngasih kelas dengan banyak hal yang butuh perhatian biar saya gak sering izin ke luar kota hehehe". Tapi bismillah saya menerima tanpa expektasi apa-apa. Sejak awal dalam hati saya hanya berkata saya akan jadi teman main dan belajar mereka yang paling asik!

Diantara nya, ada dua anak yang benar-benar menonjol istimewa nya. Radit dan Saumi. Semakin kesini saya semakin sayang sama mereka karena sejak hari pertama kelas tiga mereka tidak pernah menyusahkan seperti yang dikeluhkan guru - guru mereka di kelas sebelumnya. Konon Radit suka tantrum tanpa alasan, Saumi sering teriak-teriak histeris tanpa alasan juga. Alhamdulillah sejauh ini saya belum pernah melihat hal itu terjadi.

Adit hanya tidak fokus belajar karena ia tertarik pada hal-hal dalam imajinasinya. Kadang ia merayap di lantai kelas, mengendap-endap sampe kolong meja teman-teman nya. 

Kadang suka datang ke bangku guru lalu memeluk saya sambil bilang 

"Pak Guru, ganteng. Jangan jadi jelek ya" hahaha. 

Kadang juga dia bilang "Pak guru jadi bapak kita yaaa😅.

Adit bisa menulis dengan metode meniru. Dia tidak bisa membaca dan berhitung. Belakangan sudah bisa mengenal huruf yang ia tulis sedikit demi sedikit. Semakin hari ia semakin senang menulis walaupun tidak bisa dibaca. Dia tidak mau pulang kalau belum selesai nulis. Saya sampai bengong kadang nunggu dia kelar nulis baru pulang padahal jam sekokah sudah selesai. Gitu juga tiap jadwal piket nya, pantang pulang sebelum bersih, gitu kita bikin tagline bareng-bareng.

Saumi beda lagi. Dia lebih tertutup. Kalau bicara tidak berani bertatap muka. Setiap hari hanya mewarnai dan menggambar. Tidak bisa menulis dan berhitung.

Setelag beberapa minggu mengenal Saumi saya semakin paham apa yang ia perlukan. Ia butuh pengakuan, butuh sanjungan dan sahabat. Saya pun berusaha mendekati dengan cara-cara yang ia sukai seperti tiap hari menyapa dengan senyum, ngajak tos, memuji gambarnya, memuji usaha menulisnya, dan terakhir saya tahu dia sangat menyukai Omar dan Hana. Dia akan lupa diri kalau ada lagu arau videp Omar dan Hana. Semakin hari terlihat juga hasilnya, Saumi lebih percaya diri.

Di video ini dia sedang bernyanyi mengikuti Omar Hana. Sebelun ini dia barus aja mempresentasi kan denah rumahnya (pelajaran IPS dan Bahasa Indonesia). Meski gambar denah rumahnya tidak rapi tapi dia bisa menyebutkan letak letak ruangan di rumahnya dengan baik. Setelah selesai presentasi dia minta di putarkan video Omar dan Hana. Subhanallah dia girang bukan kepalang. Dia bergaya seperti ibu guru katanya dia. Setelag presentasi ini dia semakin semangat menunjukkan hasil menulis dan menggambar nya walaupun ujung-ujungnya merayu 

"Pak Guru, boleh ke nyanyi Omar dan Hana?" tanyanya dengan logat khas Omar dan Hana.

Ya dia seperti masuk ke karakter kartun itu. Gayanya dan bicaranya persis tokoh kartun itu. Malaysia semua. Bisa ditebak tontonannya di rumah apa, bagusnya kartun Omar dan Hana ini memberikan pesan-pesan dan ilmu yang baik untuk anak-anak. Andai kertun-kertun anak semua begini ya.

Beruntungnya teman-teman yang lain memahami keadaan Radit dan Saumi. Mereka tidak terlalu terganggu, mereka juga tidak protes kalau saya memuji atau memberi nilai 100 untuk usaha Radit dan Saumi. Jika Radit mulai terlalu menganggu barulah mereka melapor ke saya.

Mereka semua memberikan banyak hikmah dan ilmu buat saya...

Share:

Featured Post

5 Adegan Paling Mendebarkan di Film Suzanna : Bernafas Dalam Kubur (2018)

Film Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur yang digarap rumah produksi Soraya Intercine Films telah tayang di bioskop Indonesia sejak 15 Oktob...

Instagram @herjunotajie sini

Blog Archive