![]() |
| Selamat jalan Bucit |
Melihat tubuh kaku itu, kita dipaksa berhenti sejenak dari lari kencang mengejar dunia. Kita sering berpikir bahwa kematian adalah urusan nanti. Urusan saat rambut sudah memutih, atau saat tubuh sudah renta. Tapi kepergiannya menampar kesadaran kita: Kematian bukan soal nomor urut. Ia bisa memanggil siapa saja, bahkan ibu muda yang masih sangat dibutuhkan oleh anak-anaknya, bahkan sosok cantik yang masih penuh energi.
Maka, untuk apa kita terlalu angkuh merayakan hari ini seolah esok masih milik kita?
Hidup ini sesungguhnya adalah perjalanan singkat yang menipu. Mau hari ini kita sedang di puncak kesuksesan, dipuja banyak orang, dan bergelimang harta; atau hari ini kita sedang terpuruk, dihina, dan menderita sakit— ujungnya sama. Semua skenario hidup itu, baik atau buruk, akan bermuara di satu titik henti yang bernama liang lahat.
Segala perdebatan, segala ambisi, segala rasa iri dan sakit hati, akan menjadi debu yang tidak berarti saat napas sampai di kerongkongan. Seringkali kita terlalu sibuk memoles "topeng" kehidupan. Kita takut terlihat miskin, kita takut terlihat gagal, kita takut tidak dihargai. Namun kita lupa takut pada satu hal yang pasti: Takut pulang tanpa bekal.
Sahabat kita telah mengajarkan bahwa dunia ini hanyalah ruang tunggu. Apa gunanya ruang tunggu yang megah jika kereta tujuan akhir akan membawa kita ke tempat yang menyengsarakan?
Hidup setelah mati, itulah kehidupan yang sebenarnya. Itulah rumah masa depan yang seharusnya menyita perhatian kita. Bukan tentang seberapa hebat kita bertahan hidup di dunia, tapi seberapa siap kita menghadapi pengadilan Tuhan setelahnya.
Terima kasih, Kawan, telah menjadi pengingat bagi kami yang masih lalai ini. Bahwa kain kafan tidak memiliki saku, dan satu-satunya harta yang bisa dibawa pergi hanyalah kebaikan yang pernah ditanam dan sujud yang pernah dilakukan.
Selamat jalan. Kami yang masih bernapas ini akan belajar bersiap. Bukan bersiap untuk hidup seribu tahun lagi, tapi bersiap jika giliran kami tiba esok pagi.

.jpg)
Comments
Post a Comment