Ah, hidup ini memang penuh intrik, kejutan, dan pelajaran. Apa yang kita cari dalam hidup ini tak selalu menjadi yang terbaik buat kita. Bisa jadi, apa yang kita miliki saat ini adalah yang terbaik yang diberikan Sang Pencipta.
Begitu banyak masalah yang kita hadapi terkadang membuat kita jengah dan tak jarang putus asa. Padahal, jika dipikirkan dengan tenang dan penuh kesabaran, sesungguhnya jalan keluar ada di depan mata.
Yah, itu karena kita manusia: tergesa-gesa, tidak pernah puas, dan selalu ingin menang atas semua manusia lainnya. Hidup kadang tak indah, tapi yakinlah itu adalah awal untuk menuju kebahagiaan yang sebenarnya. Masih ingatkah kamu tentang ulat yang harus menjadi kepompong yang buruk rupa sebelum menjelma menjadi makhluk cantik bernama kupu-kupu?
Sikapi hidup dengan optimis dan penuh keyakinan akan kasih sayang Allah. Siapa pun kita, apa pun jabatan, status, martabat, dan lingkungan kita, sadar atau tidak, yang kita cari dalam hidup ini hanya satu: BAHAGIA.
Yah, bahagia, Kawan. Tak ada yang lain. Kecil, tua, muda, lelaki, perempuan, semua mendamba bahagia. Maka semua dilakukan untuk mendapat bahagia itu. Kita mengenal berbagai macam bidang pekerjaan, dari yang halal sampai yang haram, dari yang santai sampai yang bekerja kasar; semua menginginkan kebahagiaan untuk dirinya dan keluarga.
Namun, banyak orang yang mengukur kebahagiaan itu dengan sangat rendah. Ada sekelompok orang (sebagian besar lebih tepatnya) menganggap bahwa hartalah yang bisa memberikan kebahagiaan, juga tahta, kemewahan, kecantikan, dan ketampanan. Padahal, sama sekali kebahagiaan itu tak bisa diukur hanya dengan hal-hal semacam itu.
Boleh jadi hari ini dunia berada di tanganmu, tapi apakah kamu sudah bahagia? Belum tentu, Kawan. Kalau kamu masih berkutat dengan hari-harimu yang penuh ketegangan, kompetisi, dan saling menjatuhkan, yakinlah hatimu sama sekali belum merasakan ketenangan.
Tapi lihatlah segelintir orang yang setiap harinya selalu merasa senang dan bahagia dengan kehidupannya. Ada apa dengan mereka? Padahal mereka bukan orang yang mempunyai segalanya, bukan orang yang "menggenggam dunia".
Mereka hanya orang-orang sederhana yang selalu mensyukuri apa yang mereka dapatkan; bersyukur dan ikhlas atas apa yang diberikan Allah. Mereka adalah orang-orang yang selalu optimis bahwa Allah akan selalu ada untuk menjaga dirinya dan keluarganya. Mereka adalah orang-orang yang berilmu, yang ilmunya bermanfaat dan akan menjaganya di dunia dan di akhirat kelak; bukan orang-orang berharta yang setiap hari pusing menjaga hartanya agar tidak berkurang.
Yah, merekalah orang-orang ikhlas dan penuh rasa syukur. Ketahuilah Kawan, sumber kebahagiaanmu adalah hatimu, perasaanmu. Maka sebisa mungkin tenangkan perasaanmu, niscaya hari-harimu akan penuh dengan keikhlasan, rasa syukur, dan KEBAHAGIAAN, insyaallah.
(aJie - Mataram, 13/10/08)
Comments
Post a Comment