Sumber : Disini
Kata
proyek berasal dari bahasa latin, yaitu proyektum yang berarti maksud
tujuan, rancangan, rencana. Jadi memproyeksikan berarti : merancang,
merencanakan dengan maksud dan tujuan tertentu. Mempunyai perencanaan yang baik
(planning) di dalam kegiatan-kegiatan tahunan dan sebagainya.
Dengan
kata lain, metode proyek yaitu cara mengajar dengan jalan memberikan kegiatan
belajar kepada siswa, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih,
merancang dan memimpin pikiran serta pekerjaannya. Anak-anak dilatih agar
berencana di dalam tugas-tugasnya.
Metode
proyek ini untuk pertama kalinya, diperkenalkan oleh John Dewey. Yang kemudian
dikembangkan oleh W.H. Kilpatrik. Di Eropa abad XX ini giat sekali
mengembangkan metode proyek ini. Di Indonesia metode proyek ini mendapat
perhatian yang besar dari kalangan pembaharuan pendidikan dan pengajaran.
Langkah-langkah
yang ditempuh melalui metode proyek ini yaitu :
Pertama
:
Merencanakan proyek yang akan dilaksanakan. Misalnya ; berapak kali kita
melakukan proyek selama satu tahun.
Kedua
:
Pengalokasian waktu, dengan menghitung berapa minggu diadakan proyek dalam satu
tahun. Misalnya untuk sementara waktu tiga kali dalam satu tahun sudah mencukupi.
Tiap-tiap masa belajar 2 ½ bulan lamanya, diselingi masa proyek kira-kira satu
bulan.
Mengenai
pengalokasian waktu, misalnya dapat kita beri contoh di bawah ini .
Contoh
alokasi waktu proyek dalam satu tahun :
|
Aug
|
Sep
|
Okt
|
Nop
|
Des
|
Jan
|
Feb
|
Mar
|
Apr
|
Mei
|
Jun
|
Jul
|
|
Masa
belajar
|
Masa belajar
|
Masa belajar
|
Masa belajar
|
Masa belajar
|
Masa
belajar
|
||||||
Ini
berarti jika dalam satu tahun ada 42 minggu kita pergunakan tiga kali dalam
setahun untuk pelajaran proyek. Tiap-tiap bagian misalnya 4 minggu untuk
proyek, maka dalam tiga bagian tersebut ada 12 minggu untuk proyek. Tentu saja
di dalam 12 minggu tidaklah penuh 100% untuk metode proyek tersebut.
Proyek
biasanya tidak lebih dari 50% dari waktu yang diperlukan. Jadi berarti hanya
dipergunakan waktu ± 6 minggu dalam 1 tahun. Atau hanya 1/7 bagian dari seluruh
waktu perjalanan/belajar yang disediakan. Dan ini waktunya tidak terlalu banyak
dan tidak pula terlalu sedikit (jadi sedang).
Keunggulan
metode proyek :
- Dengan pengajaran royek, dapat membangkitkan dan mengaktifkan siswa, dimana masing-masing belajar dan bekerja sendiri
- Melalui metode proyek memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk mempraktekkan apa yang telah dipelajari
- Melalui metode proyek memperhatikan segi minat, perbedaan serta kemampuan masing-masing individu siswa
- Dapat menumbuhkan sikap sosial dan bekerja sama yang baik
- Dapat membentuk siswa dinamis dan ilmiah dalam berbuat/berkarya
Kekurangan
metode proyek :
- Memerlukan perencanaan yang matang
- Tidak smua guru merencanakan/terbiasa dengan metode proyek. Sebab dengan metode proyek guru dituntut untuk bekerja keras dan mengorganisir pelajaran yang menjadi proyek secara terencana
- Bila proyek diberikan terlalu banyak, akan berakibat membosankan bagi siswa
- Bagi sekolah tingkat rendah (SD dan SLTP), metode proyek masih siulit dilaksanakan. Sebab metode proyek menuntut siswa untuk mencari, membaca, memikirkan serta dapat memecahkan masalahnya sendiri
- Dilihat dari segi aktivitasnya, organisasi sekolah menjadi tidak sederhana. Disamping memerlukan banyak fasilitas, tenaga dan finansial.
Comments
Post a Comment