Menulis memang
hobiku sejak kecil. Dulu sewaktu SD aku dibelikan sebuah diary oleh sepupuku
yang mondok dipesantren. Sejak saat itu
aku mulai senang sekali menuliskan apa yang telah ku kerjakan seharian dan
harapan-harapa untuk hari depanku. Kak Neneng (sepupuku) dan Diary Fido Dido
berwarna hijau itu adalah motivasi pertama aku hobi menulis.
Semakin hari,
aku semakin senang menulis karena kegiatanku juga semakin banyak. Misalnya
masa-masa SMP aku aktif sekali di Pramuka dan Palang Merah Remaja. Lalu aktif
juga di Majalah Dinding Sekolah dan OSIS. Banyak hal yang menyenangkan untuk di
tulis. Moment-moment sedih, lucu, bahagia dan sebagainya ada semua di diary.
Harapan-harapan juga tak kalah banyak. Harapan terbesarku dalam menulis –sejak SMP-
aku ingin sekali menerbitka sebuah buku. Buku yang nantinya akan terpampang
namaku di covernya sebagai penulis atau di akhir halaman aka nada nama dan
riwayat hidupku. Harapan yang indah bukan?
Namun, menjelang
SMA dan kuliah minatku menulis mulai menurun karena banyaknya pengaruh. Karena waktu
terlalu padat oleh pelajaran dan mata kuliahlah sampai karena situs jejaring social
yang mulai ramai sejak ku kenal internet tahun 2004 silam. Keranjingan menulis
tergantikan oleh keranjingan berinternet ria. Membaca artikel-artikel internet.
Berdiskusi dan bercengkrama dengan banyak orang di forum online, dan
sebagainya. Sampai akhirnya Awal tahun 2010 aku terpikir kembali pada
cita-citaku ingin punya buku sendiri. Tapi kali ini aku ingin banyak membaca
dulu, lalu aku mulai mengoleksi berbagai macam buku. Terutama Novel-novel dari
penulis beken.
Suatu hari di
facebook, entah dapat ide dari mana aku menuliskan keyword “penerbit” di kolom
pencarian. Tujuanku agar aku tahun buku-buku bagus yang baru terbit atau yang
direkomendasikan oleh penerbitnya langsung. Memang sih saat itu aku berpikir “ada
gak ya penerbit yang punya facebook?” dan hasilnya. Ada beberapa penerbit yang
online di facebook. Langsung saja ku add semuanya. Waktu itu aku real ingin
mencari buku-buku baru dan harusnya –menurut pikiranku- setiap penerbit
memberikan semacam tips kepada calon penulis tentang bagaimana menulis yang
baik atau bagaimana prosedur menerbitkan sebuah buku. Kenyataannya lain, ada
salah satu penerbit terkenal yang mengadakan kuis-kuis berhadiah buku dan
menurutku kuis itu gampang sekali. Pembaca disuruh menebak katar cerita, lalu
nama tokoh utama dan sebagainya. Alhamdulillah aku beberapa kali menang dan
mendapat buku-buku. Tapi itu tidak cukup membuatku membangkitkan motivasiku
untuk menulis. Sampai akhirnya Leutika “aktif” sejak beberapa lama setelah ku
add. Leutika membuat event menulis, bukan sekedar kuis berhadiah buku. Aku
mengikuti dengan penuh minat. Aku sempat mengikuti Audisi menulis Buku Crazmo
dan Hantu 911 dan Alhamdulillah belum menang. Paling tidak aku dapat
penghargaan pernah ikut olomba menulis, bathinku. Sejak saat itu semangatku
seolah dipecut. Aku mulai giat membaca artikel-artikel tentang bagaimana
menulis yang baik dan sebagainya. Lebih-lebih saat Leutika membuka peluang bagi
siapa saja yang ingin menerbitkan karyanya dalam bentuk buku dengan persyaratan
yang bukan mustahil untuk dilakukan oleh penulis pemula. Dengan leutikaprio
siapa saja bias menjadi penulis asal didukung oleh kemampuan dan keseriusan
menulis. Banyak teman-teman yang sudah berhasil menerbitkan bukunya di Leutika.
Sebuah kebanggaan tentu saja!. Mantan kepala sekolah SMA-ku saja tak mau
Ketinggalan. Bekerjasama dengan Leutika beliau menerbitkan Novelnya yang
Berjudul “Aku Naga Anak Samudera – Sepenggal Kisa Anak Samawa” dan aku sudah
punya buku itu tentu saja aku memesan langsung di Leutika.
Motivasi semakin
membara karena bersamaan dengan itu event-event Leutika tak pernah berhenti
malah semakin bertambah. Sebut saja Statom, Fiksi Foto, Lagu Opick Inspirasiku, Share
And Win, Asma Nadia Inspirasiku, LeutikaPrio
Challenge, Weekly Note, Paket Bagimu
Guru! dan Masih banyak lagi lainnya. Lalu seperti tak kenal lelah Leutika
membuat semacam program yang memudahkan siapa saja pencinta buku untuk
mendapatkan buku-buku bermutu lewat Mitel (Mitra Leutika) yang bisa diikuti
oleh siapa saja. Yah..siapa saja bias berlangganan buku murah pada Leutika. Sudah
diskon sampai 50% eh gratis ongkos kirim pula. Siapa yang tak mau?
Aku sangat
tersanjung saat pesanan bukuku tiba ditanganku dengan sangat cepat dan tentu
saja tanpa ongkos kirim. Sayangnya
untuk menjadi mitra Leutika dalam hal pembelian buku dalam jumlah banyak aku
belum mampu. Maklumlah kantong mahasiswa. Yang pasti Leutika telah menularkan
semangat yang positif padaku untuk selalu mencoba dan belajar tanpa lelah dalam
menulis.
Bayangkan,kawan!
Saat kau punya satu karya nanti kau tak perlu pusing hendak dibawa kemana karya
itu karena Leutika ada untukmu. Untuk karyamu! Lets Join..!

Wah... jadi tertarik banget, karena aku punya beberapa karya. Mau ngga ya Leutika menerbitkannya menjadi sebuah buku? Thanks sharingnya...
ReplyDelete