
Detoksifikasi/Detox
adalah suatu tindakan pembersihan diri dengan cara membuang timbunan
kelebihan sampah dan racun yang telah terkumpul dalam tubuh selama
bertahun-tahun. Racun dalam tubuh kita kebanyakan berasal dari Makanan
dan Minuman ( yakni bahan pengawet, bahan pewarna, junk food, makanan
yang terlalu berlemak atau terlalu banyak gula, alcohol, kafein ), rokok
, polusi udara, pestisida, dan lain – lain yang identik dengan gaya
hidup tidak sehat.
Sebenarnya, setiap hari tubuh kita sudah
melakukan proses detoksifikasi secara teratur dan alami, yakni melalui
urin dan tinja. Selain itu, tubuh pun telah dilengkapi seperangkat
‘organ detoks’ yang canggih, yang berfungsi untuk membuang toksin,
diantaranya :
1. HATI
Memiliki dua fungsi, sebagai pengatur
metabolisme dan juga sebagai organ detoksifikasi. Hati bertugas
menyaring bahan – bahan racun yang masuk kedalam tubuh melalui makanan
atau lingkungan dan mengubahnya menjadi bentuk yang bisa digunakan oleh
tubuh, menyimpannya, atau membuangnya untuk mencegah keracunan. Hati
bertugas meng handle alkohol, obat-obatan, racun, dan kafein yang masuk
kedalam tubuh dan mengubahnya menjadi bentuk yang bisa dibuang oleh
tubuh.
Penyebab utama kerusakan hati adalah :
1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab utama.
2. Tidak buang air di pagi hari.
3. Pola makan yang terlalu berlebihan.
4. Tidak makan pagi.
5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.
7. Minyak goreng yang tidak sehat.
Sedapat
mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan, hal
ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun
seperti olive oil. Jangan mengkomsumsi makanan yang digoreng bila kita
dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.
8.
Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati.
Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3 – 5 bagian. Sayur yang
digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.
Kita
harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan.
Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola
makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat
melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai
dengan jadwalnya.
Sebab:
- Malam hari pukul 9 –
11 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di
bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini
seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila
saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang
tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
- Malam hari pk 11 – dini hari pk 1 : saat proses de-toxin di bagian hati,harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
- Dini hari pk 1 – 3 : proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.
- Dini
hari pk 3 – 5 : de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi
batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena
proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka
tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses
pembuangan kotoran.
- Pagi pk 5 -7 : de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.
- Pagi
pk 7 – 9 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan
pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk
6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin
menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah
kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk
9 -10 daripada tidak makan sama sekali.
Tidur terlalu
malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan
zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini
hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah.
Sebab itulah, tidurlah yang nyenyak dan jangan bergadang.
2. GINJAL
Berfungsi menyaring sisa racun dari darah dan
membuangnya dalam bentuk urin. Ginjal juga bertanggungjawab untuk
menjaga cairan di dalam tubuh agar berada dalam jumlah yang tepat dan
mengatur keseimbangan kalium dan natrium agar cairan dalam tubuh
mengalir dengan benar. Jika darah mengandung terlalu banyak racun dan
sampah, maka ginjal harus bekerja keras. Bila ginjal tidak optimal
menjalankan tugasnya, tubuh menjadi lamban, lesu, dan mudah sakit.
3. KELENJAR GETAH BENING
Sistem
ini bertindak sebagai ‘sarana pembuangan sampah’ bagi tubuh. Cairan
getah bening, yang dihasilkan oleh kelenjar getah bening di berbagai
bagian tubuh akan menyerap sel-sel mati, kelebihan cairan dan produk
sisa lainnya dan membawanya ke nodus-nodus getah bening. Disini bahan
sisa di saring dan akhirnya dimasukkan ke dalam darah untuk kemudian
dialirkan ke salah satu sistem pembuangan: kulit, hati atau ginjal untuk
dikeluarkan dari tubuh.
4. KULIT
Merupakan organ tubuh yang
paling luas dan melayani banyak fungsi penting dalam tubuh. Kulit
menjadi petunjuk tentang apa yang terjadi di dalam tubuh. Kulit yang
pucat, bercahaya, segar atau kuning menjadi indikasi dari kondisi tubuh
kita. Sebagai organ pembuangan, walaupun tidak sepenting hati, ginjal,
atau kelenjar getah bening, tetapi kulit dengan sifatnya yang semi
permeabel berfungsi sebagai ’saringan besar’ yang bertugas mengeluarkan
sejumlah besar produk sisa dari tubuh melalui keringat. Bila fungsi
organ pembuangan lainnya terganggu, kulit pun akan terganggu
kesehatannya
5. PARU - PARU
Merupakan organ respirasi (
pernafasan ) yang mengangkut oksigen kedalam tubuh dan melepaskan karbon
dioksida bersama senyawa pengotor dan racun dari dalam tubuh.
Namun,
walaupun tubuh telah memiliki serangkaian organ detoksifikasi tersebut,
jika ada salah satunya yang tidak berfungsi sempurna - misalnya karena
stress sehingga efisiensinya terganggu, atau bila sampah racun yang
masuk lebih banyak dari yang mampu untuk dikeluarkan – maka fungsi kerja
organ detoksifikasi akan melambat, dan keseimbangan pembuangan racun
pun akan terganggu.
Oleh sebab itu, dianjurkan untuk secara rutin
melakukan ‘usaha tambahan’ berupa program detoksifikasi yang akan
mengembalikan kendali fungsi dan keseimbangan alami tubuh dan membuat
tubuh sehat kembali dengan cara:
1. Berpuasa
2. Beryoga
3. Mengatur pola makan yang lebih baik
(
Ketiga cara ini dapat dilakukan secara mandiri - satu persatu – atau
dikombinasikan ketiganya untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal ).
Comments
Post a Comment