1. Masa
depan lebih penting dari masa lalu, Diriku sekarang lebih penting dari semua
sejarah “penderitaan” masa lalu
~ Apa yang sebenarnya merongrong anda di
dalam jiwa? Kebanyakan adalah memory-memory masa lampau yang sebenarnya
hanyalah sebuah hiasan hidup, suatu saat baru anda dapat mengerti bahwa semua
itu memang harus terjadi. Tak ada seorangpun yang telah matang tanpa melalui
proses “dipanaskan”. Apapun yang telah terjadi di masa lalu tertuju pada satu
kepentingan, yaitu diri anda di masa sekarang. Diri anda sekarang memang lebih
penting dari masa lalu, terlebih lagi diri anda di masa depan. Memang
demikianlah seharusnya bahwa anda menghargai tujuan hidup anda yaitu masa
depan.
2. TAK
ada manusia yg mau salah. Katakan ini berkali-kali hingga dirimu tenang, disaat
sedang kecewa pada org lain.
~ Apa yang anda rasakan disaat ada orang
yang telah menjahati anda? Tentunya marah dan kesal bukan? Ok..mohon
dijawab..kira-kira apa dasar yang paling mendasar dari rasa marah dan kesal
itu? Bila mau jujur sebenarnya ada harapan dalam diri kita untuk selalu
mengharapkan semua keadaan sempurna. Tahukah anda bahwa bila ada seseorang yang
bersalah sesungguhnya ini adalah bentuk ketidakberdayaan. Pada prinsipnya,
tidak ada satu orangpun yang hidup di dunia ini ingin salah atau melakukan hal
negatif. Mindset yang tepat seperti ini akan memberikan rasa tenang luar biasa
dan sekaligus memperbantukan diri anda untuk mudah memaafkan orang lain. Untuk
lebih mudah mendalami ini, mohon rasakan apa yang terjadi di hati anda ketika
baru saja anda melakukan sebuah kelalaian. Apa yang anda rasakan? Merasa
Bersalah? Merasa Menyesal kok kesampaian melakukannya? Iya dua duanya benar.
Ketenangan akan langsung anda rasakan bila anda sanggup mengerti bahwa
sesungguhnya tidak ada satu orangpun mau berbuat salah. Saat anda mampu
mengerti ketidakberdayaan orang lain maka pada saat yang sama anda juga bisa
memaafkan diri sendiri ketika anda sendiri berbuat kelalaian.
3. Tingkat Pencerahan Jiwa paling Mulia
bermula dari 1 titik : “SAYA merasa lemah”.
~ Dalam teori motivasi dinyatakan bahwa
semua orang harus berpikir positif dan antusias, tidak boleh berkata lemah atau
gagal dan semacamnya. Namun tahukah anda, ketika anda merasa lemah bukan
berarti mengharapkan lemah. Dalam ilmu filsafat dinyatakan bahwa kesadaran akan
kelemahan ternyata adalah langkah awal untuk memperoleh kemuliaan dalam
berpikir dan bertindak. Bahaya terbesar dalam kejiwaan adalah ketika anda tidak
sadar bahwa anda lemah. Sadar akan kelemahan sesungguhnya memicu banyak
langkah-langkah besar dalam hidup anda. Sadar bahwa diri anda lemah membuat
anda terus menerus mengejar kekuatan yang perlu anda miliki. Sadar akan
kelemahan membuat anda terus menerus belajar, ikut seminar, beli buku,
berkenalan dengan orang-orang hebat dan lain sebagainya.
4. Bahwa
saya sedang menderita. So What Gitu Loh. Bila saya tahu bahwa hal itu memang
harus terjadi. Kematangan adalah BluePrintku
~Sungguh sadarilah hal ini, bahwa
sebenarnya masalah anda bukanlah masalah, masalah sesungguhnya terdapat di
keengganan anda untuk menghadapi masalah. Bahwa akhirnya anda tahu ternyata
masalah-masalah yang telah terjadi telah mematangkan anda dan sampai pada titik
yang sangat sukses. Nah, anda mungkin akan menyesali sikap hati anda dulu waktu
masih “menolak” masalah. Kesadaran bahwa apa yang terjadi memang harus terjadi
membuat tidak diperlukan lagi kata beban dalam perbendaharaan kata manusia.
Beban baru menjadi beban bila masih terdapat ketidakikhlasan, tidak ikhlas
adalah kondisi dimana anda masih mempertanyakan mengapa hal itu harus terjadi.
5. Sadar akan lemahnya Saya sebagai manusia,
membuat saya tak sanggup menyalahkan orang lain,TUHAN yang paling berHAK pun
tak mau melakukannya.
~ Baca no 2. Menyalahkan adalah hal yang
paling sering manusia lakukan, padahal bila mau jujur sesungguhnya keadaan tak
pernah menjadi lebih baik dengan menyalahkan. Anda hanya akan menemukan diri
sedang berada pada masalah tambahan berikutnya. Banyak orang sedang mengambil
alih Haknya Tuhan untuk soal menghakimi. Bila anda tidak mau dihakimi mohon
jangan menghakimi, meskipun seolah-olah memang anda yang jadi korban. Tapi
ingatlah bahwa anda menjadi korban itu pun memang harus terjadi.
6. Sesungguhnya
untuk merasakan Bahagia anda tak perlu bayar apa-apa,Gratis! Untuk Tak Bahagia
anda belum tentu bisa bayar
~ Kurikulum pendidikan formal JIKA-MAKA
telah membentuk doktrinasi yang sangat kuat mengenai sebab akibat. Semua hal
kemudian dibahas dalam kajian JIKA MAKA. Sehingga di alam bawah sadar banyak
orang tertera sangat kuat “SAYA BARU BAHAGIA BILA….” Apalagi “SAYA HANYA
BAHAGIA BILA….” Wahhh tidak terbayang orang yang punya self talk seperti ini
tentunya agak kurang mudah untuk lolos dari seleksi kehidupan. Pembahasan ini
sesungguhnya berkaitan dengan Belief System yang telah dibentuk dan terus
dibangun. Tahukah anda bahwa sesungguhnya bahagia itu sendiri adalah tanpa
syarat. Program ulang jiwamu untuk dapat dengan mudah menjadi bahagia tanpa
harus terjadi suatu kondisi tertentu. Dengan mudah anda bisa mengerti ini,
bahwa anda menjadi bahagia meskipun bukannya bahagia karena.
Seolah-olah banyak orang masih merasa bahwa
untuk menjadi bahagia itu sulit, seperti harus bayar harga mahal. Buang semua
mindset seperti Kaya adalah Bahagia, Punya mobil baru bahagia, dihargai orang
lain membuat merasa bahagia. Semua hal ini adalah tidak tepat sebab
sesungguhnya Bahagia adalah disaat anda menyadari bahwa anda ada dan diri anda
penting.
7. PAGI ini berikan dirimu kesempatan SEKALI
lagi
Setiap hari selalu ada nuansa yang baru dan
penting bagi dirimu. Menjadi tidak adil bila hari ini menjadi rusak karena
sentimen negatif terhadap hari kemarin. Setiap pagi adalah permulaan, anda
perlu menghargai kenyataan ini. Hari ini ada untuk anda memperbaiki hari
kemarin.
8. MULIAKAN Hidupmu dengan mengambil kendali
atas Perasaanmu. BUKAN sebaliknya
Apa yang anda rasakan setelah marah? Lega?
Mungkin iya, namun sadarkah anda bahwa dalam hitungan detik ada perasaan lain
yang juga muncul yaitu merasa hina. Perasaan hina ini muncul sebab anda merasa
seperti menyangkal diri, menolak diri. Marah adalah salah satu cara untuk
membohongi diri. Bila anda sadar bahwa diri anda sangat suci, maka anda akan
sangat malu atau tidak berani untuk marah. Memegang kendali atas perasaan hanya
bisa dilakukan oleh seseorang yang “telah” selalu menyadari akan kesuciannya.
Hakikat paling utama dalam manajemen emosi sesungguhnya adalah bahwa manusia
sebenarnya yang memegang kendali atas perasaannya, bukan sebaliknya.
*CUPLIKAN dari Buku RAHASIA JIWA karya Dedy
Susanto
Comments
Post a Comment