Persahabatan. Bagi yang mempunyai sahabat sejati belahan jiwa tentu kata itu amat sangat penting dan bisa jadi membuat haru saat mengenang saat-saat indah bersama sahabat. Begitulah.
Aku baru tiba dikamar. Setelah beberapa menit aku mendengar "kuliah" dari bapak kost di teras aku meluncur ke Kedai Nasi Puyung Jalan Panji Tilar Mataram untuk menemui dua sahabatku Josh dan Cupni yang sedang makan. Wah..malam ini ditraktir josh. Jika sudah bersama mereka dimana saja adalah kesenangan. Kapanpun itu. Bahkan tak peduli beberapa menit yang lalu aku baru saja diomel oleh bapak kost gara-gara ulah adik sepupuku yang tak perlulah ku bahas. Mereka dua diantara empat sahabat terbaikku di KOta ini.
Selain mereka bedua, ada Jo dan Win. Sayang sekali Win sudah jarang punya waktu untuk berkumpul setelah kerja sebagai Pegawai Negeri Sipil -pekerjaan yang didambakan ibu kata dia- apalagi Jo, Rocker itu kini menikmati hari-harinya di pedesaan di atas bukit sekotong setelah menikahi Naina dua tahun lalu. Cinta telah membuatnya mengambil keputusan yang sangat berani, menikah muda dan hidup di daerah perbukitan sekotong dan mendedikasikan diri sebagai guru honor di sebuah sekolah dasar disana. Namun semua itu tak pernah mempengaruhi penampilan rocker-nya dan aliran musiknya maupun gaya hidupnya. Jika ada perubahan itu hanya sedikit dan hanya terlihat saat dia disekolah dan dirumah, selebihnya dia tetap seorang Rocker! Jo selalu jadi diri sendiri, ada hal unik dan keren dalam dirinya. Kalau kalian kenal dia dekat kalian akan merasakan itu.
Malam ini tentu saja Jo gak bisa ada bersama kami bertiga. Kau tahu kawan, Jarak Sekotong ke Kota Mataram memakan waktu hampir dua jam perjalanan dengan medan perjalanan yang tak main-main, curam dan gelap! Jadi kami harus tetap senang bisa berkumpul bertiga setelah beberapa minggu hanya bisa berceloteh di Facebook dan Handphone. Selesai makan aku langsung memberikan ide untuk menikmati udara malam di Ampenan Beach Harbour. Sebuah dermaga beton tua peninggalan Belanda di Pantai Ampenan. Mereka setuju dan kami berangkat, dengan candaan-candaan khas kami yang tak pernah mati. Bahkan sepanjang perjalan suara tawa kami tak mau kalah dengan deru knalpot Vega R-josh dan Supra-ku. Hahaha.. Bahagia itu adalah bersama mereka.
Di ujung dermaga, kami duduk bertiga memandang jauh ke tengah lautan. Menghitung lampu-lampu perahu nelayan yang sedang bercinta dengan gelap dalam balutan angin laut. Damai sekali suasana ini. Aku duduk disebelah kanan Cupni, Josh disebelah kiri. Sambil menyandarkan kepala ke bahunya Aku bercerita tentang perasaan bahagiaku. Tentang kebanggaanku masih bisa bersama mereka meski berbagai masalah pernah kami lalui. Merekapun demikian. Maka kami merasakan ada semacam sensasi segar dan seolah dada membesar. Itulah rasa bangga dan bahagia dalam persahabatan. Lalu Josh bercerita tentang cintanya yang di ujung tanduk. Tentang kekasihnya yang gak asik, gak bisa diajak bergaul dengan kawan-kawannya. Tentang Orang tua pacarnya yang sangat menyayanginya melebihi anak-anaknya sendiri. Aku menangkap keterpurukan dalam setiap ceritanya dan kami menunjukkan simpati kami. Tapi lihatlah kawan, bukan Josh namanya kalau gak ceria, meski ditengah masalah. Baginya itu bukan masalah, hanya saja ia sedang dalam tahap penggamblengan untuk masa yang lebih baik kedepan dalam hubungannya. Cupni tak banyak bicara tentang pacarnya yang urak-urakan itu. Karena dia tahu sebenarnya Josh tak suka pacarnya meski Josh selalu terlihat setuju. Toh, itu pilihannya. Menurutku pacarnya Cupni baik hanya penampilannya saja yang seperti itu. Penampilan "apa adanya" ala pencinta alam.
Mereka bertanya tentang kabar hatiku. Ingin kuceritakan dengan meluap-luap, dengan tingkat bahagia yang paling tinggi tentang wanita yang sedang menguasai hatiku saat ini. Tapi bukan saat yang tepat, bathinku. Sahabatku sedang muram. Maka aku hanya bercerita sedikit tentang wanita pendampingku sekarang. Menahan diri untuk tak berlebihan.
Banyak hal yang menyatukan kami. Banyak hal yang membuat kami tak bisa berpisah satu sama lain. Walau seberanya begitu banyak perbedaan diantara kami. Kami pernah berkelahi hebat, berbeda pendapat dan tak saling menegur. Tapi selalu ada salah satu pihak yang memulai sebuah perbaikan dan itu sangat penting dalam sebuah persahabatan. Tahun ini adalah tahun ketujuh kami bersahabat dan kami masih selalu seru. Hanya saja kami terlihat lebih dewasa dalam berkata, bertindak dan bercanda.
Alhamdulillah.. atas nikmat memiliki sahabat setia yang selalu menjadi pelipur kala duka. Semoga selamanya..Amiin...
___________________________________

Aku ada punya blok, lupa gimana bukanya๐๐๐
ReplyDeleteBikin baru aja hahaha
DeleteAseekkk.. waaoow... Baru liat ada tun sekeren ini...
ReplyDelete