Menjalani hidup adalah melintasi sebuah medan pertempuran yang tak akan berhenti hingga waktu kita habis. Mati. Berperang itu tak mudah, terlebih jika musuhmu ada di sekitarmu, bahkan bersemayam di dalam dirimu sendiri. Tak ada ksatria yang mampu menaklukkan lawan jika belum mampu menaklukkan dirinya. Tak ada pribadi yang santun dan hebat jika tak menang melawan egonya. Bahkan saat kamu sudah merasa hebat pun, sebenarnya ujianmu justru semakin berat.
Tahun 2011 segera berlalu. Entah kita yang berlalu meninggalkannya, atau tahun ini yang berlari menjauh. Yang jelas, kita akan memasuki gerbang tahun baru: 2012. Sebuah tahun yang penuh kontroversi, bahkan jauh sebelum kedatangannya. Namun, tak perlulah kita pusingkan itu. Jika hal terburuk benar terjadi, kita bisa apa? Kita punya iman, maka berpegang teguhlah pada keyakinan. Kita punya logika, gunakanlah dengan benar. Untuk apa meributkan cara bertahan hidup jika memang sudah takdirnya mati? Justru kesibukan "melawan mati" seringkali membuat kita lupa menyiapkan bekal untuk kehidupan selanjutnya. Klasik memang, tapi inilah kebenarannya: berbuat baiklah dan minimalisir dosa. Just do it! Walaupun di zaman ini, menjadi orang baik terkadang membuatmu terasa asing. Bersabarlah.
Bagiku, 2011 adalah tahun untuk refreshing dan beristirahat setelah ditempa masalah hebat di tahun sebelumnya. Tahun 2010 bagiku adalah horor. Bahkan dalam mimpi pun, keruwetan masalah tahun itu masih terbawa. Karena itulah, pada Desember 2010 aku membuat resolusi: Tahun 2011 fokusku adalah hati, jiwa, dan otak. Aku berusaha sekuat tenaga mengembalikan senyum, melukis kembali keceriaan, dan menata hati. Aku mencoba bangkit dari keterpurukan—ditinggal sahabat, dibenci kawan karena kesalahpahaman, hingga ditinggalkan wanita yang sempat mengisi hati. Sakit.
Namun, life must go on. Usaha menolong diri sendiri pun dimulai. Dari menyendiri berhari-hari untuk menenangkan diri, hingga perlahan memupuk mood untuk mencoba hal baru. Aku mulai mengenal pribadi-pribadi baru. Walau tak sepenuhnya menyembuhkan luka, setidaknya perih itu tertutup sedikit demi sedikit. Dalam perjuangan itu, aku semakin mengerti bahwa hidup tak pernah mudah. Mengejar kebahagiaan sejati di dalam diri terasa sulit, apalagi setelah jatuh dari harapan yang terlalu tinggi.
Awal 2011 membawa sedikit kemajuan, namun pelajaran yang kudapat sangat berharga. Ya, senyum itu ternyata mahal. Tak bisa dibayar oleh tontonan komedi atau komik Crayon Shinchan. Senyum harus datang dari hati yang bahagia, dan aku sadar saat itu aku sedang tidak bahagia. Titik balik terjadi saat aku mulai akrab dengan lingkungan baru yang positif. Belajar hal baru dari nol di usia yang tak lagi remaja memang berat. Kau harus bergabung dengan mereka yang dunianya penuh tawa, sementara batinmu sedang terpuruk. Jangankan tertawa lepas, untuk tersenyum saja rasanya butuh perjuangan.
Bicara soal cinta? Ya, aku jatuh cinta berkali-kali pada wanita yang ternyata bukan pilihan Tuhan untukku. Aku tahu itu, karena buktinya sekarang aku tak bersama mereka. Tak perlu kuceritakan detailnya, tapi ada pelajaran penting bagi kita semua:
Untukku: Aku tak harus mencari seseorang yang memiliki banyak kesamaan, dan tak perlu mematut diri agar menjadi sama. Karena hasilnya seringkali gagal.
Untuk kamu (pria): Jangan asal memilih pasangan. Kenalilah dia, tanyakan pada jiwamu: bisakah kamu memahami makhluk yang bertabiat "abstrak" ini setelah melihat kebiasaan aslinya? Jika tidak, segeralah mundur.
Untuk kamu (wanita): Laki-laki di dunia ini tidak semuanya sepeka pujangga atau serealistis Mario Teguh. Pria seringkali sulit menangkap "kode" atau sinyal halus. Pria juga bisa bosan menunggu. Jika dia menyatakan cinta dan kau tak menjawab jujur karena gengsi, kau mungkin baru saja kehilangan calon imam yang baik. Katakan sejujurnya, atau berilah sinyal yang jelas hingga ia mengerti. Jangan korbankan perasaan hanya karena alasan "dia sahabatku" atau gengsi semata.
Mataku mulai berat. Sepertinya tulisan ini harus bersambung, Kawan. Terima kasih.
yup,just do it..untuk semua hal yang terbaik di tahun 2012 ini.trus resolusinya ajie pa di tahun 2012 ini??in this year i wish my dream Insya Allah will be come true..jtuh,kalah,belajar bersabar,tersenyam dalam kepahitan itu tlah aku rasa.the time is now 4 me go home..everything will the end of.n ta tunggu kelnjutan tulisanya..:)arifah
ReplyDeleteThanks sobat...
Deletesemoga disana baik-baik aja dan segera kembali ke tanah tercinta ya..
semangat dan sukses untuk hari-harinya..