Tadi
sore, seperti biasanya Deeva selalu ingin ikut jemput kakak ke sekolah, di
sekolah kakaknya (Islamic Boarding School Lentera Hati) dia sangat senang
berintraksi dengan bunda-bunda maupun teman-teman kakaknya, biasanya dia yang
lebih dulu turun dari sepeda motor dan mengambil tas kakaknya. atau ikut
bergabung di tengah anak-anak yang menunggu jemputan. Dia akan bicara apa saja
sama teman-teman kakaknya, sok akrab tapi saya senang melihatnya. Ia berani dan
percaya diri. Kalau sudah begitu dia akan ogah diajak pulang, dia lalu mulai
menuju media bermain anak-anak Playgroup itu, naik ayunan, perosotan, dan semua
media yang ada. Kakaknya juga ikut-ikutan, kalau tidak segera di stop maka akan
lama meraka mau pulang. Tapi hari ini berhubung saya tidak ada kegiatan sore
ini maka kita gak langsung ke rumah, saya mengajak mereka melewati jalur yang
lebi jauh, berhenti di taman Gora untuk main ayunan sambil makan Tahun Petis,
duduk bertiga di atas ayunan tua yang mulai tak diminati anak-anak. Lalu
duduk-duduk di pinggir sungai Jangkuk Dasan Agung yang belakangan mulai bersih,
tidak ada lagi aktivitas buang sampah di sungai sejak diselenggarakan Festival
Sungai Jangkuk dan penandatanganan spanduk petisi mendukung program stop buang
sampah di sungai, sambil melihat-lihat
bapak penambang pasir bekerja mengambil pasir dari dasar sungai lalu dimasukan
ke dalam karung hingga karungnya penuh kemudian baru di angkat menuju pinggir
sungai dan ternyata sudah berkarung-karung hasilnya, hitungannya Quin ada
belasan karung.
Tepat
di belakang kami, yaitu di seberang jalan, ada tembok beton dengan mural dan
gravity yang menarik, langsung saja saya meminta kesediaan Quin dan Deeva untuk
di foto disana. Awalnya mereka kompak ogah dan menolak, lalu deeva mulai
tertarik melihat gambar tokoh Wolverine ada disana, akhirnya si kakak juga
ikutan meski tak banyak gaya karena saya was-was dengan kendaraan lalu lalang
yang tak bisa pelan.
Sembari
duduk selalu saja ada pertanyaan-pertanyaan dari dua bocah kriwil ini.
Pertanyaan nya Quin :
"Yah, kok orang-orang boleh coret
tembok ini, tapi Uin sama iva gak boleh coret tembok drmh?
Pertanyaan
nya Deeva :
"Owang itu ambin pasil ya yah? Buat
bikin lumah? Dia ga punya lumah ya yahh? Kaciaaan ya yah.. "
Lalu kami bercerita banyak hal sambil
duduk santai (dan deg degan takut jatuh) di tebing sungai yang disemen halus
sambil menikmati suasana sore yang nyaman. Dari jauh terlihat lampu warna warni
menara Islamic Center NTB sudah menyala, kamipun kembali ke rumah...




Comments
Post a Comment