![]() |
| Kerang Saori 30k, Enak banget! |
Selagi masih di Alas dan sebelum balik ke Mataram, rasanya belum
lengkap kalau belum bertandang ke Pulau Bungin, Pulau yang dikenal
sebagai Pulau Terpadat di dunia itu. Saking padatnya, setiap pria yang
punya niat menikah harus membuat lahan sendiri untuk tempat membangun
rumah, caranya dengan menimbun karang-karang mati, bebatuan, tanah
atau pasir. Kalau udah siap, berarti udah siap untuk meminang pujaan
hati, itupun kalau gak ada teman yang nikung, eh!
Di gang-gang
kampung kambing-kambing cuek aja berseliweran, nyari apa yang bisa
dimakan. Kertas, plastik, kain, semua dimakan andai mereka juga bisa
memakan kenangan masa lalumu dengan si mantan pastilah tak akan ada lagi
jomblo galau berkepanjangan karena terjebak nostalgia. Sementara warga pulau Bungin juga sibuk
dengan aktifitasnya masing-masing, ada yang baru pulang melaut, jaga kios, anak-anak muda yang bermain takraw, bermain bola, anak kecil loncat-loncatan di atas dermaga, dan kebetulan tadi ada acara khitanan,
jadi saya sempat lihat dengar dan rasakan musik Gong Genang yang khas
itu, saya juga mendengar teriakan kesakitan bocah-bocah yang harus
merelakan beberapa milimeter kulit di ujung "itunya" dipangkas. Saya hanya bisa senyum-senyum getir karena terbawa suasana dan membayangkan masa
ketika harus melewati hari yang sama seperti bocah itu. Cetassss!
![]() |
| di petak paling depan ini berisi Hiu, Penyu, Ikan-ikan besar dll, kayak seaworld! |
Oke, jadi sore tadi saya, Gita dan Deeva naik motor ke Pulau Bungin, sementara Quin tidurnya ga mau dibangunin. Tujuan utamanya adalah nyobain kuliner di Resto Apung yang dikelola bang Tison Sahabuddin Bungin. Kabarnya kan selain pemandangannya ciamik, kulinernya juga endes!
Kita berdua mah polos aja, mikirnya resto apung itu di bibir pantai,
setelah sampai dermaga ternyata Resto Apung nya di tengah laut, kita
harus naik perahu kesana selama satu menitan dan bayar 5000 Rupiah saja dan
bayarnya nanti kalau udah kelar makan dan menikmati suasana Resto Apung.
![]() |
| Dapur dan Kasir Resto Apung |
Saya langsung memesan Kerang Saori satu porsi. Ya, satu porsi
untuk bertiga, ceritanya lagi menjalankan trik liburan murah meriah di
Sumbawa. Sembari menunggu pesanan Kerang Saori yang ternyata cukup lama ready-nya kami berkeliling resto apung melihat pemandangan yang luar biasa memanjakan mata. Sambil berjalan di petak-petak Resto Apung yang membuat istriku gemetaran karena takut nyemplung.
Serius, saya sangat kagum dengan konsep
resto Apung ini. Jarang ada yang begini apalagi di Sumbawa. Memadukan
wisata kuliner laut dengan wisata alam laut yang luar biasa. Disini
kamu bisa melihat ikan hiu, penyu segede tampah beras, ikan ikan
besaar yang bikin saya ngiler pengen bikin lalapan atau bikin Sepat, semua dalam satu petak yang disiapkan khusus
untuk mereka berenang-berenang manja menggoda setiap pengunjung yang melihat
mereka. Deeva langsung senang bukan kepalang. Ayah Iva mau berenang
sama kura-kura katanya, ahahaha ayah juga pengen tapi ada hiunya, nak.
Meski hiu tak lebih kejam dari mereka yang sering menanyakan kapan
menikah pada jomblo di hari lebaran, tetap saja saya tidak ikhlas di seruduk Hiu.
Di Resto Apung juga ada rumah apung gitu, dua banyaknya. Di dalamnya
ada springbed dengan sprei cantik yang pasti bikin kamu pengen segera
bisa honeymoon kesini. Toilet siap untuk kamu datangi ketika sakit
perut atau sekedar menangis karena tiba-tiba melihat bayangan pernikahan
mantanmu menari-menari di atas permukaan air yang tenang itu... Harap
sabar, itu ujian.
Setelah menunggu cukup lama karena
keterbatasan dapur, Kerang Saori itupun tiba, alangkah senangnya
ketika Deeva bilang tidak suka dan ibunya cuma nyicipin dua biji.
Jadilah aku yang menikmatinya dengan hati gembira... Seafood is my
favourite food! Tapi es teh pesananku habis di seruput Deeva. Oke
imbang.
![]() |
| Sunset dari Resto Apung |
Karena hari sudah beranjak malam, adzan magrib segera berkumandang, kami harus segera kembali ke daratan. Meski istriku
gemetaran berjalan di Resto Apung tapi alhamdulillah dia senang karena
genggamannya tak pernah lepas dari tanganku sementara tangan yang satu
lagi menggendong si bocah cerewet Deeva yang pertanyaannya ada terus.
Ayah kalau malam kura-kura bisa melihat? Kalau hiu? Kau bintang laut
menyala ya kalau malam? Aaah.. Aku pegal nak, jawannya kamu googling
sendiri dulu aja nanti.
Kami membayar pas 50rb untuk perahu PP, Kerang Saori, EstE DuaGelas, dan Air mineral 3 gelas, dan salaman sama Bang Tison
😂
Terimakasih Ya Allah atas nikmat yang tak terkira, termakasih
Pengelola Resto Apung yang telah membuat Sumbawa memiliki pilihan yang
keren untuk menikmati liburan dan spot selfi selfi cantik kekinian. Semoga makin banyak orang-orang kreatif di Sumbawa dan yang
paling penting jaga kebersihan laut, jangan buang sampahmu ke laut!
LAUT BUKAN TEMPAT SAMPAH!
![]() |
| Deeva, pengennya lari, nyebur, dan bikin ibunya gak tenang haha |
![]() |
| Ini kami sebelum memasuki gerbang Pulau Bungin |
![]() |
| Lagi liat motor-motor lewat di seberang sana, keciiil.. |







Comments
Post a Comment