Tahukah Kamu Inilah Wanita-wanita Berpengaruh Penggerak Perekonomian Lombok

Mereka pantang menyerah untuk menemukan hal baru dan mencoba terus menerus meski berkali-kali gagal. Semangatnya patut dicontoh, hasilnya harus diapresiasi. Inilah 3 Wanita yang berpengaruh sebagai penggerak perekonomian Lombok


1. Riana Meilia, owner dari Lombok NTB Pearl 

Menduniakan Mutiara Lombok

Mutiara adalah salah satu bahan perhiasan yang sangat di gemari bagi kaum wanita, termasuk juga di Indonesia. Tahukah kamu bahwa mutiara yang beredar saat ini kebanyakan berasal dari Nusa Tenggara Barat? Yap! Mutiara asal NTB memang sangat digemari baik di pasar domestik ataupun mancanegara. 

Salah satu pengusaha sukses yang menekuni usaha ini adalah Riana Meilia, ditangannya mutiara tersebut didisain menjadi berbagai perhiasan menarik dan semakin digemari banyak orang. Dengan brand Lombok-NTB Pearls, ia mengaku awalnya belajar secara otodidak untuk mendisain mutiaranya. Setelah menghasilkan banyak disain, ia pun mulai merekrut karyawan untuk mengikat mutiara. 
"Persaingan di bisnis mutira ketat, kita harus selalu cari mutiara kualitas terbaik kalau mau bertahan" ungkapnya. 

Disain-disain yang dibuat oleh Riana pastinya berbeda dengan brand lainnya. Setiap disain yang dibuatnya selalu di produksi terbatas agar keeksklusifan produk tetap terjaga. 

Karena itu juga para pembeli merasa puas dan tetap menjadi pelanggan di Lombok-NTB Pearls. Pelanggannya nggak hanya datang dari istri pejabat atau kolektor mutiara lho, tapi juga wisatawan dari berbagai negara, seperti Malaysia, Singapure,Jepang dan masih banyak lagi. 

Saat ini, Riana telah memperkerjalan lebih dari 30 karyawan yang punya keahlian masing-masing. Selain itu, Riana juga memperkerjakan sejumlah pengerajin perak handmade di Desa Ungge, Lombok Tengah. 

Untuk prestasi yang diraih dari Riana tentu saja sudah nggak perlu diragukan lagi. Wanita kelahiran 6 Mei 1960 ini selalu memenangkan penghargaan setiap tahunnya. Untuk tahun 2018 sendiri, Riana mendapatkan award dari Good Design Indonesia (GDI). Dan rencananya pada tahun 2019 ini, dia akan melebarkan usahanya hingga Arab Saudi. 

2. Ika Asni Susanti - Bale Creative 

Membuka Lapangan Pekerjaan

Ada yang masih asing dengan ketak? Ketak adalah kerajinan yang terbuat dari akar-akaran dan dapat dibuat menjadi berbagai bentuk kerajinan. Salah satu contohnya adalah tas roda  atau biasa kita kenal dengan tas raisa. Tas ini nggak hanya populer di kalangan remaja lho, tapi juga orang tua. 

Salah satu pengerajin yang jeli terhadap trend kali ini ialah Ika Asni Susanti. Pemilik Bale Creative ini bisa mengubah ketak nggak hanya menjadi tas-tas cantik, tapi juga berbagai macam kerajinan unik lainnya. Seperti lampu hias, pajangan dinding dan masih banyak lagi. 

Usaha yang berawal dari 17 tahun lalu ini memiliki ciri khas seperti ketak yang suka dipadukan dengan batok kelapa. Berawal dari kerajinan kain flanel lalu pindah ke kerajinan pengolahan limbah, kemudian berkembang ke limbah tapi yang memiliki nilai jual lebih tinggi seperti batok kelapa.

"Barang-barang yang kita buat berbeda dengan penjual lainnya" ucap wanita 47 tahun ini. Keunikan lainnya dari Bale Creative terletak pada disain-disainnya. Ika sebagai owner terjun langsung untuk mendisain dan menggambar produknya. 

Berkat kegigihannya sekarang, barang-barang yang dijual nggak hanya terkenal oleh orang-orang lokal saja, tapi juga mancanegara. Banyak wisatawan yang beramai-ramai datang ke Bale Creative untuk membeli langsung hasil karyanya. Seperti wisatwan dari Korea dan juga Norwegia. 

Nggak hanya membeli, bagi kalian yang penasaran dan ingin tahu bagaimana proses pembuatan tas-tas cantik ini, disini kalian bisa melihat dan bisa mencoba membuatnya langsung, jadi pastinya sangat seru. 

Pada tahun 2018, Ika Asni Susanti menjadi juara 2 Teknologi Tepat Guna Tingkat Kota dan pada tahun yang sama menjadi Juara 1 Tingkat Provinsi. Wah, sungguh wanita yang inspiratif ya. 

3. Zaenab, owner dari Tapona Food 

Gigih Dalam Memperkenalkan Makanan Khas Lombok


Berawal dari hobinya memasak, Zaenab lalu mengembangkan hobinya tersebut dengan menjual beberapa cemilan khas Lombok, seperti dodol rumput laut, aneka kerupuk tortila, jagung rumput laut, sambel cengeh dan masih banyak lagi. 

Dengan brand nya yaitu Tapona Food, Zaenab mencoba menjajakan produk-produk jualannya kepada beberapa tempat, salah satunya ke tempat penjualan oleh-oleh khas Lombok. Hal ini bertujuan agar wisatawan tau dan semakin mengenal beranekaragam makanan khas Lombok. 

Zaenab juga selalu aktif mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh Pemerintah, seperti Pameran NTB Expo dan beberapa pameran di luar daerah lainnya. Nggak hanya itu saja, pada tahun 2017, Zaenab menjadi Juara 1 UPPKS Tingkat Kabupaten, berlanjut di tahun yang sama menjadi Juara Harapan 1 pada Tingkat Provinsi dan kembali menjadi Juara 1 Nasional mendapatkan Piala President. Wah, sangat luar biasa ya!.

Usahanyapun nggak sia-sia, hingga saat ini produknya sudah diminati dan menjadi langganan banyak wisatawan. Banyak toko oleh-oleh yang memasok jualannya dengan makanan dan cemilan yang diproduksi oleh Tapona Food. Nggak hanya itu saja, bahkan beberapa produknya sudah dikirim hingga mancanegara seperti Eropa hingga Afrika.

Comments