Terbentur, terbentur, terbentur lalu terbentuk

Menyatukan dua kepala, dua hati memang bukan hal mudah. Menyatukan dua hati butuh chemistry dan proses yang unik dan langka. Menyatukan dua pikiran adalag proses yang jauh lebih rumit dan panjang. Meski satu tempat tidur bahkan satu selimut tak serta merta membuat isi pikiran akan sama. Butuh banyak konflik, butuh banyak perdebatan dan silang pendapat dalam menjalani hari-hari dan mengambil keputusan

Sayangnya banyak pasangan yang tak menyadari bahwa itulah proses menuju bentuk sempurnanya sebuah relationship. Mau gak mau harus melewati proses yang sulit dalam menyatukan pikiran, menyamakan persepsi, kemauan dan cara memandang sebuah persoalan.

Lalu bagaimana dong?

Solusinya simple sih. Sadar dan sabar

Itu doang kok!

Ketika kita sadar bahwa ada dua kepala dengan isi berbeda maka kita akan sadar bahwa ini adalah proses yang tak perlu membuat kita ingin keluar dari lingkaran. Ketika kita sadar semua proses, insyallah kita sabar menerima dan menjalani. Sabarr aja dulu sebentar. Mungkin terasa lama tetapi sabarin aja. Sabar itu selalu manis buahnya. Ibarat kamu lagi buang air di toilet, sebau apapun kamu pasti sabar sampai kelar,kan? (jangan bayangin deh, ngeri baunya)

Rahasia simple nya adalah...
Yang lagi ga capek, ngalah sama yang lagi capek.Sadari kalau pasangan kita juga manusia yang bisa capek. Ngalah gak berarti kalah, kan?! Pokoknya Gituuu aja terus insyaallah lama-lama jadi habit yang baik yang otomatis melembutkan hati serta menumbuhkan cinta yang semakin dalam.

Emas itu ditempa-tempa dulu lho baru jadi cantik dan menarik. Semua butuh proses dan tak banyak proses yang enak, kebanyakan gak enak tapi kita butuh itu. Percaya saya, kita butuh kesulitan-kesulitan yang membuat kita berjuang bersama. Kita perlu ketakutan-ketakutan yang membuat kita belajar menjadi berani.

Sekali lagi Semua proses.

Sabarr, sabarr, dan selalu sadar


Comments

  1. Kalimat per kalimatnya keren keren.. Bagus ney jd referensi klo nulis hahahaha

    ReplyDelete

Post a Comment