Alma (2019) Sebuah Film Pendek Yang Akan Mengubah Cara Pandang Kita Pada Penyandang Disabilitas

Alhamdulillah malam ini kesampaian nonton film karya sineas keren Trish Pradana di Taman Budaya NTB

Sebelum lanjut baca, tonton trailernya dulu nih

Anak-anak sangat senang dan benar-benar menikmati pertunjukan dan filmnya. Mereka ikut nyanyi bareng mbk Pipiet Tri Pitaka dan Bintang, senyum-senyum waktu Shafa baca puisi, dan saya diberondong banyak pertanyaan selama dan setelah film berlangsung.

Karena ini film pendek yang sederhana, yang menyampaikan pesan penting pada kita semua. Wajar jika bahkan anak-anak seusia Quin dan Deeva bisa mengerti meski beberapa hal harus saya jelaskan setelah mereka bertanya - tanya.

Foto Oleh Tris Pradana
Film ini berkisah tentang Alma dan Shafa, dua gadis kecil istimewa dengan semangat yang luar biasa untuk bercita-cita. Melawan segala keterbatasan dan pesan penting film ini adalah bahwa teman-teman penyandang disabilitas atau dengan penyakit tertentu tidak boleh kita pandang sebelah mata karena juga punya bakat, tekad dan semangat yang bisa jadi mengalahkan semangat kita. Keterbatasan adalah modal untuk menembus batas itu sendiri.

Alma ingin memberitahukan kita bahwa setiap anak, apapun keadaannya (seharusnya) memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memiliki dan mengejar mimpinya

Jangan mencari drama dalam film ini karena film ini bukan film drama melainkan film ceria yang akan membuat kita tersenyum bahagia atau mungkin menangis bahagia melihat kepolosan, keceriaan dan semangat Alma bersama teman-teman nya. Karena itu music scoring nya pun dibuat seru dan ceria. Kata music director nya berdasarkan permintaan sang sutradara film ini ingin mengajak kita melihat teman-teman penyandang disabilitas sama seperti teman-teman lainnya. Tidak memandang mereka dengan kasihan, iba dan sejenisnya. Mereka luar biasa bahkan sangat luar biasa.

Saya terkagum-kagum melihat teman-teman tuli, bisu dan lainnya di dalam ruangan panggung tertutup Taman Budaya malam ini. Mereka memang tak seharusnya dipandang dengan rasa iba, kasihan dan sejenisnya karena mereka hebat-hebat. Berkomunikasi dengan lancar dan ceria. Senang sekali bisa berada di pemutaran Film Alma tadi.

Sayangnya, karena Deeva mulai ngantuk (walaupun ga mau ngaku ngantuk) kita harus pulang duluan setelah film selesai, gak sempat kenalan sama teman-teman lainnya.

Terimakasih om Tris dan semuanya yang terlibat dalam film Alma ini, pesan yang ingin disampaikan benar-benar sampai pada penonton khususnya saya. Semoga makin banyak film - film bermuatan pesan sosial seperti ini di NTB karena untuk mengedukasi masyarakat kita paling efektif lewat seni, salah satunya seni Perfilman.

Abis Nonton, Sebelum pulang pose di poster Alma

Padahal udah pada ngantuk

Ini adalah karya lukis Alma dan Shafa

Quin jadi ngefans sama Alma. Katanya Alma itu anak Hebat!

Sedih waktu ibunya Shafa berbicara

Wah Bintang ngantuk ya


Comments

Post a Comment