Enjoy Before It's Too Late

Ketika kelas 5 SD saya mulai memutuskan untuk menjadi anak yang bermasa depan cerah bukan bermasa depan suram setelah membaca buku Penjaskes kelas 6 yang membahas perkembangan remaja. Saya berjuang melawan kerasnya dunia anak-anak sekokah yang penuh bully dari mereka yang merasa lebih kuat. Perjuangan yang berat.

Lalu ketika remaja, ketika melihat beberapa orang yang menikah di usia 30an ke atas dan memiliki anak masih kecil-kecil saya memutuskan kelak saya akan menikah muda. Paling telat usia 25. Saya banyak belajar dari bacaan-bacaan, novel, film dan lainnya. Sedikit bayak saya sudah memiliki gambaran dan bekal tentang menikah.

Kenapa saya ingin menikah muda? Alasan utamanya adalah karena saya tahu menikah itu bukan memasuki gerbang tol degan jalan yang mulus dari awal hingga akhir, saya tahu menikah itu awal sebuah perjuangan baru yang saya gadang gadang akan lebih berat dari perjuangan di sekolah, kampus atau masyarakat. Saya sudah mereka reka rencana bahkan ketika saya masih doyan nyewa komik bareng sahabat-sahabat saya. Gambaran tentang istripun sudah ada dalam benak saya. Jadi untuk itu semua saya harus melakukan nya ketika masih muda, bergairah dan berdaya saing hahaha

Alasan berikutnya adalah ketika saya menikah muda dengan seorang yang juga muda alangkah unyu dan serunya bercinta dalam keadaan jiwa raga masih segar bugar. Jelas minim bahkan tidak ada gangguan yang menyebalkan seperti gangguan-gangguan pasutri pada umumnya. Alhamdulillah...

Istri atau suami kita kayak mendapatkan kita seutuhnta yang masih kuat, sehat, tahan lama dan alhamdulillah kalau tampan atau cantik. Segar sesegar gambar pisang di sebelah kanan di gambar di bawah tulisan ini. Saya percaya apa yang terlihat dipengaruhi oleh apa yang tak terlihat, contohnya raut muka adalah efek suasana dalam hatimu yang sedang tidak nyaman sudah pasti juga tak dilihat orang. Begitu juga dengan bahagia atau tidak suami istri pada pagi hari tergantung cerita di dalam gelap semalan 😁


Ini penting!

Bahagia itu harus sama-sama karena bahagia sendiri itu bukan bahagia namanya. Yakin kamu bisa bahagia sendiri? Yakin bisa tertawa sendiri? Bahagia itu harus dibagi, dikejar bersama-sama dengan tenang, bila perlu maknai setiap step nya. Salah satu sedih yang paling sedih adalah ketika kamu tertawa sendirian tanpa teman. 


Alasan lainnya kenapa saya memilih menikah di umur 24 tahun adalah karena saya merasa sudah siap. Sudah waktunya nih.  Bukan mapan. Tetapi saya sudah siap untuk berbagi suka dan duka. Siap untuk belajar dan bekerjasama. Saya sudah siap mental ketika kelak ada trouble dari sekeliling kami. Asalkan tetap berdua saya optimis kamj bisa jalan.  Sekali lagi menikah itu berat bagi mereka yang tak siap mental untuk berbagi dan bersabar. Tetapi akan selalu terasa menemukan kebahagiaan bagi mereka yang penerimaan nya luasss seluas hatikuuu eh seluas jagat raya maksudnya. Karena hanya hati yang luas yang bisa menerima dengan lapang apapun ujian dari Tuhan. Saya sendiri merasa belum mampu-mampu amat kalau urusan siap gak siap ini.

Ada alasan lain juga sih : Anak!
Aku membayangkan kelak ketika mereka beranjak dewasa aku bisa jadi sahabat mereka yang siap diajak traveling, bikin konten, berkarya atau mungkin kita bisa bentuk group band atau nasyid. Hehehe. Menikah muda lalu merencanakan bersama kehidupan kedepan itu lah indahnya. Saya sendiri sejak SMA mereka-reka rencana; menikah sebelum lewat umur 25, punya rumah dan beli barang sesuai hobi sebelum punya anak, dan berharap tetap sehat walafiat ketika kelak menemani anak-anak wisuda dan menikah. Gileee anak SMA sejauh itu mikirnya hahaha

Menikah muda itu banyak baiknya asaaaaal.. Kamu sudah siap mental, karena sekali jalan kamu ga akan bisa mundur lagi.

Buat yang belum menikah semoga Allah memudahkan perjuangan nya menuju kesana. Semoga dipertemukan dengan jodoh terbaik dan kehidupan yang dipenuhi keberuntungan. Buat yang masih muda, percayalah game android mu tak ada fungsinya dalam memecahkan masalah-masalah dalam rumah tangga. Mending sekalian main game masak memasak, game merawat bayi, game membenahi rumah aja deh kalau malas baca buku atau bertanya tentang pernikahan

Dan yang paling penting jangan pernah bilang "Ah masih lamaaaa belum kepikiran" karena nanti kamu akan menyesal ketika hal sepenting itu gak kamu pikirin dari sekarang.

Cam kan itu, anak muda!


Comments