![]() |
| Satu kata yang merangkum film Bebas di benak saya adalah : Nostalgic |
Sempat nonton film aslinya yang berjudul Sunny (Korea), saya langsung senang waktu Riri Riza dan Mirles mengumumkan bahwa mereka akan me-remake film Sunny dengan Judul Bebas. Wow! Saya langsung memasak ekpektasi yang tinggi serta membayangkan siapa saja yang akan menjadi pemainnya
And here we go! Filmnya Sudah tayang kemarin (3/10) dan alhamdulillah saya bisa menonton di hari pertama tayang. Tapi sebelum bahas filmnya saya kasi sedikit sinopsis deh
Sinopsis
Jadi film ini bercerita tentang Vina Panduwinata dewasa (Marsha Timoty) yang secara tidak sengaja bertemu teman satu genk nya (Krisdayanti) di ruangan sebuah rumah sakit, temannya ini ternyata sedang melewati masa-masa sulit dan masa-masa terakhir hidupnya karena menderita Kanker. Merekapun bertemu dan sangat gembira. Kisah film inipun bermula.
Krisdayanti yg biasa di sapa Kris adalah ketua genk nya di masa SMA. Hari-hari mereka di SMA penuh kisah seru dan menarik seperti layaknya kisah SMA; punya genk populer, suka-sukaan, kelahi dengan genk lain dan sebagainya. Genk ini juga seprti itu
Di masa sekarang, mereka tak lagi bertemu dan komunikasi. Kris umurnya tak lama lagi. Akhirnya Kris meminta Vina mencari teman-temannya kembali
...
![]() |
| Vina Panduwinata Dewasa (Marsha Timoty) |
Film berdurasi 119 menit ini berhasil merebut perhatian saya karena ya siapa sih yang tidak tertarik dengan kenangan masa SMA? Melihat scene demi scene film ini membawa kita bernostalgia ke masa SMA terutama yang SMA nya tahun 90an atau 2000an awal. Geli geli terharu gitu rasanya. Kita diajak mengenang Dengan riang tapi diam-diam dibuat kangen dan yang paling penting kita dibuat untuk me-review hidup kita kembali. Sudahkah kita bahagia menjalani hidup? Sudahkah kita menjadi diri kita sendiri dengan leluasa? Pesan itu yang tertanam banget di benak hingga setelah keluar bioskop saya mempunyai semangat baru untuk terus melanjutkan bahagia dengan semua apa yang ada di sekitar saya.
Riri Riza dan Mira Lesmana tampaknya masih mengandalkan trik marketing yang sama seperti film AADC 2 lalu : Reuni. Trik marketing dengan mengajak orang bernostalgia memang selalu suskes mendulang penonton hingga jutaan. Sebagian besar masyarakat Indonesia bahkan dunia pasti mendambakan reuni dan pasti senang mengenang masa-masa lau terutama masa indah mereka di SMA. Jadi saya menebak film ini akan bertahan cukup lama di bioskop tanah air. Semoga saja.
Humor yang ditampikan film ini khas banget tahun 90an, megelitik dan benar-benar bikin kangen masa-masa remaja. Tapi di balik humor dan lelucon keren itu, ada banyaaak sekali pesan yang ingin di sampaikan oleh Riri Riza terutama tentang persabahatan yang sejati, parenting dan ikhlas pada perubahan keadaan yang kadang tak menguntungkan.
Persahabatan genk Bebas mewakili persahabatan banyak orang karena itu film ini akan sangat muda diterima oleh remaja maupun orang dewasa. Saya sarankan yang udah punya anak remaja nonton bareng anak-anaknya, insyaallah akan mencairkan dinding es yang sering terbangun pada remaja dan orang tuanya. Kita diajak dekat dengan anak-anak dengan cara melihat lagi bagaimana kehidupan kita saat remaja, bagaimana kita dengan orang tua kita saat remaja, bagaimana kita saat jatuh cinta, saat ngambek dll. Sehingga kita tidak terlalu kaku pada anak-anak. Orang tua adalah pelindung sekaligus teman buat anak-anak. Pesan ini dapat banget di film ini ketika Vina Dewasa yang akhirnya menyadari bahwa yang dibutuhkan anaknya adalag keterbukaan.
Sinematofrafi nya gimana? Ya sebelas dua belas lah sama film AADC, khasnya Mirles dan Riri Riza banget. Pas lah. Gak jelek juga gak bagus-bagus amat, cumaa yang keren suasana tahun 98 nya dapat lah meski ada beberapa hal yang bikin saya bertanya sendiri saat menonton dan agak menggangggu kayak :
" Tahun 98 udah ada cewek rebonding rambut gak?"
" Tahun 98 anak-anak gadis di Jakarta boleh keluar malam sendirian gak?"
Pertanyaan-pertanyaan remeh ini yang butuh penjelasan agar lebih total puas rasanya. Tapi overall suasana 90an nya dapat lah. Dari walkman, pager, rambut belah tengah, dialog-dialognya semua okelah, pedagang kaki lima nya, sampai pedagang Kue Putu yang berkeliling memikul jualannya bisa banget bikin kita amaze.
Pemainnya juga pas banget. Riri Riza memilih pemain tak hanya sesuai dengan karakter tetapi juga bentuk wajah dan penampilannya yang persis banget remaja 90an seperti wajahnya Vina yang polos banget, si cantik Suci yang mirip Meriam Bellina Remaja, Jojo yang khas banget cowok 90an diantara cewek-cewek zaman itu. Saya menonton sambil membayangkan lembaran - lembaran Majalah Aneka Yess punya bibk saya yang mirip banget gayanya sama pemain-pemain film Bebas ini.
Hal yang patut acungi jempol di film ini adalah pemilihan Soundtracks nya. Keren banget. Lagu-lagu lawas seperti lagu - lagu Chrisye, Vina Panduwinata, Dewa 19 Andre Hehanusa dengan Bidadari-nya dan Kahitna benar-benar mendukung film dengan sangat baik bahkan sangat baik. Hingga sampai keluar bioskop pun masih terngiang-ngiang dan membekas di hati
Lalu mana yang bagus film Sunny atau Bebas? Buat saya dua-duanya bagus banget. Sama-sama punya kelebihan masing-masing. Punya hati di penonton negaranya masing-masing.
Menonton film ini, sangat menyenangkan!
Untuk film ini saya kasi : 8.5\10 | Boleh setuju boleh tidak




Comments
Post a Comment