Kita ini makhluk surga.
Bapak Ibu moyang kita adalah penghuni surga. Qadarullah mereka diberikan hukuman (dan amanah menjadi khalifah di Bumi) turun ke Bumi karena kesalahan pertamanya : terlalu penasaran dan tergoda. Perintah Allah diabaikan dan rayuan setan dituruti. Tentu semua sudah menjadi ketentuan dan ada dalam skenario Allah.
Sejak saat itu kita, anak-anak adam diberi tahu cara agar bisa kembali lagi ke kampung halaman kita : surga. Ternyata tak semuda yang dibayangkan. Semakin beranak pinak manusia bukan hanya semakin jauh dari surga tetapi semakin jauh dari jalan menuju pulang. Setan terus menggoda, diri manusia pun rentan dan lemah pada godaan. Naluri manusia yang unik (memliki nafsu dan akal) pun menjadi ujian tersendiri.
Kita Sering terlupa bahwa Bumi adalah persinggahan. Bumi adalah titip Allah sementara yang harus kita jaga dengan berbuat baik padanya dan makhluk yang tinggal di atasnya. Sayangnya, karena keserahakan dan karena nafsu kita lupa bahwa kita punya tujuan utama. Pulang kampung ke surga. Kita sering lupa bahwa berbuat baik dan benar pada bumi dan seisi ya adalah salah satu puzzle dari tiket pulang kita.
Banyak orang berpikir bahwa beribadah itu hanyak hal-hal yang vertikal (hablumminallah), sering abai bahwa berbuat baik pada Bumi dan isinya adalah juga ibadah yang dianjurkan Rasulullah dan Allah agar mereka yang akan datang setelah kita masih merasakan beribadah dengan nyaman dan bahagia di atas bumi yang sehat.
Manusia memang kebanyakan lupa betapa berharganya dirinya. Cantik, gagah, kaya, muda, sehat tak dimanfaatkan dengan baik. Banyaak yang menghinakan dirinya dengan melakukan perbuatan - perbuatan yang menurunkan levelnya sebagai manusia. Manusia memang kebanyakan selalu lupa betapa ia disayangi oleh Nya. Diberikannya berbagai fasilitas hidup namun lupa bersyukur malah meminta hal lain yang lebih dan lebih, yang kadang dirinya tak mampu menampung permintaan tersebut.
Sungguh kita harus sadar sesadar-sadarnya siapa diri kita sebenarnya. Kita adalah makhkuk surga yang dihukum turun ke Bumi, diperintahkan menjadi Khalifa yang menjaga Bumi dan tentu saja masih ditunggu-tunggu oleh Surga untuk kembali melewati jalur yang benar tentu saja.
Semoga kita, aku dan kamu yang membaca ini selalu sadar dan juga sabar untuk saling mengingatkan siapa dan apa yang kita cari di Bumi ini.
Selamat pagi, makhluk Surga!

Comments
Post a Comment