Pagi ini, saya buka-buka wa lalu muncul foto jadul abang ini. Bang Egis namanya.
Mungkin jika tak ada caption nya foto ini akan saya lewatkan begitu saja. Mungkin jika tak ada captionnya ayah akan tertawa melihat dan tertawa membandingkan dengan bang Egis yang sekarang.
![]() |
| Bang Egis 2002 |
Radio bang Egis satu-satunya hiburan malam saya. Apapun musiknya, apapun bahan obrolannya saya nikmati saja. Tak ada pilihan lain saat itu di Kecamatan saya, Utan.
Karena siarannya bang Egis (yang saat itu sayabga pernah tau seperti apa rupanya) saya berniat ingin menjadi penyiar. Karena bang Egis saya setiap hari bertarung dengan rasa tidak percaya diri saya. Hingga pada akhirnya zaman kuliah keinginan saya terwujud.
Masyaallah...
Bang Egis pasti tidak menyangka hal yang mungkin sederhana yang dia kerjakan bisa menginspirasi seorang anak bahkan mungkin lebih banyak lagi. Bang Egis mungkin tidak menyangka bahwa radionya telah turut andil membuat perubahan berarti dalam diri seorang anak yang minder menjadi lebih hidup, bersemangat dan percaya diri.
Maka dari itu.. Saya mengambil banyak pelajaran. Salah satunya..
Jangan ragu melakukan hal-hal baik sekecil apapun karena kita tidak tahu seberapa nesar manfaatnya buat orang yang jelas, pasti akan bermanfaat.
Sebaliknya kurnag-kurangi bicara atau melakukan hal buruk, stop bila perlu karena kita tidak tahu ada hati yang terluka atau jiwa yang down karena kata dan perbuatan kita...
Terimakasih bang Egis karena telah mengisi masa remaja saya meski bang egis tahu itu hehehe..
Semoga sehat sehat selalu.. Aaamiinn

Comments
Post a Comment