Alhamdulillah dipertemukan dengan LENTERAHATI ISLAMIC BOARDING SCHOOL sebagai tempat anak-anak kami bersekolah, bermain dan belajar banyak hal. Sekolah yang pas, sesuai dan cocok dengan hati kami sebagai orang tua dan sekolah yang sangat di sukai oleh anak-anak kami. Saya mencari sekolah yang tak melulu memporsir anak-anak dengan tuntutan-tuntutan ini itu tapi sekolah yang sejatinya tempat anak-anak berkembang sesuai umurnya, belajar dengan bahagia sesuai usianya. Saya tak menuntut anak-anak selalu jago dalam bidang-bidang tertentu, saya hanya menginginkan mereka belajar dan bertumbuh dengan bahagia, mengerti kehidupan dengan alami di bawah pengawasan kami orang tua juga ustad-ustad dan bunda-bunda di sekolahnya.
Saya percaya Lenterahati karena saya yakin basic Abah Abuya MA Muazar Habibi sebagai psikolog senior tentulah amat sanga faham bahwa kecerdasan anak tidak melulu pada satu bidang melainkan setiap anak memiliki kecerdasan masing-masing. Then kami tidak khawatir dan tak menuntut anak-anak untuk jago dalam semua pelajaran tapi saya bisa mengarahkan dan memaksimalkan bidang yang mereka sukai sejak dini.
Karena menurut saya ada beberapa hal yang kurang tepat dalam pendidikan anak yang saya temui di beberapa orang. Sekali lagi ini menurut saya.
Pertama, banyak orang tua menginginkan anaknya hafal 30 juz al quran dan pelajaran lainnya sedini mungkin. Jadilah segala macam usaha dilakukan agar anak mampu memenuhi keinginan orang tuanya meski umurnya baru saja 5 tahun atau lebih bahkan dibawah itu. Kita mengabaikan hak mereka untuk bermain, bersekplorasi dan memahami perlahan-lahan. Seorang teman saya, mantan guru di salah satu TK Islam pernah mengatakan bahwa ternyata salah memporsir anak dengan hafalan dan sebagainya di usia dini karena akibatnya di usia kelas tinggi ke atas mereka cenderung kehilangan semangat belajar, jenuh dan kurang tertarik lagi untuk belajar.
Tak jarang kita memaksa anak menjadi dewasa sebelum waktunya, maka jangan heran jika kadang ada orang-orang dewasa yang kekanak-kanakan karena masa kecil mereka kurang bermain.
Kedua, ini adalah yang saya dengar dari podcast Deddy Corbuzier. Dia bertanya, mengapa satu orang guru hanya menguasai dan mengajarkan satu mata pelajaran sedangkan Satu orang siswa harus memahami, menguasai dan jago di semua mata pelajaran?? How can be like that?
Lalu, kebiasaan orang tua dan guru di Indonesia adalah, jika anak jago di satu bidang (misalnya non eksak) lalu lemah di bidang lainnya (misalnya matematika), mereka akan melakukan segala macam hal agar si anak jago di matematika seperti les private, remidi, jam tambahan di sekolah dll sementara hal-hal yang disukai anak-anak cenderung dibiarkan begitu saja. Hasil nya? Kalau peribahasa Sumbawa mengatakan Seperti "Bote Bau Balang" (seperti Monyet Menangkap Belalang) gak ada yang berhasil ditangkap karena bingung harus fokus kemana? Karena hal yang dia sukai malah diabaikan dan hal yang tidak dia sukai malah di cecokin. Tidakkah anak akan trauma? Atau tidakkah anak akan tumbuh menjadi menusia tanpa keinginan?
Dan banyak di sekitar saya anak-anak yang kalau ditanya mau kuliah jurusan apa? Jawabannya apa? "Kuliah yang gak ribet sama hitung-hitungan" katanya. Mereka ga tau apa yang mereka inginkan di masa depan karena kita sebagai ortu dan guru kerap terburu-buru memaksakan kehendak pada anak. Bahkan sejak anak baru lahir kita sudah memberi beban di pundak mereka dengan kalimat : semoga kelak jadi anak yang membanggakan ortu, jadi anak yang kuat, jagain ayah ibu, jadi orang hebat, jadi ini jadi itu dsb... Sayapun pernah melakukan ini dulu dan saya akhirnya sadari kasihan anak-anak kita bebani sejak bayi.
Cukuplah kita doakan, semoga kamu tumbuh jadi anak yang bahagia dengan dirimu.. atau tumbuh lah dengan baik... Jikapun ada keinginan dia begini begitu kita arahlan saja pelan-pelan lewat mainan, lewat cerita dsb tanpa ada paksaan karena manusia paling ogah dipaksa, apalagi anak-anak.
Saya rasa banyak yang lebih faham dari saya. Intinya saya banyak belajar dari sekolahnya anak-anak saya dan insyaallah semoga keadaan yang baik ini terus terjaga dan menjadi jalan kebaikan dunia akhirat untuk anak-anak kami, untuk kami dan untuk ustad2 sert bunda2nya serta siapapun yang terlibat dalam kebaikan ini.. Aaamiinn...
Comments
Post a Comment