Ada satu scene tadi yang membekas dibenak saya. Scene ketika ibunya Kinan flashback ke momen ketika Aris melamar Kinan untuk pertama kali secara tidak resmi. Aris memperkenalkan diri dengan begitu gambang meski gugup dan sebagai sosok yang sempurna; mapan, tampan, penyayang, sholeh. Diceritakan firasat ibunya sudah gak baik sejak awal. Melihat Aris yang mempresentasikan dirinya begitu sempurna. (Btw katanya Aris di dunia nyata, juga seperti itu ya). Terlalu sempurna untuk seorang manusia.
Karena itu buibu, mbak-mbak jamaah Layangan Putus.. terima kekurangan lelaki kalian. Terima hal-hal yang ia gak mampu lakukan dalam kapasitasnya sebagai seorang manusia, karena itu artinya ia masih manusia. Bukan malaikat. Kalianpun masih manusia bukan bidadari.
Hal yang paling sering membuat banyak orang kecewa adalah ekspektasi nya sendiri. Harapan yang ia bangun terlampau tinggi, tuntutan yang muluk yang membuat lelaki yang menyukainya akan melakukan atau memperlihat pada nya apa yang ingin ia lihat doang. Sisi baiknya doang padahal manusia memiliki dua sisi kan?! Kingga ketika tersibak tabirnya ia jatuh gedebuk ambyarr patah berkeping-keping itu hati dan cinta.
Karena itu janganlah terlalu mencari atau menuntut seseorang yang sempurna dalam semua sisi karena tidak ada yang seprti itu, yang ada adalah para pria memperlihatkan apa yang ingin kalian lihat doang. Alias kebohongan yang indah demi menarik perhatian kalian. Buatku sendiri sempurna itu adalah ketika kita masih punya dua potensi dalam diri kita; potensi berbuat baik dan potensi berbuat salah and it's our Fitrah. Itulah perjuangan abadi kita. Menaklukan potensi jelek setiap hari, setiap waktu. Sempurna itu adalah ketika kita masih manusia biasa yang masih berbuat salah dan menyadari itu kemudian memperbaikinya.
Perempuan pun begitu. Ingatlah untuk selalu menjadi manusia. Ingatlah untuk tertawa, ingatlah untuk sesekali menangis melunakkan hati. Ingatlah untuk mengingat diri sendiri. Bahagiakan diri dengan menerima diri. Bahwa buibu semua gak harus terus menerus menjadi yang paling capek, yang paling menahan sakit. Just speak up, sedih lah sebentar lalu tuntut kebahagiaanmu. Peduli pada mental mu buuuu.
Jangan gak nangis-nangis ya, gak baik buat kesehatan.
Salam sayang
Bang Ajie, temannya Aris
Eh!
Comments
Post a Comment