Pawang Hujan MotoGP Mandalika

Sudah sudah jangan berlebihan ya genks. Perhelatan international nya udah kelar, berikan ruang untuk evaluasi.

Tentang apa yang terjadi, apa yang ramai dan menjadi sorotan tanggapi dengan bijak dan tentang adanya Pawang hujan anggap saja sebagai bagian dari ceremonial dan warna yang membuat gelaran MotoGP jadi seru. Itu perkara keyakinan masing-masing orang. Tidak perlu kita sebut kan bahwa keyakinan kita melarang itu karena mbak Pawang bukan muslim jadi tidak kena kalau bapak ibu kritik dengan mengatakan itu syirik dll. Karena toh perhelatan ini adalah bentuk nyata dari kerennya keberagaman itu. Bermacam orang, asal, warna kulit, bahasa, agama, ras dll bekerjasama untuk kesuksesan MotoGP ini, untuk memberikan pertunjukan yang baik buat kita semua. Selebih nya mari memaklumi apa yang terjadi dan memberi ruang untuk mereka mengevaluasi.

Ingat, kita masih punya 999 bata yang bagus di tembok kita, jangan melihat satu bata jeleknya saja. Apresiasi itu perlu, kritik dan saran juga diperlukan. Mari bijak bersuara, tegas tidak masalah asal jangan pakai urat dan tetap ingat bahwa bersama tak harus sama...

Alhamdulillah untuk hari ini. Terimakasih untuk semua yang telah bekerja keras membuat Lombok menjadi dikenal dunia. Semoga mendatangkan kebaikan, kemakmuran dan kemaslahatan bagi Indonesia, khususnya NTB; Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Salam damai.



Comments