Mata masih terasa gak enak, ada perih2nya dikit karena tadi nangis kejer sendirian nonton Film Ngeri Ngeri Sedap. Tadi itu pengalaman nonton film
terbaik
dan ternikmat saya selama ini. Serius!Ini film ga sereceh judulnya. Kalau liat judulnya pasti ekspektasi kalian ini adalah film jelek. Ya kan? Apalagi liat pemainya yang ga ada ngepop dan bening - beningnya kayak film-film keluarga dan film cinta Indonesia kebanyakan. Ada Tika Panggabean, Arswendi Beningswara (yang mirip sekali alm. Kakek saya), Boris Bokir, Gita Bebita, Lolox, dan Indra Jegel.
Kalau boleh kasi nilai. Film ini 9,9/10 sih. Sebagus itu.
Dari cerita, dari performa cast nya yang oke semua, dari sinematografinya, latar filmnya yang asli keren parah (saya sampai refleks ber-masyaallah) danau toba itu keren banget. Juga musiknya yang berbahasa Batal itu beuuhh Keren - keren semua.
Kekuatan utama film ini adalah ceritanya. Relate banget dengan sebagian besar orang Indonesia atau dengan saya deh. Asli Relate banget.
Jadi film ini bercerita tentang Mak Domu dan Pak Domu yang pengen banget anak-anaknya pulang kampung untuk hadir di pesta Sulang Sulang Pahompu sebuah pesta perayaan pernikahan kakek neneknya yang tertunda karena dulu belum ada biaya. Pak Domu dan Mak Domu kehabisan akal untuk meminta anak-anak nya kembali ke kampung halamannya dari rantauan.
Anak pertama, Domu. Tinggal di bandung dan akan menikah dengan gadis Bandung. Jelas ini tidak boleh oleh Pak Domu. Batak Kawin dengan Sunda atau suku lain itu Tidak boleh!
Ada Gabe, yang jadi pelawak terkenal di TV. Dikuliahkan jurusan hukum kemudian menjadi pelawak adalah kesalahan parah di mata Pak Domu.
Ada Sahat, yang sejak kuliah memilih tinggal di Desa di Tempat dia KKN dulu dan mengembangkan ilmunya disana. Masyarakat disana sangat mencintai nya.
Muncul lah ide Pak Domu dan Bu Domu untuk Pura-Pura bercerai. Benar saja mereka langsung pulang kampung dan cerita berjalan dengan grafik emosi yang dibuat turun naik sedemikian rupa.
Saya merasakan lagi nikmatnya nangis sambil tertawa atau tertawa sampai nangis itu. Lawakannya dapat banget lucunya. Dramanya pun gilak! Kalau udah urusan ortu, aduhh kayak ada yang ngupas bawang di depan mata.
Buanyak banget pesan moral tentang parenting, tentang tradisi, tentang mencintai keberagaman negeri ini, tentang bagaimana berdamai dengan ego sendiri dll.
Kalau ditulis semua nanti nontonnya gak seru. Saya Jamin kalian pasti suka film ini. Pasti. Apalagi kalian yang sedang merantau dan suliiit sekali bisa pulang kampung... Duh! Juga buat ortu yang ditinggal merantau oleh anak-anak nya.. Hikss
Jadi sepanjang film emosi itu diaduk diaduk banget. Sampai Sekarang mata masih kayak lelah rasanya.
Padahal kalau ada masalah sendiri seberat apapun asli ga bisa-bisa nangis akutuh. Eh pas liat film2 bagus gini aduhhh ga kuattt!
Pesan moral yang menjadi inti dari film ini adalah..
Jika kita mendidik anak kita menjadi Elang maka jangan berharap mereka menjadi Burung Dara.Jika kita menyekolahkan anak tinggi - tinggi maka ikhlaskanlah mereka untuk jarang pulang..


Comments
Post a Comment