Melihat Masa Lalu Sumbawa Lewat Catatan A. Ligtvoet : Sumbawa Tahun 1876 (Terjemahan oleh Poetra Adi Soerjo)

Asupan gizi weekend kali ini.
Sebuah buku berjudul Sumbawa Tahun 1876 yang ditulis oleh seorang peneliti dan penulis asal Belanda bernama A. Ligtvoet dan diterjemahkan dengan baik oleh kanda Poetra Adi Soerjo ke dalam bahasa Indonesia. Sehingga sesuai harapan beliau kita bisa mengenal asa muasal masyarakat Sumbawa dari banyak segi; ekonomi, budaya, Politik, Seni , tata kelola masyarakat, kingdom life-nya dan adat istiadat sumbawa pada masa itu.
Banyak pertanyaan saya yang terjawab di buku ini, semisal yang sederhana kenapa banyak sekali semacam status sosial di masyarakat Sumbawa?, mengapa pakaian masyarakat harus berbeda dan ainnya . Banyak pengetahuan tentang sejarah, karakter dan pola hidup masyarakat Sumbawa di masa lalu yang akhirnya bisa kita ketahui dan fahami.
Tulisan A. Ligtvoet ini apa adanya. Seperti yang ia saksikan dan rasakan di Sumbawa pada masa ia menjejakan kaki di Sumbawa pada masa itu. Harus kita akui bahwa perbedaan status sosial masyarakat dan sejenisnya ternyata kuat sekali pada zaman itu.
Namun, pengantar dari bapak Fahri Hamzah di bagian awal buku (yang saya stabilo) adalah gambaran masyarakat Sumbawa pada saat ini. Siapapun kamu jika kamu memberikan sumbangsih yang bail untuk masyarakat dengan ilmu pengetahuanmu maka derajatmu serta merta tinggi di mata masyarakat. Sebaliknya siapapun kamu jika tidak memberikan apapun bahkan cenderung meresahkan maka jangan salahkan masyarakat akan mengabaikan mu sekali pun kamu adalah salah satu rowe tertinggi dalam status social masyarakat di Sumbawa. Tepat sekali itu, Pak Fahri.
Meski begitu tentu semua ada kurang dan lebihnya. Ambil yang baik-baiknya saja, pelajari yang baik-baiknya saja, yang buruk tinggalkan di belakang, biarkan ia jauh tertinggal dan hilang...
Buku ini bisa teman-teman order di si ubur yang bentar lagi akan delivering baby yang kedua; Kartika Sari . Semoga lancar lahirannya ya, Ubur...



Comments