Genks, kalau kalian pikir untuk punya body ideal, punya perut rata, punya pipi tirus, punya kulit bebas jerawat dll itu harus pakai skin care mahal, itu salah!
Saya sendiri telat menyadari itu. Ketika terdiagnosa autoimun saya baru Benar-benar mengerti dan akhirnya tak ada pilihan selain melakukannya. Kadang untuk kebaikan perlu ada sefikit pemaksaan. Saya anggap sakit ini adalah paksaan buat saya untuk hidup sehat secara holistic dan hasilnya saya merasa jauuh lebih sehat dan tenang sekarang daripada dulu sebelum saya kena autoimun.
Kok bisa? Terusin baca ya
Jadi saya yang dulu itu bisa dibilang kacau banget deh gaya hidup nya. Saya yang dulu suka sekali begadang, doyan makan dan gak kontrol takaran makan dan jenis makanan yang di makan, asal halal dan enak, sikat saja. Lalu saya yang dulu terlalu overthinking, gampang cemas (karena masalah dan something wrong di perjalanan hidup saya dan hanya keluarga dan org terdekat yang saya ceritakan). Jadilah sistem dalam tubuh saya kewalahan dan error. Karena saya menzolimi diri sendiri dengan menjejali makanan enak tanpa menunggu lapar, tanpa memperhatikan jam tidur dan jam istirahat tubuh saya akhirnya menanggung akibatnya.
Tiba-tiba tubuh saya ditumbuhin bercak - bercak aneh yang terus bertambah dan melebar. Saya pikir ini karena darah kotor atau alergi. Paling kalau bekam nanti pasti ilang, gitu pikir saya dulu tapi lama kelamaan semakin banyak dan mulai membuat saya tidak nyaman dan khawatir karena sudah mulai menganggu rasa percaya diri dan akhirnya kena mental juga. Saya jadi krisis percaya diri, tidak bersemangat hidup dan depresi. Sayapun ke dokter dan dokter menyatakan saya autoimun Psoriasis. Dimana kata dokter kulit saya alergi dengan dirinya sendiri.
Sebelum itu, setiap orang yang saya perlihatkan kulit saya pasti prihatin dan mulai mencoba menerka-nerka saya sakit apa, mulai dari koreng, edeh, guna-guna sampai ada yang bilang saya mungkin pernah bernazar apa gitu yang belum saya penuhi. Lalu semua menyarankan berobat dengan obat ini itu, ke orang pintar, ke ustad ke shin che dan lainnya. Awalnya saya gak nyaman akhirnya saya Senyumin aja.
Singkat cerita saya akhirnya faham apa yang saya alami. Itu setelah masuk bulan ketiga. Saya mulai mengerti bahwa ini adalah efek dan akumulasi gaya hidup saya beberapa tahun belakanhan yang tidak seperti seharusnya.
Hal pertama yang harus saya lakulan adalah menerima (accepting) dan ikhlas bahwa it's okay to not to be okay. Saya harus menerima ini ada yang ga beres dengan sistem dalam tubuh saya.
Berangkat dari situ saya mempelajari semuanya mulao dari kesehatan mental, depresi yang berefek pada pencernaan dan pencernaan yang berefek menjadi autoimun. Saya pada akhirnya memahami bahwa saya mengalami leaky gut (kebocoran usus) yang menyebabkan kotoran yang seharusnya terbuang malah masuk ke darah dan darah membawanya ke kulit untuk dikeluarkan dari tubuh tapi karena tidak pada tempatnya jadilah masalah (penyakit) yang saya alami: autoimun Psoriasis.
Kenapa bisa bocor ususnya?
Disinilah andil besar pola makan, gaya hidup dan pola pikir. Makanan yang hanya enak di lidah belum tentu enak di perut yang sering saya makan adalah salah satu penyebabnya, overthinking yang terus saya alami adalah pencetus terbesar kedua. Ditambah lagi pola hidup yang tidak sehat seperti begadang, makan tidak teratur, jarang dan olahraga maka komplitlah semuanya. Tubuh saya menyerah.
Setelah memahami itu semua, bangkitlah keyakinan bahwa saya pasti sembuh, tumbuh lagi kepercayaan diri saya untuk menjalani hidup. Saya mulai menjalani hidup sehat dengan rutin mengkonsumsi Probiotik untuk memperbaiki usus yang bocor, berhenti makan terigu, berhenti makan gula, mengganti nasi putih dengan nasi merah, setiap hari makan makanan yang mengandung probiotic dan prebiotic, setiap hari mandi pakai sabun homemade batangan yang gak ada wangi-wanginya dan shampoo bayi, setiap hari berjemur dan meditasi menenangkan diri, setiap hari saya mencatat perkembangan dan apa yang terjadi untuk nantinya saya akan share sebagai edukasi buat orang-orang di luar sana. Buat yang sudah dinyatakan automation khususnya psoriasis saya berharap gak perlu melewati fase sedih dan drama kayak saya, buat yang tidak kena semoga jangan sampai kena dan berharap mereka menjaga diri setelah saya berbagi hal ini.
Lalu saya berpikir bahwa saya nanti akan bau badan, bau rambut, dll kalau mandi saja gak pakai sabun wangi. Pakai parfumpun gak boleh karena itu pemicu yang bisa memperparah psoriasis.
Qadarullah ternyata justru sebaliknya. Saya merasakan manfaat yang Benar-benar harus saya syukuri dengan sangat. Karena ternyata sejak mengeliminasi beberapa makanan, saya menjadi merasa jauuuh lebih sehat. Berat badan turun dengan baik, kulit menjadi bersih, pipi tidak lagi tembem, pencernaan jadi lancar, badan terasa ringan dan enak, gak ada lagi kolesterol dll even jerawat pun gak berani datang lagi.
Akhirnya saya menyadari bahwa apa yang kita makanlah yang mempengaruhi banyak hal di tubuh kita. Terutama gula dan terigu. Ini adalah sumber utama banyak nya gangguan kesehatan belakangan ini. Gula itu adalah pemicu jerawat sampai diabetes. Gula itu menyebabkan peradangan di dalam dan luar tubuh. Ada luka dikit kalau banyak gula pasti susah sembuh, jerawat banyak dan susah hilang itu karena gula yang banyak selain penyebabnya karena bakteri dll. Begitu juga terigu. Dari yang saya pelajari karena terlalu banyak diolah dari tempat asalnya hingga sampai ke sendok kita, terigu jadi tidak sehat untuk kita konsumsi setiap hari. Usus dibuat lengket, bikin Probiotik (bakteri baik) dalam usus mati sia-sia sehingga ga bisa bantu pencernaan dan banyak efek lainnya yang bisa teman-teman googling sendiri.
Ya begitu lah pengalaman saya sampai pada akhirnya saya berterimakasih pada Allah karena diberikan penyakit autoimun Psoriasis yang ternyata baik buat saya sebagai jalan saya memperbaiki hidup secara holistic. Fisik dan mental.
Jadi sekarang teman-teman tau kan harus gimana? Jangan tunggu sakit kayak saya baru mau bergerak memperbaiki hidup ya.
Coba share di kolom komentar kalian kira - kira ada masalah kesehatan apa? Kali aja bisa ada solusi dari yang lain.

Comments
Post a Comment