Baru kelar nonton SATRIA DEWA : Gatotkaca di Netflix
Hari ini, sembari mengasuh si Adik dan beristirahat karena ibunya masih ada kegiatan dan sambil menunggu waktu kakak-kakak pulang sekolah saya menonton Satria Dewa : Gatotkaca yang tayang di Netflix mulai hari ini dan inilah sedikit review saya.
Tapi nyatanya jauuh panggang dari api. Dari teknik pengambilan gambar saja sudah biasa banget, tidak ada kejutan yang waah gitu, tidak ada upgrade. Kemudian yang menjengkelkan lagi adalah dialog nya yang garing. Sia-sia banget rasanya cast bagus tapi seperti kurang dieksplorasi lagi. Dari semuanya yang paling menjengkelkan adalah insert iklan yang banyak sekali dan maksa banget. CGI di scene fight Gatotkaca dan si Kurawa (Yayan Ruhian) masih belum halus, tapi oke di scene Gatotkaca terbang sendirian di akhir scene film.
Intinya cukup kecewa sama film besutan Hanung Bramantyo ini. Pengambilan gambar nya sebelas duabelas lah sama film ayat ayat cinta, maksudnya seharusnya Satria Dewa ini lebih upgrade lah. Sayang sekali Gatotkaca yang harusnya epic jadi cringe gini.
Semoga di film berikutnya ada perubahan lebih baik karena di ending film ada bocoran cast selanjutnya ada Fedi Nuril sebagai Aswatama. Mubazir banget kalau cerita bagus, cast keren tapi eksekusinya kentang gini.
Eh terus itu kenapa korban Kurawa harus Zohri sang pelari juara dunia sih?? Motivasinya apa ya? Ga rela aja Zohri di bilang meninggal walaupun cuma film. Film ini fiktif kan? tapi Zohri dan profesinya itu nyata, gak elok rasanya di masukan sebagai korban meninggal akibat ulah Kurawa.
Dah itu aja
Untuk film ini saya kasi nilai 6/10

Comments
Post a Comment