Berkunjung Ke Punikan. Petik Rambutan dan Makan Durian


Berkunjung ke Punikan sejak dulu saya masih mahasiswa rasanya seperti pulang kampung. Karena kehangatan Inaq Amaq nya Cupni dan keluarga nya selalu menyambut kedatangan kami.

Zaman kuliah dulu kami; aku, Jo, Win dan Josh biasanya kesana sejak siang atau sore dan baru balik ke Mataram jam 10 malam bahkan lebih. Ngopi, ngobrol, main catur, makan, main ke sawah, ke kebun, ke sungai dll. Padahal kedatangan kami dulu rasanya selalu merepotkan tapi inaq sama amaq luar biasa ramah dan baiknya. Jadi jatuh sayang sama mereka.
Setelah semua menikah, waktu untuk ke Punikan jadi langka. Walaupun bisa kesana selalu ada saja yang tidak bisa. Biasanya kesana pada moment-moment tertentu saja kayak Maulid atau musim duren kayak sekarang. Terus kalau pergi sendiri tanpa istri atau anak-anak gak bisa lama-lama disana.

Alhamdulillah akhirnya kami berkunjung kesana lagi, rasanya seperti pulang kampung yang udah lama ga terwujud. Sayangnya sahabatku Jo dan Josh ga bisa "turun gunung" dari Sekotong - Lombok Barat. Jadilah saya dan Win beserta keluarga yang bisa. Senang sekali karena anak-anak nomor dua kami langsung akrab. Anak-anak pertama seperti biasa butuh proses lebih untuk mulai akrab.

Rupanya tadi Inaq dan Amaq sedang ke Sawah dan baru pulang petang jadi tidak bisa ketemu. Waktu pulang Deeva berat sekali pisah sama bestie baru nya. Karena itu kita bikin rencana lagi untuk kembali hari minggu depan jila tidak ada halangan.

Terimakasih Cupni, Mufi, Dea, Laika, Khafifa dan Punikan.








Comments