Mengusahakan Sehat Secara Holistic


 

Simak podcast ini dan mulai ubah hidup kalian.
Kenapa?

Saya sebelum kena autoimun dulu punya kolesterol tinggi, nyaris obesitas, darah tinggi karena doyan makan "enak" dan merasa perlu banget memakai berbagai produk perawatan diri. Sering tergoda iklan. 
Belum lagi masalah pikiran dan hati.
Lalu ketika kena autoimun dan mulai belajar berdamai kemudian akhirnya mengerti apa yang terjadi dan apa yang harus saya lakukan...

Setelah itu Kolesterol saya hilang lho, berat badan gak pernah naik melebihi normal, darah selalu stabil dan saya malah merasa lebih sehat dan lebih percaya diri krn merasa lebih ganteng setelah kena autoimun 😅
Tp poinnya bukan hrs kena autoimun dulu baru sehat. No..

Autoimun terjadi karena adanya kesalahan dan kerusakan sistem akibat gaya hidup (secara fisik maupun mental) yang telah membunuh banyak bakteri baik dalam tubuh kita.
You know, tubuh kita ini memiliki jutaan bakteri yang menghidupi kita. Kita ini sbnrnya bakteri hahaha
Tp kita bunuh bakteri baik dalam diri kita dengan kebiasaan makan tidak sehat, tidur tidak sempurna, sedikit sedikit obat kimia (terutama antibiotik), pikiran yang terlalu over dan perasaan yang tidak kita pegang kendalinya.
Banyak banget orang gak sadari ini. 

Lalu saya mulai melakukan hal-hal dan kebiasaan yang baik untuk merawat bakteri baik dalam diri saya.
Seperti, makan probiotik dan prebiotik lebih banyak, kendalikan perasaan dan pikiran (sesungguhnya hati kita gak akan bisa sakit tanpa seizin kita) dan pikiran yang selalu over dan stress harus diredakan dengan bergerak. Berjalan jauh. Tanpa alas kaki bila perlu. Grounding, koneksikan diri dengan alam. Sentuh alam. Atau olahraga.
Lainnya?
Saya tidak pernah mandi pakai sabun lagi sejak 2021. Shampoo hanya 1 kali seminggu. Utnuk rambut Pomade nya pakai racikan VCO dan esensial oil
Faktanya Mandi gak pakai sabun dan shampo Itu Ternyata gak bikin bau badan lho. Karena ternyata bau badan itu datang karena bakteri jahat dari makanan tidak sehat yang kita makan (ultra proses food) juga makanan-makanan instan. 
Kalaupun hrs pakai sabun maka saya pakai sabun homemade yang tanpa zat kimia berbahaya (ini googling sendiri ya), pewangi buatan (fragrance) dan lainnya.
Shampo pun kalau memang sulit diskip pilih yang nos SLS dan zat kimia lainnya. Sikat gigi pun saya jarang pakai odol atau moutwash karena faktanya pasta gigi itu banyak mengandung detergen dan moutwash itulah yang membunuh bakteri baik di rongga mulut.

Jadi sebenarnya sehat itu gampang dan gak mahal.
Yang jadiin terasa mahal dan berat itu adalah karena kita hidup di tengah dunia yang kebiasaannya berbeda aja dari kita.
Semacam kayak kita puasa sunnah diantara orang-orang gak puasa, itu godaannya besar banget.

Makanya untuk urusan makan, kadang istiqomah kadang juga loss doll. Tapi saya faham konsekuensi ketika saya "cheating" atau nggak. Jika ingin aman ya jalani pola hidup sehat yang baik, jika mau gak aman dan nyaman nanti ya silahkan makan sepuas nya sekarang. Maka ketika membayangkan konsekuensi nya, saya lebih bisa menahan diri. Atau kadang juga mikir, gasss deh nanti kita perbaiki lagi. Padahal pada kenyataannya memperbaiki itu gak mudah. 

Yang jelas dari semua yang saya usahakan untuk bisa kembali sehat dan hidup sehat itu adalah bagaimana bisa mulai berdamai dengan diri sendiri, bagaimana bisa menjalani hidup dengan hati tenang dan memiliki koneksi yang baik dengan alam dan manusia lainnya.

Makanya jika pun ada yang jahat, yang ngomongin jelek atau apalah di belakang saya
Saya gak akan merasa itu urusan saya.
No. Itu urusan nya dia dengan dirinya bukan dengan saya.

Hati yang diberikan Allah ini terlalu berharga untuk saya masukan hal-hal jelek dan negatif.
Maka kadang kalau ada yang seperti itu saya senyumin aja atau kadang kasian karena orang orang yang mengganggu dan menyakiti orang lain itu penyebabnya adalah karena ia tidak bahagia. Jika mereka bahagia mereka tidak akan sempat untuk menyakiti atau menganggu orang lain. 

Jika dulu saya selalu mikir : harus dapat sebanyak banyaknya, harus kumpulkan banyak2, harus jadi yg pertama tahu atau ikut (Fomo), dll
Maka sekarang, saya mulai melipir dari semua keramaian itu pelan-pelan. Eksposure ternyata gak semenyenangkan itu. Dapat banyak ini itu ternyata bukannya bahagia malah jadi beban.
Saya akhirnya belajar bahwa cukup itu lebih dari cukup. Sekarang lebih nyaman sharing dll di WhatsApp daripada facebook dan lainnya karena lebih intimate aja dan gak berisik. 
Less is more.

Ya walaupun prosesnya gak mudah. Apalagi kalau badan masih sehat sehatnya yakinlah melakukan hal-hal yang saya sebutkan tadi pasti sulit. Karena merasa diri baik-baik saja.
Sayapun setelah kena autoimun baru mau menyadari dan berubah, kalau gak dikasi sakit ya mungkin sekarang saya masih membabi buta makan tanpa pertimbangan kesehatan, fomo, dsb. Bayangkan gimana jeleknya jika kita menua dengan kebiasaan kebiasaan buruk itu.

Alhamdulillah
Skrg gak gampang sakit hati
Gak gampang menilai orang
Gak gampang lagi tergoda makanan "enak"

Tapi memang olahraga masih gak gampang juga Buat saya lakukan 😁, karena menjadi kepala keluarga dan jadi bapak 3 anak ternyata se-hectic itu. Jadi harus pinter cari waktu buat bergerak. Minimal saya punya target berjalan sehari itu 8000 langkah. Doing yoga atau bergerak ikut aerobic, zumba atau apalah di youtube juga Kadang berlajan mondar mandir di halaman hingga puluhan putaran itu sangat membantu. 

Intinya untuk hidup yang sehat dan bermakna itu mau gak mau, suka tidak suka kita harus melakukan perubahan lebih baik secara holistic.
Gak cuma fisik aja tapi hati, pikiran dan mental juga harus dilatih untuk selalu lebih baik.
Agar jiwa menjadi bahagia dan tawaddu.
Insyaallah sehat holistic.

Saya masih on process kok, berusaha terus agar lebih baik dari dari diri saya yang kemarin, bukan agar lebih baik dari orang lain. 

Di bawah ini dua podcast yang saya buat tentang pengalaman saya berdamai dengan Autoimun PSoriasis. Insyallah banyak pelajaran yang bisa teman-teman ambil (klik gambar untutk menonton videonya)



Comments