...dan masuklah ke dalam surga-Ku...

Setiap insan pasti punya harapan akan akhir yang indah. Dalam hidup yang penuh hiruk-pikuk ini, kita semua pada dasarnya sedang dalam perjalanan—menuju sebuah kepulangan yang abadi. Dan tidak ada akhir yang lebih bahagia, lebih sempurna, selain akhir yang dilukiskan oleh Allah dalam firman-Nya:

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ
ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً
فَادْخُلِي فِي عِبَادِي
وَادْخُلِي جَنَّتِي

"Wahai jiwa yang tenang,
kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.
Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,
dan masuklah ke dalam surga-Ku."
(QS. Al-Fajr: 27–30)

Ayat ini bukan sekadar janji, tapi pelukan lembut dari Sang Pencipta kepada hamba-Nya yang menjalani hidup dengan iman, sabar, dan tawakal. Ia menyambut dengan penuh kasih, menyebut kita “wahai jiwa yang tenang”, seolah menenangkan segala luka dan lelah yang pernah kita pikul.

Tidakkah kita semua merindukan momen itu?
Disaat dunia yang penuh kegelisahan ini ditinggalkan, dan kita dipanggil pulang… bukan dengan ketakutan, tapi dengan ketenangan. Bukan dengan penyesalan, tapi dengan rida. Bukan dengan kehilangan, tapi dengan kepulangan yang penuh kehangatan. Kita diterima bukan hanya sebagai hamba, tapi sebagai tamu yang diundang masuk ke dalam surga-Nya.

Namun perjalanan ke sana bukanlah tanpa liku. Maka, di setiap fase kehidupan yang kita jalani hari ini—apapun bentuknya—tetaplah yakin, tetaplah berharap, dan tetaplah berjuang. Karena boleh jadi, di balik segala keadaan yang kita alami, Allah sedang mempersiapkan kita menjadi jiwa yang tenang.

➨ Jika saat ini engkau sedang sakit dan kepayahan,
maka bersabarlah dan ikhlaslah. Sakit itu bukan sia-sia, ia menggugurkan dosa dan meninggikan derajat, insyaAllah menjadi jalan yang mengantar pada akhir yang indah.

➨ Jika saat ini engkau sedang dalam nikmatnya fase istiqomah,
bersyukurlah sepenuh hati dan teruslah menjaga nyala iman. Sebab istiqomah adalah anugerah yang sangat mahal. Jangan hanya bertahan, tapi juga ajaklah orang lain menuju kebaikan yang sama.

➨ Jika saat ini perjuangan hidupmu terasa tak kunjung tiba pada ujungnya,
jangan putus asa. Allah sedang menguatkanmu karena Dia mencintaimu. Ketahuilah, penantian yang disertai kesabaran akan berbuah manis di dunia atau di akhirat—dan tak ada perjuangan yang sia-sia di jalan-Nya.

➨ Jika saat ini kamu merasa sendiri dalam perjuangan hidupmu,
yakinlah bahwa Allah tidak pernah meninggalkanmu. Terkadang, dalam sepi dan sunyi, Allah sedang membentukmu menjadi pribadi yang lebih dekat dengan-Nya.

➨ Jika saat ini engkau tengah dalam puncak pencapaian,
maka jangan lalai dan terlena. Puncak dunia bukanlah akhir, tapi ujian untuk tetap membumi dan mengingat siapa yang telah memberimu segalanya.

➨ Jika saat ini kamu dalam masa tobat dan ingin berubah,
maka jangan tunda. Allah Maha Pengampun dan Maha Menerima taubat. Setiap langkah kembali kepada-Nya akan dilipatgandakan dengan ampunan dan cinta yang tak terbayangkan.

Jika hari-harimu terasa biasa saja, tanpa gejolak maupun bahagia luar biasa,
maka tetaplah isi dengan amal. Karena justru di hari-hari biasa itu kita sedang diuji—apakah kita tetap ingat kepada-Nya saat hidup terasa datar?

Karena pada akhirnya, bukan tentang bagaimana dunia memperlakukan kita. Tapi tentang bagaimana hati kita tetap istiqomah mencintai Allah, apapun takdir yang tengah kita jalani.

Ya Allah… Jadikanlah kami termasuk dalam golongan jiwa-jiwa yang tenang.
Yang ketika dunia ini selesai, kami Kau sambut dengan firman-Mu:
"Masuklah ke dalam surga-Ku."

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Comments