Kelembutan adalah wujud kekuatan sejati. Orang yang lembut menunjukkan kendali, kebijaksanaan, dan kepercayaan diri.
Kekasaran sering kali lahir dari ketakutan. Orang yang kasar mungkin sebenarnya merasa terancam, tidak aman, atau tidak mampu mengendalikan keadaan dengan bijak.
Percayalah, mereka yang kerap berlaku kasar dan terburu-buru sesungguhnya sedang berjuang dengan rasa tidak percaya diri dan ketakutan dalam diri.
Mereka marah, sebenarnya bukan pada orang lain—melainkan pada diri mereka sendiri. Mereka kecewa karena tidak siap menghadapi kenyataan, marah pada ekspektasi yang tak mampu mereka capai.
Mereka yang meledak-ledak, berkata tajam, dan bersikap kasar... adalah jiwa-jiwa yang sebenarnya patut kita kasihi, bukan kita benci. Jangan dilawan dengan amarah serupa—karena itu hanya akan memperpanjang luka. Jika perlu dilawan, lawanlah dengan kebaikan. Rasa malu akan memukul telak ego mereka lebih dalam dari apapun.
Sementara itu, mereka yang tenang dan lembut dalam membawa diri adalah mereka yang telah berdamai dengan dirinya sendiri. Mereka mengenal batas dan kemampuannya. Mereka siap dengan rencana dan tindakan. Mereka yang lembut dan tenang adalah mereka yang memandang dunia dengan kejernihan dan keyakinan positif.
Mereka percaya pada hukum tarik-menarik: bahwa kebaikan akan menarik kebaikan. Bahwa ketika kita mampu memperhatikan dengan hati, maka keindahan akan mudah kita temukan—bahkan dalam hal yang tampak buruk sekalipun.
Jangan pernah takut menjadi orang baik. Karena kebaikan bukan kelemahan—melainkan kekuatan yang paling dalam

Comments
Post a Comment