Hidup Tak Harus Terburu-Buru

Dalam dunia yang bergerak cepat, diam sering kali disalahartikan. Mereka yang memilih berjalan pelan dianggap lambat. Mereka yang tenang dinilai kurang ambisius. Padahal tidak semua langkah yang pelan berarti tertinggal, dan tidak semua yang cepat berarti benar.

Ada orang-orang yang tidak hidup dengan lambat, tapi juga tidak tergesa. Mereka tidak merasa perlu ikut terburu-buru hanya karena dunia di sekitar mereka berlari. Mereka tidak merasa ketinggalan ketika melihat orang lain lebih dulu mencapai sesuatu. Mereka tidak cemas saat tidak berada dalam ritme yang sama dengan kebanyakan orang.

Bukan karena mereka tidak punya impian. Justru mereka tahu ke mana mereka menuju. Namun mereka ingin sampai dengan utuh, bukan kelelahan di tengah jalan. Mereka ingin menikmati setiap tahap hidup, bukan hanya mengejar pencapaian demi pencapaian.

Melambat bagi mereka bukan berarti menyerah. Melambat adalah bentuk kesadaran — bahwa hidup bukan sekadar soal siapa yang paling cepat tiba di tujuan, tetapi siapa yang benar-benar hadir dalam perjalanannya.

Mereka tidak silau oleh standar kesuksesan orang lain. Mereka tidak terganggu saat teman-temannya sudah menikah, sudah punya rumah, atau sudah punya gelar baru. Karena mereka tahu: waktu setiap orang berbeda. Cerita hidup tidak bisa dibandingkan.

Justru dalam pelan itulah mereka bisa melihat lebih jernih. Menyadari hal-hal kecil yang sering terlewat. Menghargai proses, bukan hanya hasil. Mengenal diri sendiri lebih dalam, bukan sekadar memenuhi ekspektasi orang lain.

Tentu, melambat tidak selalu mudah. Tekanan dari luar datang tanpa henti. Ada yang mencibir, ada yang bertanya-tanya, bahkan ada yang merasa kasihan. Tapi mereka tetap tenang. Karena mereka tidak hidup untuk membuktikan sesuatu kepada siapa pun.

Mereka percaya bahwa hidup bukan lomba lari. Tidak ada garis akhir yang harus dicapai duluan. Tidak ada piala untuk yang terburu-buru. Karena pada akhirnya, hidup bukan tentang cepat atau lambat, tapi tentang seberapa dalam kita benar-benar hidup.

Dan saat dunia terus berlari, mereka memilih untuk tetap berjalan. Mungkin pelan. Mungkin tak terlihat. Tapi dengan sadar, penuh makna, dan tetap setia pada arah yang mereka yakini.

Comments