Satu hal yang tak bisa dilupakan: kesempatan sering kali tak datang dengan pemberitahuan. Ia muncul diam-diam, kadang saat kamu belum merasa siap. Maka bersiaplah—hari ini, esok, dan seterusnya. Siapkan dirimu dengan belajar, mencoba, dan mengasah keterampilan. Jangan menunggu panggung datang baru kamu belajar bicara, jangan menunggu ditanya baru kamu berpikir. Karena saat kamu siap, kamu tak akan bingung ketika kesempatan mengetuk pintumu. Kamu akan tahu caranya menjawab.
Hidup ini juga soal mencicipi kegagalan. Jangan takut gagal, karena itu bukan akhir. Justru semakin banyak kamu mencoba, semakin banyak kamu jatuh dan bangkit, semakin dekat kamu pada keberhasilan. Gagal itu seperti musim hujan—tak selalu nyaman, tapi darinya tumbuh hal-hal besar. Maka jangan hindari kegagalan, rangkul ia sebagai bagian dari proses menjadi dirimu yang terbaik.
Di tengah jalan, kamu akan bertemu orang-orang yang lebih dulu berjalan. Dengarkan mereka. Kadang nasihat terasa membosankan, kadang kamu ingin lebih banyak mendengar dirimu sendiri. Tapi cobalah duduk tenang, menyimak orang-orang yang sudah jatuh dan bangkit sebelum kamu. Dari cerita mereka, kamu bisa menyingkat jalanmu sendiri, atau setidaknya tahu jalan mana yang penuh lubang.
Kamu tidak harus tahu segalanya hari ini. Tapi kamu bisa mulai dengan satu hal kecil: belajar mencintai proses. Pelan-pelan, kamu akan tahu apa yang membuat matamu berbinar, apa yang membuat hatimu tenang, dan apa yang ingin kamu perjuangkan.
Terus tumbuh, terus belajar, terus membuka hati. Dunia tak menunggu, tapi ia akan selalu memberi ruang bagi mereka yang siap. Dan kamu, anak muda, sudah berada di awal yang benar. Jangan berhenti.
💫
Dengan Penuh Cinta,
Ayahmu

Comments
Post a Comment