Ada kalanya hidup terasa seperti lomba tanpa garis finis. Kita berlari dari satu urusan ke urusan lain, dari satu target ke target berikutnya. Rasanya kalau tidak sibuk, ada yang kurang. Kalau tidak produktif, seperti ada yang salah. Padahal, sering kali, justru di sela-sela keheninganlah keindahan hidup menampakkan diri.
Pemandangan terindah justru terlihat ketika kita melambatkan langkah, berhenti sejenak, dan menatap sekitar. Saat tidak terburu waktu, kita mulai menyadari hal-hal kecil yang dulu terlewat: senyum anak yang tulus, udara pagi yang menenangkan, aroma kopi yang baru diseduh, bahkan suara jangkrik yang menemani malam.
Ketika hidup dijalani terlalu cepat, kita hanya melihat garis besar, bukan detailnya. Kita tahu tujuannya, tapi kehilangan maknanya. Melambat bukan berarti menyerah, berhenti bukan berarti gagal. Kadang justru di situlah jiwa beristirahat dan hati menemukan arah.
Cobalah sesekali berhenti. Letakkan ponsel, hirup napas panjang, lihat langit. Tanyakan pada diri sendiri: apa yang sebenarnya sedang aku kejar, dan apa yang selama ini terlewat?
Karena mungkin, kebahagiaan bukan ada di ujung perjalanan melainkan di tiap langkah yang kita sadari sepenuhnya. Dan pemandangan terindah itu, sesungguhnya sudah lama menunggu… hanya saja kita terlalu cepat berjalan untuk sempat melihatnya.
Comments
Post a Comment