Sederhananya, leaky gut itu kondisi saat dinding usus kita “tidak serapat biasanya”. Dalam istilah medis disebut increased intestinal permeability.
Normalnya, usus itu punya pagar super ketat yang disebut tight junction. Tugasnya jelas:
✔ Nutrisi boleh masuk ke darah
❌ Racun, bakteri, dan partikel asing tetap di dalam usus
Masalahnya muncul saat pagar ini longgar.
Ketika usus bocor, partikel makanan yang belum tercerna sempurna, toksin, dan bakteri bisa lolos ke aliran darah. Sistem imun melihat ini sebagai ancaman. Lalu dia bereaksi. Kalau kejadian ini terus-menerus? Terjadilah inflamasi kronis. Dan pada orang yang punya bakat genetik tertentu, ini bisa jadi pintu masuk ke masalah autoimun.
Kenapa Usus Bisa Bocor?
Tidak terjadi tiba-tiba. Biasanya ini akumulasi gaya hidup.
1. Makanan Ultra Proses & Gluten (pada yang sensitif)
Makanan tinggi pengawet, aditif, gula, dan gluten (terutama bagi yang sensitif) bisa meningkatkan protein bernama zonulin.
Zonulin ini yang “membuka pagar” usus. Kalau kebanyakan? Celahnya makin lebar.
Efeknya bisa terasa seperti: Perut tidak nyaman, Brain fog, Kulit flare, Mudah meradang
2. Stres Kronis
Ini sering diremehkan.
Stres lama → kortisol tinggi terus → lapisan pelindung usus terganggu.
Makanya orang stres sering : Perut kembung, BAB tidak teratur, Daya tahan turun.
Usus dan otak itu terhubung lewat gut-brain axis. Jadi kalau pikiran capek, usus ikut kena.
3. Obat-obatan Tertentu
NSAID (obat nyeri), antibiotik, dan kortikosteroid bisa: Mengganggu mikrobiota dan Merusak lapisan mukosa usus. Kalau bakteri baik terganggu, bakteri jahat bisa dominan. Terjadi disbiosis, dan inflamasi bisa menyebar ke seluruh tubuh.
4. Pola Makan Rendah Serat & Tinggi Gula
Serat itu makanan bakteri baik.
Kalau kurang serat? Bakteri baik melemah.
Kalau kebanyakan gula dan lemak trans? Tight junction makin rusak, Inflamasi meningkat, Kulit bermasalah Badan cepat lelah
5. Infeksi & Paparan Toksin
Infeksi usus, logam berat, pestisida juga bisa merusak barrier usus. Kalau sudah rusak dan ditambah faktor genetik, risiko autoimun bisa meningkat.
Gejala yang Sering Muncul
Leaky gut tidak punya “satu gejala khas”, tapi biasanya kombinasi seperti: Perut sering kembung, Diare atau konstipasi kronis, Brain fog, Nyeri sendi, Kulit gampang flare (psoriasis, eksim), Mudah lelah.
Kalau keluhan ini muncul bersamaan dan berulang, bisa jadi ada inflamasi tingkat rendah yang terus berlangsung.
Kok Bisa Nyambung ke Autoimun?
Ini bagian pentingnya. Saat usus bocor:
1. Partikel asing masuk darah
2. Imun bikin antibodi
3. Antibodi salah sasaran (molecular mimicry)
4. Jaringan sendiri ikut diserang
Contoh kondisi yang sering dikaitkan dengan ini adalah Psoriasis, Rheumatoid arthritis, Hashimoto, Lupus dan lain lain. Artinya, usus bukan cuma urusan BAB. Dia ikut menentukan bagaimana sistem imun bekerja.
Bisa Diperbaiki?
Bisa. Tapi bukan dengan cara instan. Cara yang paling mendasar adalah dengan Perbaiki tidur, Kelola stres, Kurangi gula & makanan ultra proses, tambah serat alami, pertimbangkan probiotik & prebiotik dan Kenali makanan yang bikin flare.
Barrier usus itu bisa regenerasi, asal lingkungannya mendukung. Intinya... Kalau usus bocor, imun bisa jadi terlalu reaktif. Kalau imun terlalu reaktif terlalu lama, risiko autoimun meningkat.
Jadi, Merawat usus berarti merawat sistem imun. Kadang yang perlu diperbaiki bukan cuma obatnya—tapi pola makan, pola pikir, dan pola hidupnya.
Comments
Post a Comment