Pernahkah kita berada di satu titik ketika hidup terasa begitu menghimpit, lalu peluru-peluru kekecewaan spontan kita tembakkan ke segala arah? Kita menyalahkan keadaan, menuding orang lain, atau merasa bahwa dunia sedang berkonspirasi membawa nasib sial bagi kita. Dinamika batin seperti inilah yang tergambar begitu hidup dalam Surah Yasin ayat 18 dan 19. Ketika sekelompok orang dihadapkan pada kebenaran yang menantang zona nyaman mereka, respons pertama yang muncul bukanlah merenung, melainkan menolak mentah-mentah sambil berkata penuh ancaman: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu... kami akan rajam kamu!" Di sinilah letak cerminan psikologis yang sangat dekat dengan manusia modern hari ini. Saat tekanan hidup menghimpit, mulai dari krisis personal, beban pekerjaan, hingga kecemasan sosial, mekanisme pertahanan ego kita kerap kali melahirkan blaming culture . Kita mencari kambing hitam. Di ruang digital, mentalitas ini berwujud hujatan massal, cancel culture , ata...
- Get link
- X
- Other Apps