Posts

Gerimis Di Brang Oetan : Bagian 9 - Sisa-sisa Perang

Suara deru meriam telah lama bungkam, berganti dengan desau angin yang membawa bau garam dan sisa-sisa kayu terbakar dari dalam Tuwa . Pertempuran di Brang Oetan tidak menyisakan kegemilangan yang sering dibanggakan dalam hikayat-hikayat kerajaan; ia hanya menyisakan sunyi yang amat panjang dan berat. Di tepian sungai yang kini menjadi saksi bisu, matahari mulai meredup, membiarkan semburat jingga pucat menyapu hamparan puing-puing kapal yang berserakan. Pemandangan itu adalah sebuah lukisan duka: potongan tiang layar yang patah, perahu-perahu kecil yang karam separuh, dan di atas pasir yang dingin, sebuah artefak kolosal yang akan diingat zaman—jangkar kayu besar yang telah terlepas dari lambungnya, menghujam bumi seperti salib yang menolak lapuk oleh arus sejarah. Saleh dan Fatimah berjalan terhuyung di sepanjang bibir pantai. Langkah mereka tidak lagi tegap seperti pemuda-pemudi yang dulu berlarian di antara rumpun padi. Setiap langkah adalah perjuangan melawan rasa lelah yang meng...

Gerimis Di Brang Oetan : Bagian 8 - Pertemuan di Ujung Pedang

Apa itu Impostor Syndrome?

Gerimis Di Brang Oetan : Bagian 7 - Pertempuran di Brang Oetan

Pendidikan Dasar: Tempat Menanam Karakter, Bukan Sekadar Mengisi Kepala!

Gerimis Di Brang Oetan : Bagian 6 - Ekspedisi Balasan.

Gerimis Di Brang Oetan : Bagian 5 - Transformasi di Hutan

Gerimis Di Brang Oetan : Bagian 4 - Neraka di Laut

Gerimis Di Brang Oetan : Bagian 3 - Serangan Subuh