Kalian pernah gak nemu momen di mana ada dua orang dapet masalah yang sama ( misalnya sama-sama lagi bokek di akhir bulan) tapi reaksinya beda jauh? Yang satu nyantai aja makan promag sambil nyari kerjaan sampingan, nah yang satu lagi langsung overthinking seminggu, kena asam lambung, sampai mencak-mencak di status medsos. Kenapa kita bisa beda-beda banget dalam ngadepin tekanan? Kemarin saya sempet denger penjelasan keren banget dari Dr. Riza Arif Putranto, seorang ahli biologi molekuler. Ternyata, jawabannya ada di dalam tubuh kita, tepatnya di antara 37 triliun sel yang menyusun diri kita ini. Ada beberapa fakta ilmiah yang jujur bikin saya merenung dan berpikir lagi : 1. Teori "Ember" di Dalam Kepala Kita Di dalam dunia biologi, kemampuan kita menahan stres itu diibaratkan kayak ember. Namanya Alostatic Load. Setiap ada masalah, (macet, diputusin pacar, kerjaan numpuk) air bakal ngisi ember itu. Nah, kalau ember kamu dari kecil udah terisi setengah penuh sama ...
- Get link
- X
- Other Apps