Masalah datang tanpa pandang bulu. Sering kali, dalam sebuah lingkaran pertemanan yang sama, saya mendapati beberapa orang menghadapi persoalan yang bentuknya hampir serupa , bahkan ada yang benar-benar persis . Namun, yang selalu menarik untuk diamati dan di renungkan adalah bagaimana dampak masalah tersebut begitu kontras pada masing-masing dari mereka. Ada teman yang tetap tenang, menghadapi badai hidup dengan kepala dingin seolah itu hanya riak kecil di permukaan air. Ada pula yang sampai jatuh sakit, lambungnya meradang akibat asam lambung yang naik, hari-harinya diselimuti kesedihan yang begitu dalam. Tak jarang pula, kita melihat seseorang berubah drastis karena tekanan itu: yang tadinya berhati lembut mendadak menjadi defensif dan kasar, atau sebaliknya, menarik diri sepenuhnya dari dunia luar. Pertanyaannya, apa yang membuat garis akhir perjalanan emosi mereka bisa begitu berbeda, padahal garis startnya dimulai dari titik yang sama? Jawabannya bukan semata-mata soal ting...
- Get link
- X
- Other Apps