Teman-teman, sda masa di dalam hidup ketika kita tiba-tiba ingin jeda dulu sebentar, menoleh ke belakang, dan menyadari bahwa luka-luka yang pernah kita lewati ternyata meninggalkan sebuah kompas. Di usia saya yang kini menginjak 39 tahun, di tengah riuhnya rutinitas harian sebagai pendidik, mengelola tugas-tugas profesional, serta berdamai dengan dinamika tubuh dan pikiran—termasuk membersamai perjalanan panjang menghadapi psoriasis dan sisa luka batin, saya merasakan satu panggilan yang semakin nyaring: s aya ingin banget belajar ilmu psikologi secara formal. Ketertarikan ini gak muncul dalam semalam. Dalam dua-tiga tahun belakangan, saya banyak mengonsumsi buku-buku psikologi, podcast - podcast, artikel tentang mental health, hingga dinamika batin manusia menjadi pelabuhan yang menenangkan. Sehingga saya tiba dit titik memahami banget luka batin sendiri, orang-orang yang menyebabkan luka batin dan trauma itu sendiri. Rasanya ada dorongan kuat untuk tidak sekadar membaca demi di...
- Get link
- X
- Other Apps