Malam 1 Ramadhan
Ada getar yang sulit didefinisikan saat adzan Maghrib berkumandang hari ini. Rasanya seperti sepasang kekasih yang telah sekian lama berselimut rindu dalam penantian panjang; malam ini, selimut itu akhirnya tersingkap oleh sebuah pertemuan yang begitu indah. Ramadhan telah kembali, mengetuk pintu hati dengan lembut.
Seketika, rasa itu datang bertubi-tubi tanpa permisi. Bahagia itu membuncah, karena Allah ternyata masih mempercayai langkahku untuk kembali menghirup aroma suci bulan ini. Sebuah kesempatan yang belum tentu dimiliki semua orang. Namun, di sela bahagia itu, ada sesak yang mengharukan di dada—sebuah rasa yang tak sanggup kuurai dengan kata-kata, hanya bisa dirasakan sebagai getaran iman yang sedang mencari sandaran.
Dan di sudut hati yang paling dalam, terselip kesedihan yang dalam. Aku menyadari betapa jauh jarak yang telah terbentang dari Ramadhan masa kecil dulu. Kenangan tentang rumah yang penuh tawa, hangatnya senyum orang tua kami, wejangan bijak kakek dan masakan nenek, serta keriuhan bersama saudara - saudara kini terasa seperti mimpi yang jauh. Ada rindu yang tak akan pernah sampai, kecuali melalui untaian doa.
Ramadhan berganti, namun Allah telah ganti semua dengan wajah-wajah terkasih yang saat ini ada di sisi menemani dalam segala situasim
Terima kasih, Ya Allah, Engkau pertemukan aku lagi dengan kekasih hatiku: Ramadhan.
--------
Doa Hari Ke-1 Ramadhan
Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim,
Di malam yang mulia ini, kami bersimpuh memohon ampunan-Mu. Jadikanlah puasa kami sebagai puasa orang-orang yang benar, dan shalat malam kami sebagai shalatnya orang-orang yang khusyuk. Bangunkanlah kami dari tidurnya orang-orang yang lalai.
Ya Allah, kami titipkan doa untuk orang-orang terkasih kami. Untuk orang tua kami, muliakanlah sisa usia mereka atau lapangkanlah peristirahatan mereka jika telah kembali pada-Mu. Untuk kakek, nenek, dan saudara-saudara kami, ikatlah hati kami dalam kasih sayang yang abadi, baik yang masih ada di sisi maupun yang telah mendahului kami ke haribaan-Mu.
Lembutkanlah hati kami selama 30 hari ke depan. Izinkan setiap tetes air mata yang jatuh karena haru menjadi pembersih dosa-dosa kami yang menggunung. Mudahkanlah jalan kami menuju ketaatan, dan jangan biarkan Ramadhan ini berlalu tanpa meninggalkan jejak iman yang lebih kuat dari sebelumnya.
Amin Allahumma Amin.
Comments
Post a Comment