Tapi jujur, selama satu jam di depan kamera tadi, fokus saya terbelah. Di satu sisi, saya harus tetap profesional sebagai presenter yang mengulik data bareng dr. Rut Daisy dan Ibu Mardatilah. Di sisi lain, pikiran saya melompat ke rumah. Ke tiga putri kecil saya yang lagi lucu-lucunya.
Sebagai laki-laki yang punya tiga anak perempuan, obrolan soal kesehatan begini bukan lagi sekadar "tugas kantor". Ini soal nyawa dan masa depan orang-orang tersayang di rumah.
Bukan Cuma "Gatal Biasa", Lho!
Dulu saya pikir campak itu cuma "kerumut" atau gatal-gatal biasa yang nanti bakal sembuh sendiri pakai bedak dingin. Ternyata, saya salah besar. dr. Rut tadi menjelaskan kalau campak itu bisa jadi "pintu masuk" buat penyakit ngeri lainnya. Dia bisa menyerang paru-paru sampai anak sesak napas, bahkan bisa sampai ke otak.
Yang paling bikin saya waswas, virus ini ternyata jago "ngumpet" di udara. Orangnya sudah pergi dari ruangan, tapi virusnya masih nongkrong di situ sampai 3 jam. Jadi, kalau anak kita main ke tempat umum yang habis dikunjungi penderita campak, ya bisa ketularan. Ngeri, kan?
Pack, Tugas Kita Bukan Cuma Cari Nafkah!
Nah, poin ini yang paling pengen saya bagikan ke teman-teman, terutama para Bapak di luar sana.
Sering banget kita merasa urusan anak ke Posyandu, jadwal suntik imunisasi, atau urusan "kenapa badan anak sumeng" itu mutlak urusan Ibu. Kita biasanya cuma tanya, "Gimana kata dokter tadi?" atau "Sudah dikasih obat belum?"
Tapi belajar dari kasus KLB campak di NTB yang tembus 1.800 kasus ini, saya sadar satu hal: Kita para Bapak harus turun tangan. Memastikan anak-anak kita aman bukan cuma tugas istri. Kita nggak boleh absen.
Ayo, sesekali coba kita yang buka itu "Buku Pink" (Buku KIA) anak kita. Cek jadwal imunisasinya. Kalau ada yang bolong karena dulu kita ragu atau takut ke RS pas zaman pandemi, ayo dikejar sekarang. Namanya Imunisasi Kejar. Jangan tunggu anak demam tinggi sampai 40 derajat baru kita pusing tujuh keliling.
Rasanya tenang kalau kita tahu sudah memberikan "benteng" terbaik buat mereka lewat imunisasi. Buat bapak-bapak, yuk jadi tim yang solid bareng istri. Temani mereka ke Puskesmas, cari info yang benar, jangan kemakan hoaks yang nggak jelas sumbernya.
Ingat, Campak itu mengintai, tapi kita punya imunisasi buat melindungi.
Mari kita jaga putra-putri kecil kita agar tetap sehat dan bisa terus lari-larian dengan ceria. Karena kalau anak sakit, satu rumah pasti ikut "sakit" hati dan pikirannya, ya kan?
Stay safe, stay healthy, semuanya!
Punya cerita atau keraguan soal imunisasi? Tulis di bawah yuk, kita ngobrol santai.

Comments
Post a Comment