Padahal ya, jauh sebelum era internet dan notification overload ini, Rasulullah tercinta, Nabi Muhammad SAW sudah ngasih cheat code kehidupan paling santai tapi berkelas. Belasan abad lalu, beliau bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi:
"Di antara tanda kebaikan keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak baginya."
Sesimpel itu! Tapi kalau direnungin di era digital sekarang, kalimat pendek ini rasanya seperti tamparan halus sekaligus pelukan hangat buat mental kita yang sering overthinking. Nah, kajian rutin saya dengan teman-teman saya minggu ini salah satunya men-tadabbur-i Hadis Arbain Nawawi ke-12 ini. Masyaallah.. Al Qur'an dan Hadist sebenar-benarnya pedoman dan petunjuk hidup!
Banyak anak muda sering banget kena jebakan FOMO (Fear of Missing Out). Ya saya tahu karena saya seorang guru dan punya anak remaja hehe. Anak-anak muda ini sering takut dibilang kuper kalau nggak tahu isu terbaru. Pengen banget nimbrung di setiap kolom komentar yang lagi on fire. Merasa punya beban moral buat ngurusin hidup orang lain di internet. Etapi ini juga kejadian di emak-emak millenial yang terlalu banyak waktu luang dan akhirnya bermain medsos hihi. Padahal, semakin banyak hal nggak penting yang kita masukkan ke dalam kepala, semakin sumpek juga hidup kita. Otak kita itu ibarat kamar tidur. Kalau setiap ada sampah lewat kita ambil dan simpan di dalam kamar, lama-lama kita sendiri kan yang nggak bisa napas, kan!?
Mengabaikan hal-hal yang nggak penting itu bukan berarti kita jadi orang acuh tak acuh atau ansos. Bukan. Itu adalah bentuk self-care tingkat tinggi. Kita lagi milih buat menyelamatkan energi jiwa kita dari drama-drama yang nggak bikin kita tambah saleh, tambah pintar, atau tambah sukses.
Makanya, kalau dipikir-pikir, the art of "bodo amat" terhadap hal-hal yang toxic itu ternyata diajarkan oleh Rasulullah lewat Hadist ini. Coba deh kita jujur ke diri sendiri:
- Berapa banyak waktu kita yang habis cuma buat mantengin feeds orang yang bikin kita insecure?
- Berapa banyak kuota dan tenaga yang terbuang buat debat kusir sama akun anonim di X atau kolom komentar Instagram?
- Berapa banyak momen seru bareng keluarga atau teman di dunia nyata yang terlewat gara-gara kita sibuk ngeliatin layar HP?
Secara tersurat dan tersirat, hadis tadi ngajak kita buat narik rem. Sadar diri bahwa hidup kita di dunia ini singkat banget. Waktu kita terlalu berharga kalau cuma dipakai buat ngurusin hidup orang yang bahkan nggak peduli sama kita.
Jadi, mulai sekarang, yuk kita coba lebih selektif sama apa yang masuk ke pikiran dan hati kita. Setiap kali kita tergoda buat ikut campur urusan orang, kepo berlebihan sama hal yang nggak ada gunanya, atau kepancing emosi karena drama maya, coba segera sadari terus bilang ke diri :
Yuk genks, mulai kurangi drama, perbanyak senyum, dan jalani hidup dengan lebih santai tapi tetap bermakna!

Comments
Post a Comment