Di mana sih sebenarnya pusat keributan yang bikin imun tubuh kita ngamuk dan salah sasaran. Jawabannya mungkin bakal bikin kamu kaget.
Akar masalah dari Psoriasis, Hashimoto, Vitiligo, dan kawan-kawannya ternyata bukan di kulit atau tiroid, melainkan berawal dari dalam usus kita! Yuk, kita bedah bagaimana sebuah masalah di perut bisa mengacaukan sistem pertahanan seluruh tubuh.
Ketika Usus Mengalami "Disbiosis"
Di dalam pencernaan kita, hidup miliaran bakteri. Ada bakteri baik yang membantu mencerna makanan, dan ada bakteri jahat. Pada kondisi tubuh yang sehat, jumlah bakteri baik jauh lebih banyak sehingga semuanya berjalan harmonis.
Namun, karena pola makan kita yang sering ngawur (kebanyakan gula, tepung, dan makanan olahan), terjadi ketidakseimbangan yang disebut Disbiosis. Bakteri jahat dan jamur berkembang biak tanpa kendali, sementara bakteri baik berguguran.
Kondisi disbiosis inilah yang menjadi bom waktu bagi munculnya autoimun. Sayangnya, dalam pengobatan konvensional, kondisi ini sering kali belum diperiksa secara mendalam karena jarang dilakukan tes kultur feses atau pemeriksaan modern seperti Organic Acid Profile (mengecek pertumbuhan jamur atau bakteri berbahaya seperti Clostridium secara spesifik).
Horor di Balik Leaky Gut (Usus Bocor Mikro)
Dampak paling berbahaya dari disbiosis adalah terjadinya Leaky Gut atau usus bocor berskala mikro.
Bayangkan dinding usus kita itu seperti jaringan saringan teh yang sangat rapat. Tugasnya adalah menyaring makanan yang kita makan. Makanan harus dikunyah dan dicerna sampai menjadi partikel yang super kecil (nutrisi) baru boleh lolos melewati saringan ini masuk ke aliran darah.
Nah, ketika terjadi disbiosis dan peradangan, saringan usus ini melar dan robek kecil-kecil alias bocor!
Akibatnya, partikel makanan yang belum selesai dicerna (masih berukuran besar/antigen) sukses menerobos masuk secara ilegal ke dalam pembuluh darah kita.
Sistem Imun yang "Bingung" dan Salah Alamat. Begitu ada partikel makanan besar (misalnya protein dari susu atau gandum) yang lolos masuk ke darah sebelum waktunya, sistem imun tubuh kita akan langsung membunyikan alarm tanda bahaya. "Hoi! Ada penyusup asing! Serangggg!" kata sistem imun kita. Masalahnya, tubuh manusia itu sendiri sebetulnya dibangun dari struktur yang mirip dengan makanan yang kita konsumsi. Ketika sistem imun membuat "pasukan khusus" untuk menghancurkan protein makanan yang bocor tadi, pasukan ini sering kali bingung karena melihat ada organ tubuh kita yang strukturnya mirip dengan si makanan penyusup. Kalau struktur penyusupnya mirip jaringan kulit atau kelenjar minyak, imun akan menyerang kulit (muncul jerawat parah atau Psoriasis). Kalau mirip kelenjar tiroid, tiroidmu yang digebuk (menjadi Hashimoto).
Sistem Imun yang "Bingung" dan Salah Alamat. Begitu ada partikel makanan besar (misalnya protein dari susu atau gandum) yang lolos masuk ke darah sebelum waktunya, sistem imun tubuh kita akan langsung membunyikan alarm tanda bahaya. "Hoi! Ada penyusup asing! Serangggg!" kata sistem imun kita. Masalahnya, tubuh manusia itu sendiri sebetulnya dibangun dari struktur yang mirip dengan makanan yang kita konsumsi. Ketika sistem imun membuat "pasukan khusus" untuk menghancurkan protein makanan yang bocor tadi, pasukan ini sering kali bingung karena melihat ada organ tubuh kita yang strukturnya mirip dengan si makanan penyusup. Kalau struktur penyusupnya mirip jaringan kulit atau kelenjar minyak, imun akan menyerang kulit (muncul jerawat parah atau Psoriasis). Kalau mirip kelenjar tiroid, tiroidmu yang digebuk (menjadi Hashimoto).
Inilah alasan kenapa Dr. David menegaskan kalau autoimun itu sebenarnya adalah respons salah alamat dari tubuh yang mendeteksi adanya kebocoran di usus akibat makanan yang gagal dicerna.
Rawat Ususmu Mulai Hari Ini!
Sekarang kalian sudah tahu kan, kalau mau menyembuhkan autoimun, mengoleskan salep di kulit atau minum obat hormon saja tidak akan pernah cukup selama ususmu masih bocor dan "menyemprotkan" partikel makanan ilegal ke dalam darah setiap hari.
Kunci utamanya adalah menambal kebocoran usus tersebut. Bagaimana caranya? Tentu dengan menyeimbangkan kembali bakteri di usus (healing dari disbiosis) dan berhenti memasukkan makanan-makanan yang memperparah kebocoran tersebut.

Comments
Post a Comment