Halo Teman-teman! jadi kemarin aku ikut Bincang Inspiratif Satu Indonesia Awards (SIA) 2026 di Mataram, Lombok. Acara tahunan bergengsi dari Astra yang sudah menginjak tahun ke-17 ini bener-bener sukses mengocok isi kepala ratusan anak muda yang hadir. Mengusung tema "Terhubung dalam Aksi", visi besar gelaran tahun ini adalah pengen menghubungkan gerakan-gerakan keren anak muda di pelosok daerah biar gak jalan sendirian, melainkan jadi satu ekosistem yang berdampak panjang.
Acara ini resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Bapak Abul Chair, Ak., dan dihadiri deretan juri nasional yang luar biasa. Tapi, ada satu momen yang bener-bener bikin satu ruangan hening lalu tepuk tangan riuh. Yap, apalagi kalau bukan pas sesi sharing-nya Dian Sastrowardoyo!
Sebagai pegiat seni, pendiri yayasan, sekaligus juri SIA, Mbak Dian ngasih "tamparan sayang" yang ngena banget buat mentalitas generasi digital sekarang. Yuk, kita bahas obrolan daging kemarin!
1. Senggolan Keras Buat Fenomena Aesthetic Activism
Di era gempuran Instagram, TikTok, dan kawan-kawannya, Mbak Dian menyoroti banyaknya anak muda yang terjebak dalam tren aesthetic activism. Kita sering kali sibuk banget membangun persona atau pencitraan biar terlihat vokal, peduli isu sosial, dan intelektual di ruang siber, tapi malas turun ke lapangan.
"Kita saat ini menghadapi dunia multidimensi di mana kehadiran kita dituntut ada di ranah digital maupun nyata. Namun, jangan sampai kita tersiksa dan tertekan karena sibuk mendefinisikan diri agar terlihat keren di media sosial, sementara kontribusi nyata kita di lapangan minimalis," sentil Mbak Dian.
Ngena banget, kan? Mbak Dian mengingatkan kalau dewan juri SIA itu gak nyari siapa yang paling estetik di medsos, tapi nyari solusi nyata atas persoalan lokal, sekecil apa pun skalanya di dunia nyata.
2. Pentingnya Menjadi Otentik dan JujurMbak Dian juga ngasih contoh simpel yang relevan banget sama kehidupan sehari-hari kita.
"Apabila kita berani membagikan resensi buku atau menyuarakan isu sosial di media sosial, pastikanlah bahwa di dunia nyata kita benar-benar membaca, paham, dan menghidupi nilai tersebut. Teman-teman akan jauh lebih berbahagia jika apa yang digambarkan di ruang digital adalah sesuatu yang otentik, asli, dan tidak dibuat-buat."
Intinya: be real! Gak usah tertekan bikin pencitraan yang bukan diri kamu. Menjadi otentik itu jauh lebih membahagiakan dan bikin gerakan yang kamu bangun punya fondasi yang kuat.
3. Visi Astra: Menjaga Aksi Nyata Biar Gak Layu di Tengah Jalan
Menyambung soal aksi nyata yang otentik tadi, Ibu Windi Riswanto (Head of Corporate Communications Astra) ngejelasin kalau visi besar SIA adalah menjadi support system. Astra paham kalau motivasi anak muda itu sering naik-turun. Kalau jalan sendirian, gerakan sosial atau inovasi kita biasanya gampang mampet atau berhenti di tengah jalan.
Nah, melalui misi "Terhubung dalam Aksi", SIA hadir sebagai pintu awal untuk memasukkan ide-ide otentik kamu ke dalam ekosistem Desa Sejahtera Astra (DSA) yang sudah tersebar di 1.500 titik di Indonesia. Kamu bakal dihubungkan dengan infrastruktur, jaringan pemerintah, akademisi, hingga bantuan dana pembinaan sebesar Rp65 juta untuk tingkat nasional. Gerakan kamu yang tadinya skala lokal, bisa direplikasi ke tempat lain!
Contoh suksesnya dekat banget sama kita, yaitu Mas Reza Permadi (Penerima SIA 2023 asal Lombok). Lewat aplikasi Atourin, dia sukses mendigitalisasi Desa Wisata Sasak Ende di Lombok Tengah, bahkan baru-baru ini dikirim Astra bareng Kemenparekraf untuk pameran di Singapura. Keren banget!
Yuk, Mulai Aksi Nyatamu dan Daftar Sekarang!
Bapak Sekda NTB, Bapak Abul Chair, Ak., juga sempat berpesan kalau pahlawan sejati hari ini adalah mereka yang bekerja tulus di desanya—guru yang mengajar dengan hati, relawan lingkungan, atau penggerak UMKM—meski mereka gak viral dan gak punya jutaan pengikut.
Jadi, buat kamu anak muda NTB yang punya gerakan otentik di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi, jangan insecure duluan. Yuk, buang jauh-jauh gengsi medsos, fokus rapikan aksi nyatamu di lapangan, dan langsung daftarkan dirimu di Satu Indonesia Awards 2026!
Siapa tahu kamu yang bakal berangkat ke Jakarta berikutnya! 🇮🇩✨
.jpeg)
.jpeg)
Comments
Post a Comment