Seharusnya, pertempuran di Brang Oetan (Sungai Utan) telah usai dengan tenggelamnya kapal utama Pamolikang. Namun, di muara sungai yang tertutup rapat oleh dedaunan bakau, sebuah sekoci kecil yang luput dari pengamatan sedang berusaha membelah arus menuju laut lepas. Di dalamnya, beberapa pengikut setia Pamolikang yang tersisa membawa satu-satunya harta jarahan yang tersisa: Fatimah Saleh, yang baru saja melepas Fatimah di geladak kapal utama, merasakan detak jantungnya kembali berdegup kencang saat matanya menangkap siluet sekoci itu di kejauhan. Baru saja melepaskan pelukannya dari Fatimah dan memeriksa sisi lain geladak kapal, seketika itu Fatimah telah hilang dari pandangan. Mata Sale yang tajam menangkap pergerakan musuh yang licik. "Mereka membawanya pergi!" teriak Saleh, menunjuk ke arah muara. Tanpa menunggu komando dari Letnan Collardt, Saleh menyambar sebuah pedang yang tergeletak di lantai geladak dan melompat ke atas sekoci Belanda yang tertambat di sisi kapal ya...
- Get link
- X
- Other Apps