Selamat jalan Bucit 3 Januari 2026 menjadi saksi bisu. Seorang sahabat, seorang ibu muda kelahiran 1992, telah menutup mata untuk selamanya. Di balik duka yang menyelimuti, terselip sebuah nasehat paling jujur yang seringkali enggan kita dengar: Bahwa kematian tidak pernah melihat kalender usia. Melihat tubuh kaku itu, kita dipaksa berhenti sejenak dari lari kencang mengejar dunia. Kita sering berpikir bahwa kematian adalah urusan nanti. Urusan saat rambut sudah memutih, atau saat tubuh sudah renta. Tapi kepergiannya menampar kesadaran kita: Kematian bukan soal nomor urut. Ia bisa memanggil siapa saja, bahkan ibu muda yang masih sangat dibutuhkan oleh anak-anaknya, bahkan sosok cantik yang masih penuh energi. Maka, untuk apa kita terlalu angkuh merayakan hari ini seolah esok masih milik kita? Hidup ini sesungguhnya adalah perjalanan singkat yang menipu. Mau hari ini kita sedang di puncak kesuksesan, dipuja banyak orang, dan bergelimang harta; atau hari ini kita sedang terpuruk, dihina,...
- Get link
- X
- Other Apps