Posts

Tentang Pulang, Sebelum Waktunya Datang

Selamat jalan Bucit 3 Januari 2026 menjadi saksi bisu. Seorang sahabat, seorang ibu muda kelahiran 1992, telah menutup mata untuk selamanya. Di balik duka yang menyelimuti, terselip sebuah nasehat paling jujur yang seringkali enggan kita dengar: Bahwa kematian tidak pernah melihat kalender usia. Melihat tubuh kaku itu, kita dipaksa berhenti sejenak dari lari kencang mengejar dunia. Kita sering berpikir bahwa kematian adalah urusan nanti. Urusan saat rambut sudah memutih, atau saat tubuh sudah renta. Tapi kepergiannya menampar kesadaran kita: Kematian bukan soal nomor urut. Ia bisa memanggil siapa saja, bahkan ibu muda yang masih sangat dibutuhkan oleh anak-anaknya, bahkan sosok cantik yang masih penuh energi. Maka, untuk apa kita terlalu angkuh merayakan hari ini seolah esok masih milik kita? Hidup ini sesungguhnya adalah perjalanan singkat yang menipu. Mau hari ini kita sedang di puncak kesuksesan, dipuja banyak orang, dan bergelimang harta; atau hari ini kita sedang terpuruk, dihina,...

Ngeri! Ternyata Doa Jelek Bisa 'Makan Tuan', Ini Penjelasannya.

Selesai Dengan Diri Sendiri

Tragikomedi Bara Aruna | Sebuah Cerpen

Menemukan 'Nu'ass': Seni Berdamai dengan Diri di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia.

Hutan Rusak, Guru Didesak : Stop Menjadikan Ruang Kelas sebagai “Tempat Sampah” Solusi Masalah Negara

Bercermin dari Sumatra: NTB di Tengah Kepungan Bencana Ekologis dan Sempitnya Ruang Fiskal

Film “Pangku”: Kejutan Manis dari Debut Reza Rahadian di FFI 2025